Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Maafkan Mama
0
Suka
14,178
Dibaca

Ayuna menggenggam tangan sauminya dengan erat, “Mas Rozan harus bertahan, ada anak kita yang akan lahir."

Rozan menatap lurus pada Ayuna, lalu berkata dengan nada lirih, “Maafkan aku…”

“Tidaaakk. Kamu harus kuat demi aku dan anak kita,” ucap Ayuna dengan tegas.

Tautan tangan Ayuna dan Rozan terlepas ketika perawat mendorong brankar masuk ke dalam ruang ICU.

Ayuna duduk dengan lemah di kursi tunggu ruangan ICU sedang menunggu kabar dari dokter.

Ayuna merintih kesakitan sambil memegangi perutnya, lalu berteriak histeris, “Aarrrrrgghhh.”

Perawat yang melihat Ayuna merintih kesakitan segera menghampiri, “Ibu tidak apa-apa?”

Ayuna menjawab dengan nada lemah, “Sus, perut saya sakit.”

Suster melihat kondisi Ayuna perutnya membuncit besar, “Ibu kontraksi."

Ayuna mengangguk lemah.

Perawat mencoba menenangkan Ayuna, lalu berkata, “Ibu tolong tunggu, saya akan segera mungkin kembali dengan membawa kursi roda."

Perawat segera berjalan dengan cepat, dia mencari bantuan, “Tolooong siapkan kursi roda ada yang ingin melahirkan."

 

Cklak!

 

Perawat membuka pintu ruangan dokter kandungan, lalu berkata, “Dok, ada keadaan darurat di ruang ICU, saya melihat seorang wanita hamil sedang merintih kesakitan sepertinya akan melahirkan karena kondisi perutnya sudah besar saat ini mengalami kontraksi.”

Dokter wanita itu menghela napas dengan kasar, dirinya baru saja selesai melakukan operasi cesar, lalu bertanya, “Tidak ada dokter kandungan selain diriku?”

Perawat yang memperhatikan dokternya itu dengan wajah lelahnya, “Tidak ada, Dok."

Dokter wanita itu segera keluar dari ruangannya, “Baiklah, mari kita selamatkan wanita itu."

Perawat menyusul dokter itu dengan membawa kursi roda.

Kondisi Ayuna semakin lemah, dia merasakan kontraksi yang luar biasa.

Tak membutuhkan waktu lama dokter kandungan dan perawat telah datang menghampiri Ayuna.

Dokter wanita itu mendekat ke arah Ayuna, “Tolong bertahan."

Dokter dan perawat segera memapah Ayuna untuk duduk pada kursi roda.

Dokter mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan rumah sakit, lalu bertanya pada Ayuna, ”Suami ibu, dimana?”

Ayuna menjawabnya sambil merintih kesakitan, “Suami saya sedang berjuang di ruangan ICU. Aarrrgggh, sakiiiit dokter."

Dokter kandungan itu mengangguk.

Ayuna segera di larikan ke ruang bersalin dengan dokter dan perawat. Dokter memberikan instruksi pada Ayuna untuk kelahiran sang buah hati.

Air mata Ayuna jatuh ke pipi mulusnya saat ini melahirkan sang buah hati tidak di temani oleh suaminya.

Beberapa jam kemudian terdengar suara tangisan bayi yang sangat nyaring menggema ke seluruh ruangan rumah sakit. Ayuna kembali meneteskan air mata ketika dokter mengangkat seorang bayi mungil yang penuh dengan darah.

 

Dokter berkata, “Laki-laki, bu. Putra yang tampan."

 

Ayuna tersenyum lemah, ”Alhamdullilah.”


Mata Ayuna melihat seorang bayi mungil yang sedang di bersi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Maafkan Mama
Moycha Zia
Novel
Gold
BECOMING
Noura Publishing
Novel
Tetap menantimu
yopi
Skrip Film
KALA SENJA DI KEMARAU
Ara Segara
Skrip Film
Terputih Dalam Hitam
Vitri Dwi Mantik
Novel
Bronze
End Of Age ~Novel~
Herman Siem
Novel
CALYPSO IS DOWN
Efi supiyah
Novel
KARMA KITA
Novia dewi
Skrip Film
Anoksia
Alfian N. Budiarto
Novel
Menanti Hujan Teduh
Isti Anindya
Novel
TETANGGA RAYA
Alfiatun Umi Latifah
Novel
The Pink Velvet: Life Altering
Wachyudi
Flash
Dua
Rifatia
Cerpen
Seberkas Asa dalam Kisah
Aqil Azizi
Novel
Gadis itu Bernama MAURA
Ahmad Barnash
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Maafkan Mama
Moycha Zia
Novel
Bunga Tak Bertangkai
Moycha Zia
Flash
Bronze
Sepotong Roti Bakar Untuk Alisha
Moycha Zia
Novel
Cinta Gadis Dalam Senyap Lara
Moycha Zia
Novel
Satu Mie Tiga Mangkuk
Moycha Zia
Novel
Mistery Ketua Klub Renang
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Vannie
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Oleh-oleh
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Curhatan Hati Anisa
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Gadis Pipi Chubby
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Pria di ujung Senja
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Di Balik Luka Ada Rumah
Moycha Zia
Flash
Bronze
Menanti Kau
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Sora dan Keputusannya
Moycha Zia