Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Maut Di Kapal Tua
1
Suka
8,694
Dibaca

Bab 1 – Dorongan Eksplorasi

Malam itu, di kafe remang-remang dengan aroma kopi kuat yang memenuhi udara, empat sekawan itu berembuk. Ari, dengan kamera DSLR usang di pangkuannya, adalah otak di balik setiap ide gila mereka. Rambutnya gondrong sebahu, selalu diikat asal-asalan, memberikan kesan seniman yang tak peduli dunia. Di hadapannya, Bayu, si pemberani yang selalu jadi vanguard dalam setiap ekspedisi, menggosok-gosokkan tangan, tidak sabar. Tubuhnya tegap, otot lengannya terlihat jelas di balik kaus hitam yang dikenakannya, hasil dari hobinya mendaki dan berlatih parkour. Rani, yang paling kalem di antara mereka, sibuk membolak-balik tabletnya, mencari informasi lebih lanjut. Kacamata bulat bertengger di hidungnya, mencerminkan cahaya layar, dan jari-jarinya lincah di atas keyboard virtual. Terakhir, Dita, si cerewet yang selalu punya komentar pedas tapi paling penakut, menggigit sedotan minumannya, sesekali melirik khawatir ke arah Ari.

"Jadi, bagaimana?" tanya Ari, matanya berbinar. "Kapal Kelana Laut. Enam puluh tahun terdampar, tidak pernah dipindahkan. Cerita mistisnya segudang."

Bayu langsung menyambar, "Kedengarannya asyik! Pasti banyak sudut gelap yang bisa kita jelajahi. Siapa tahu ada hantu pelaut tua yang siap menyambut kita!" Ia tertawa renyah, tapi ada nada antusiasme yang tak bisa disembunyikan.

Rani menggeser tabletnya mendekat. "Beberapa artikel menyebutkan kapal ini terbengkalai setelah insiden misterius. Semua awaknya hilang tanpa jejak. Ada yang bilang mereka bunuh diri massal, ada juga yang bilang ditarik ke dimensi lain." Ia menunjuk beberapa paragraf dengan ujung pensilnya. "Sejak itu, warga sekitar menghindari kapal ini. Mereka percaya ada sesuatu yang sangat jahat berdiam di sana."

Dita mendengus. "Kalian serius? 'Sesuatu yang sangat jahat'? Apa kita tidak bisa mencari tempat angker yang lebih... aman? Misalnya, rumah kosong di ujung gang atau bekas rumah sakit jiwa yang tidak terlalu jauh dari peradaban?" Suaranya sedikit bergetar, meskipun ia berusaha menyembunyikannya dengan nada merajuk.

"Justru itu tantangannya, Dita!" Ari tersenyum lebar. "Ini bukan sekadar eksplorasi, ini adalah puncak dari semua petualangan kita. Bayangkan view yang akan kita dapatkan dari sana. Video kita pasti akan viral!" Ia membayangkan ribuan like dan comment membanjiri kanal YouTube mereka. Proyek video mereka, "Jelajah Horor Indonesia", sudah cukup dikenal di kalangan ghost hunter amatir, tapi belum pernah sekalipun mereka menemukan sesuatu yang benar-benar paranormal. Ini bisa jadi kesempatan emas.

"Tapi warga setempat memperingatkan untuk tidak mendekat. Itu berarti ada alasan kuat, kan?" Dita masih mencoba.

"Itu hanya mitos, Dita," kata Bayu, mencoba menenangkan. "Lagipula, kalau ada apa-apa, kan ada aku yang siap melindungi kalian." Ia membusungkan dada dengan bangga.

Rani menatap mereka bergantian. "Aku ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
PION
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tuan Kepala Terbalik
Nisa
Flash
Bronze
Nenek Tua Mengerikan
Nisa
Novel
Gold
The Raven
Noura Publishing
Novel
Bronze
Reuni di Pulau Sembah
Langit Berawan
Flash
Bronze
Satu (1)
Rere Valencia
Novel
Konflik Pernikahan Lusan
habsyah
Cerpen
Bronze
PEMBURU TOGEL ANGKA KERAMAT DI KERANDA MAYAT
Sang Alifas Yang Merumput
Flash
Sandekala
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
Surti
Herman Sim
Komik
Bronze
Me !
Willy Reichi
Flash
Bronze
Gadis Bersenandung
Sunarti
Novel
Gold
Fantasteen: Lost and Found
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Suara Penyiar Radio
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Penyiar Radio
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Cermin Kedua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Yakin Ini Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kata Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Luka Di Kota Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sahabat Ku Maafkan Aku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan 13
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Labirin Jiwa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Bersama Mereka
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Goresan Kuas Bermakna
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin