Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
7
Suka
11,530
Dibaca

Makan untuk hidup, atau hidup untuk makan; mana yang benar dari dua ungkapan itu, si Keong tidak tahu, bahkan tidak peduli. Sebagai si Bungsu dari kedua orang tua yang menganut paham kolot ‘banyak anak banyak rezeki’, si Keong ketiban sial. Sedari kecil hingga dewasa, prihatin selalu meliputinya, melilit perutnya. Meski tinggi tubuhnya, tapi kerempeng. Dalam sehari bisa mengunyah nasi bersama lauk tempe dan sayur bening, itu adalah rezeki bagi si Keong yang Kerempeng sebagai penghilang lapar.

Nasib baik berupa umur panjang yang terlimpah atas diri si Keong dari Tuhan, dia masih bisa hidup untuk makan. Rutinitas hidup untuk makan si Keong adalah bangun pagi, memanaskan motor, menjemput langganan ojek serta mengantarkan mereka sampai ke sekolah dasar. Lalu dia beristirahat barang beberapa jam di pangkalan; syukur-syukur ada orang yang mau menyewa jasa ojeknya ketika dia mengaso di pangkalan. Kemudian dia menjemput anak-anak langganan ojeknya dan mengantarkan mereka kembali ke rumah masing-masing. Sesudah itu, si Kerempeng bisa tidur barang satu jam sebelum berangkat bekerja. Pekerjaannya adalah mengantarkan laporan klinik laboratorium. Setidaknya pekerjaannya itu cukup membuat si Keong bangga ketimbang dulu saat dia mengantarkan koran kepada para langganan. Dari sepeda, naik tingkat ke sepeda motor. Pada malam hari, dia pulang ke rumah, tidur. Begitu terus setiap Senin hingga Sabtu. Hingga genap sebulan, dia m...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bermain bola bersama teman di lapangan
Alfin Rifa'i
Cerpen
Wannabe
Zaki S. Piere
Cerpen
Bronze
Manusia Dan Mesin
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-7
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Rumah Kecil Laras
Amelia Sibarani
Cerpen
Bronze
Dekap Rindu
Djoana Jasmine
Cerpen
Bronze
Pemimpin Negeri Sipil
spacekantor
Cerpen
Bronze
Beras Orang Kaya
Godok
Cerpen
Luka di Lutut Alberto & Kisah Monogusha Taro yang Ganjil
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Tiba Tiba Jodoh
Rizkia Khoirul Anwar
Cerpen
The Real Lie Detector
Tia Dia
Cerpen
Bronze
Trauma
Titin Widyawati
Cerpen
Lalu Pak Slamet Meng"iyakan"
Mus'ad Firdaus
Cerpen
Burung di Luar Sangkar
zain zuha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
YK-Andriyana-RBD
Flash
Sang Pemanggil
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Kucing Hitam Putih
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Sosok Bapak
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Microwife
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Berlari dari Kematian
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Plung!
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Si Kepala Berasap
YK-Andriyana-RBD
Flash
"Jadi" Hamil, Enggak?
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Cegukan
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Burung-Burung Itu Tak Berkata Lagi
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
D 1 AM
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
YK-Andriyana-RBD