Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Malam di Sungai Lamandau
0
Suka
5,587
Dibaca
Kedatangan di Desa Sungai Lamandau

Hujan rintik-rintik mengiringi langkah kaki mereka saat turun dari mobil bak terbuka. Dina—kali ini sebagai ketua tim KKN—memandang sekeliling dengan napas berat. Desa Sungai Lamandau berada di tepian sungai besar yang membelah dua kecamatan di Sulawesi Selatan. Airnya keruh kecokelatan, tenang di permukaan, namun dalam dan misterius.

“Serius di sini tempat kita KKN? Kok kayak… sepi banget,” gumam Ari, rekan satu timnya, sambil menggeser tas ranselnya.

Pak Rahmat, kepala desa, menyambut mereka dengan senyum tipis. “Selamat datang. Maaf kalau desa kami sederhana. Tapi selama kalian di sini, tolong patuhi semua aturan yang kami tetapkan, ya.”

Dina mengangguk. “Tentu, Pak. Aturan seperti apa?”

Pak Rahmat tidak langsung menjawab. Ia hanya menunjuk ke arah sungai. “Jangan menyeberang jembatan setelah magrib. Jangan memancing di sungai malam Jumat. Dan… jangan pernah menyebut nama Lamandau dengan nada mengejek.”

Ari tertawa kecil, mengira itu hanya mitos desa. “Kenapa memang, Pak? Nanti disamperin hantu?”

Pandangan tajam Pak Rahmat membuatnya langsung diam. “Anak muda… kalian mungkin belum tahu, tapi sungai ini punya penunggu. Bukan hantu biasa. Dia penjaga air, tapi sudah lama marah karena banyak yang melanggar larangan. Beberapa tahun lalu… tiga orang pemuda hilang di sana.”

Suasana hening. Angin dari arah sungai berhembus dingin, membawa aroma lumpur dan daun basah.

Malam pertama di posko mereka, suasana relatif tenang. Posko itu sebuah rumah panggung kayu di tepi jalan desa, sekitar 200 meter dari jembatan kayu yang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Malam di Sungai Lamandau
Risti Windri Pabendan
Novel
The Fifth Sense
Iqsal Anaqi Santosa
Novel
Sihir Kiriman Pacar
Hororgenre70
Novel
Bronze
Tangisan Tengah Malam
Franciarie
Novel
Bronze
Break My Loneliness
nur aeni
Flash
Bronze
Uang berdarah
Bungaran gabriel
Flash
Dua Boneka Tanpa Nama
Priy Ant
Flash
Bronze
Misteri Kematian Besok
Best Siallagan
Flash
Bronze
Jangan Lihat Ke Belakang
Nisa
Flash
Pelempar Pasir Misterius di Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Flash
Anak Kecil dibalik lemari
anaibeterbangan
Novel
Pembalasan Setimpal
Desi Puspitasari
Cerpen
Bronze
Arah Kompas
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gold
We Have Always Lived in the Castle
Mizan Publishing
Novel
Wolves Heart
Roy Rolland
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Malam di Sungai Lamandau
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Panggilan Telepon Tengah Malam
Risti Windri Pabendan
Novel
Bronze
Semalam Seharga Satu Miliar
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Chat Salah Kirim
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Salah Kirim Chat
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Kopi Pahit di Kantin
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Hujan di Balkon
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Pesan Terakhir
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Misteri Hutan Rongkong
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Malam Terakhir di Rumah Tua
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Janji di Stasiun
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Bangku Taman yang Sama
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Tumbal di Sumur Tua
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Tangisan dari Gunung Latimojong
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Kursi Kosong di Perpustakaan
Risti Windri Pabendan