Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Maafkan Mama
0
Suka
13,897
Dibaca

Ayuna menggenggam tangan sauminya dengan erat, “Mas Rozan harus bertahan, ada anak kita yang akan lahir."

Rozan menatap lurus pada Ayuna, lalu berkata dengan nada lirih, “Maafkan aku…”

“Tidaaakk. Kamu harus kuat demi aku dan anak kita,” ucap Ayuna dengan tegas.

Tautan tangan Ayuna dan Rozan terlepas ketika perawat mendorong brankar masuk ke dalam ruang ICU.

Ayuna duduk dengan lemah di kursi tunggu ruangan ICU sedang menunggu kabar dari dokter.

Ayuna merintih kesakitan sambil memegangi perutnya, lalu berteriak histeris, “Aarrrrrgghhh.”

Perawat yang melihat Ayuna merintih kesakitan segera menghampiri, “Ibu tidak apa-apa?”

Ayuna menjawab dengan nada lemah, “Sus, perut saya sakit.”

Suster melihat kondisi Ayuna perutnya membuncit besar, “Ibu kontraksi."

Ayuna mengangguk lemah.

Perawat mencoba menenangkan Ayuna, lalu berkata, “Ibu tolong tunggu, saya akan segera mungkin kembali dengan membawa kursi roda."

Perawat segera berjalan dengan cepat, dia mencari bantuan, “Tolooong siapkan kursi roda ada yang ingin melahirkan."

 

Cklak!

 

Perawat membuka pintu ruangan dokter kandungan, lalu berkata, “Dok, ada keadaan darurat di ruang ICU, saya melihat seorang wanita hamil sedang merintih kesakitan sepertinya akan melahirkan karena kondisi perutnya sudah besar saat ini mengalami kontraksi.”

Dokter wanita itu menghela napas dengan kasar, dirinya baru saja selesai melakukan operasi cesar, lalu bertanya, “Tidak ada dokter kandungan selain diriku?”

Perawat yang memperhatikan dokternya itu dengan wajah lelahnya, “Tidak ada, Dok."

Dokter wanita itu segera keluar dari ruangannya, “Baiklah, mari kita selamatkan wanita itu."

Perawat menyusul dokter itu dengan membawa kursi roda.

Kondisi Ayuna semakin lemah, dia merasakan kontraksi yang luar biasa.

Tak membutuhkan waktu lama dokter kandungan dan perawat telah datang menghampiri Ayuna.

Dokter wanita itu mendekat ke arah Ayuna, “Tolong bertahan."

Dokter dan perawat segera memapah Ayuna untuk duduk pada kursi roda.

Dokter mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan rumah sakit, lalu bertanya pada Ayuna, ”Suami ibu, dimana?”

Ayuna menjawabnya sambil merintih kesakitan, “Suami saya sedang berjuang di ruangan ICU. Aarrrgggh, sakiiiit dokter."

Dokter kandungan itu mengangguk.

Ayuna segera di larikan ke ruang bersalin dengan dokter dan perawat. Dokter memberikan instruksi pada Ayuna untuk kelahiran sang buah hati.

Air mata Ayuna jatuh ke pipi mulusnya saat ini melahirkan sang buah hati tidak di temani oleh suaminya.

Beberapa jam kemudian terdengar suara tangisan bayi yang sangat nyaring menggema ke seluruh ruangan rumah sakit. Ayuna kembali meneteskan air mata ketika dokter mengangkat seorang bayi mungil yang penuh dengan darah.

 

Dokter berkata, “Laki-laki, bu. Putra yang tampan."

 

Ayuna tersenyum lemah, ”Alhamdullilah.”


Mata Ayuna melihat seorang bayi mungil yang sedang di bersi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
HURT (the love triangle)
Arum safitri
Novel
Non Alatum
Pearl Bellis
Novel
Adora
Puteri M.
Novel
Bronze
DEDARE INGES
K. Z. Asri
Novel
Hujan redha, setumpuk buku dan kisah cinta
M. Ruddy
Skrip Film
Diary-nya
Riwisssss
Cerpen
Tentara Yang Sendirian
Noer Eka
Cerpen
Bronze
Tujuh Daun Bidadari
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Maafkan Mama
Moycha Zia
Skrip Film
What Lies Above
revin palung
Skrip Film
TAJAM KE BAWAH, TUMPUL KE ATAS
Rafi Adam Pangestu
Novel
Some Wishes
pandabou
Novel
Sebelum Rumah Menjadi Sepi
GAZALI
Skrip Film
Kekasih Titipan
Ravistara
Skrip Film
ADYAKALA
Nuriska Beby P
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Maafkan Mama
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Vannie
Moycha Zia
Novel
Satu Mie Tiga Mangkuk
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Curhatan Hati Anisa
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Oleh-oleh
Moycha Zia
Novel
Cinta Gadis Dalam Senyap Lara
Moycha Zia
Novel
Bunga Tak Bertangkai
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Gadis Pipi Chubby
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Sora dan Keputusannya
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Di Balik Luka Ada Rumah
Moycha Zia
Cerpen
Bronze
Pria di ujung Senja
Moycha Zia
Flash
Bronze
Sepotong Roti Bakar Untuk Alisha
Moycha Zia
Flash
Bronze
Menanti Kau
Moycha Zia
Novel
Mistery Ketua Klub Renang
Moycha Zia