Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
7
Suka
11,611
Dibaca

Makan untuk hidup, atau hidup untuk makan; mana yang benar dari dua ungkapan itu, si Keong tidak tahu, bahkan tidak peduli. Sebagai si Bungsu dari kedua orang tua yang menganut paham kolot ‘banyak anak banyak rezeki’, si Keong ketiban sial. Sedari kecil hingga dewasa, prihatin selalu meliputinya, melilit perutnya. Meski tinggi tubuhnya, tapi kerempeng. Dalam sehari bisa mengunyah nasi bersama lauk tempe dan sayur bening, itu adalah rezeki bagi si Keong yang Kerempeng sebagai penghilang lapar.

Nasib baik berupa umur panjang yang terlimpah atas diri si Keong dari Tuhan, dia masih bisa hidup untuk makan. Rutinitas hidup untuk makan si Keong adalah bangun pagi, memanaskan motor, menjemput langganan ojek serta mengantarkan mereka sampai ke sekolah dasar. Lalu dia beristirahat barang beberapa jam di pangkalan; syukur-syukur ada orang yang mau menyewa jasa ojeknya ketika dia mengaso di pangkalan. Kemudian dia menjemput anak-anak langganan ojeknya dan mengantarkan mereka kembali ke rumah masing-masing. Sesudah itu, si Kerempeng bisa tidur barang satu jam sebelum berangkat bekerja. Pekerjaannya adalah mengantarkan laporan klinik laboratorium. Setidaknya pekerjaannya itu cukup membuat si Keong bangga ketimbang dulu saat dia mengantarkan koran kepada para langganan. Dari sepeda, naik tingkat ke sepeda motor. Pada malam hari, dia pulang ke rumah, tidur. Begitu terus setiap Senin hingga Sabtu. Hingga genap sebulan, dia m...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Harga Sebuah Kejujuran
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Dua Puluh Dua Desember
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Kompas
Hai Ra
Cerpen
Obral Obrol Tetangga
Lovaerina
Cerpen
Bronze
Hati Seorang Sahabat
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Huruf Pertama
Ismi Faiza
Cerpen
Looking Back on the Things I've Done, I was Trying to be Someone
diarymilks
Cerpen
Tamu yang Tak Pernah Datang
Ida Ayu Saraswati
Cerpen
Bronze
LALAT-LALAT BERSAYAP DURI
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
Kognisi
Arba Sono
Cerpen
GAMBAR TANPA WAJAH
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Pulang
Lisnawati
Cerpen
Bronze
Embun Yang Hilang
Langitttmallam
Cerpen
Mbak Jamu
Siska Sekar Arum Sumulyo
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Pilot
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Plung!
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Microwife
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Cegukan
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Dua Kisah dalam Satu Taring
YK-Andriyana-RBD
Flash
"Jadi" Hamil, Enggak?
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Si Gadis Berkucir Satu
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Kucing Hitam Putih
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Sosok Bapak
YK-Andriyana-RBD
Flash
Sang Pemanggil
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Si Kepala Berasap
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
YK-Andriyana-RBD