Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
7
Suka
11,987
Dibaca

Makan untuk hidup, atau hidup untuk makan; mana yang benar dari dua ungkapan itu, si Keong tidak tahu, bahkan tidak peduli. Sebagai si Bungsu dari kedua orang tua yang menganut paham kolot ‘banyak anak banyak rezeki’, si Keong ketiban sial. Sedari kecil hingga dewasa, prihatin selalu meliputinya, melilit perutnya. Meski tinggi tubuhnya, tapi kerempeng. Dalam sehari bisa mengunyah nasi bersama lauk tempe dan sayur bening, itu adalah rezeki bagi si Keong yang Kerempeng sebagai penghilang lapar.

Nasib baik berupa umur panjang yang terlimpah atas diri si Keong dari Tuhan, dia masih bisa hidup untuk makan. Rutinitas hidup untuk makan si Keong adalah bangun pagi, memanaskan motor, menjemput langganan ojek serta mengantarkan mereka sampai ke sekolah dasar. Lalu dia beristirahat barang beberapa jam di pangkalan; syukur-syukur ada orang yang mau menyewa jasa ojeknya ketika dia mengaso di pangkalan. Kemudian dia menjemput anak-anak langganan ojeknya dan mengantarkan mereka kembali ke rumah masing-masing. Sesudah itu, si Kerempeng bisa tidur barang satu jam sebelum berangkat bekerja. Pekerjaannya adalah mengantarkan laporan klinik laboratorium. Setidaknya pekerjaannya itu cukup membuat si Keong bangga ketimbang dulu saat dia mengantarkan koran kepada para langganan. Dari sepeda, naik tingkat ke sepeda motor. Pada malam hari, dia pulang ke rumah, tidur. Begitu terus setiap Senin hingga Sabtu. Hingga genap sebulan, dia m...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Rindu Gaharu
Nisa Dewi Kartika
Cerpen
Bronze
A Little Secret
Brilijae(⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧
Cerpen
MBG-Makan Bergizi Gratis
Yovinus
Cerpen
Sarma's Story
Brigita Tampubolon
Cerpen
Bronze
Larung Layang
Eva Maulidiyah BL
Cerpen
Bronze
Ulang Lahir
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Kristal Filsuf
Zaki S. Piere
Cerpen
Bola-Bola Ibu dan Panggung yang Tak Pernah Tutup
Nur Khalifahtul jannah
Cerpen
Bronze
Alasan Tuhan!
Titin Widyawati
Cerpen
Alamat yang Ditulis Ulang Hujan
Tresnaning Diah
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh (Tamat)
Munkhayati
Cerpen
Bronze
"Puss. . . Meong. . . "
Izzatunnisa Galih
Cerpen
Bronze
Si Pendidikan Negeri Sipil Bag-1
spacekantor
Cerpen
Bronze
Lembar Catatan dari Pelabuhan Sunyi
Tourtaleslights
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
YK-Andriyana-RBD
Flash
"Jadi" Hamil, Enggak?
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Plung!
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Demi Ibu, Demi Cinta
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Microwife
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Si Gadis Berkucir Satu
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Jeles
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
D 1 AM
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Si Kepala Berasap
YK-Andriyana-RBD
Novel
Bronze
Kucing Hitam Putih
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
YK-Andriyana-RBD
Flash
Bronze
Sosok Bapak
YK-Andriyana-RBD