Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
7
Suka
10,921
Dibaca

Makan untuk hidup, atau hidup untuk makan; mana yang benar dari dua ungkapan itu, si Keong tidak tahu, bahkan tidak peduli. Sebagai si Bungsu dari kedua orang tua yang menganut paham kolot ‘banyak anak banyak rezeki’, si Keong ketiban sial. Sedari kecil hingga dewasa, prihatin selalu meliputinya, melilit perutnya. Meski tinggi tubuhnya, tapi kerempeng. Dalam sehari bisa mengunyah nasi bersama lauk tempe dan sayur bening, itu adalah rezeki bagi si Keong yang Kerempeng sebagai penghilang lapar.

Nasib baik berupa umur panjang yang terlimpah atas diri si Keong dari Tuhan, dia masih bisa hidup untuk makan. Rutinitas hidup untuk makan si Keong adalah bangun pagi, memanaskan motor, menjemput langganan ojek serta mengantarkan mereka sampai ke sekolah dasar. Lalu dia beristirahat barang beberapa jam di pangkalan; syukur-syukur ada orang yang mau menyewa jasa ojeknya ketika dia mengaso di pangkalan. Kemudian dia menjemput anak-anak langganan ojeknya dan mengantarkan mereka kembali ke rumah masing-masing. Sesudah itu, si Kerempeng bisa tidur barang satu jam sebelum berangkat bekerja. Pekerjaannya adalah mengantarkan laporan klinik laboratorium. Setidaknya pekerjaannya itu cukup membuat si Keong bangga ketimbang dulu saat dia mengantarkan koran kepada para langganan. Dari sepeda, naik tingkat ke sepeda motor. Pada malam hari, dia pulang ke rumah, tidur. Begitu terus setiap Senin hingga Sabtu. Hingga genap sebulan, dia m...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
Andriyana
Cerpen
Bronze
Tetangga Depan Rumah
ken fauzy
Cerpen
Bronze
Berjalan Menuju Merdeka
ardhirahma
Cerpen
Bronze
Waktu
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Surat dari Jakarta
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Keputusan Abah
T. Filla
Cerpen
Bronze
Benang Merah Kehidupan
Larasatijingga
Cerpen
Tandang
RD Sinta
Cerpen
Ban Kempes
Awal Try Surya
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-7
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Pelajaran dari Ban
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
The Supposer
Lail Arahma
Cerpen
Bronze
Malu
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Donat
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
04 Dia Tabib
Bima Kagumi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
Andriyana
Flash
"Jadi" Hamil, Enggak?
Andriyana
Novel
Bronze
Jeles
Andriyana
Cerpen
Bronze
D 1 AM
Andriyana
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
Andriyana
Novel
Bronze
Plung!
Andriyana
Novel
Bronze
Kucing Hitam Putih
Andriyana
Flash
Bronze
Microwife
Andriyana
Cerpen
Bronze
Kematian Bank Emok
Andriyana
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
Andriyana
Cerpen
Bronze
Ini tentang Cinta; Mati
Andriyana
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
Andriyana
Skrip Film
Cahaya Diani
Andriyana
Flash
Sang Pemanggil
Andriyana
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
Andriyana