Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Manusia Kayu
0
Suka
5,017
Dibaca

“Trias kamu jarang banget aktif di komunitas, kenapa nih? Apa akhir-akhir ini ada masalah yang buat kamu jadi mangkir?” Suara kalem milik perempuan yang bertanya padaku barusan menjadi pemecah keheningan di tengah taman kota. 

Akupun mengerling dan menatap temanku bernama Aisya. Mencoba mendapat moment ketika pelupuk mata yang tak lain menjadi penyumbang jeda berpikir itu memberi aba-aba. “Iyah, Sya,” jawab sekenaku. 

“Iyah aja gitu? Aku yakin deh kalau kamu akhir ini lagi memendam masalahmu sendiri,” tebak Aisya. 

Saat ini akupun mulai mengumpulkan keberanian dan tekad, menjawab Aisya supaya nggak lagi penasaran. “Mungkin aku yang bodoh, Sya…,” ujarku membuat sebelah alis mata Aisya naik satu pangkat. 

“Maksudmu, Tri? Yuklah cerita mumpung kita berdua bisa hangout bareng,” bujuk Aisya ingin agar aku nggak setengah-setengah. 

“Iya, maksudku adalah aku lagi bodoh aja. Ngapain aku selama ini nggak memaksimalkan hidup aku? Usaha yang lebih keras mungkin atau ambil konsekuensi lain dari nasibku sekarang ini. Kamus di dunia aku cuman satu aja. Biar sukses,” keluhku sedang dib...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Manusia Kayu
anargya andini damarashri
Cerpen
Batas Pacuan
Kopa Iota
Cerpen
Bronze
Mar dan Selaksa Dendam
saharbanu Mulahela
Cerpen
Seperti mati, hidup juga punya banyak alasan
tseasalt
Cerpen
Janu Kara
RD Sinta
Cerpen
Mama, I'm Lose
ruang.amy.gdala
Cerpen
Harapan Yuna dan Yuni
Mutia Ramadhanti
Cerpen
Bronze
Eyang
Syifana Khansa Salsabila
Cerpen
Nenek Penyapa Jalan
zain zuha
Cerpen
Bronze
Waktu
Titin Widyawati
Cerpen
Seorang Asing
Billy Yapananda Samudra
Cerpen
Kristal Filsuf
Zaki S. Piere
Cerpen
Bandang
Hans Wysiwyg
Cerpen
Wannabe
Zaki S. Piere
Cerpen
Bronze
Menyesal Setelah Kehilangan
Ardelia Rafilah Basya
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Manusia Kayu
anargya andini damarashri