Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Lorong Kosong di Lantai Tiga
1
Suka
8,566
Dibaca

Hujan baru saja reda ketika Dina menurunkan kopernya di depan sebuah bangunan kos tua di pinggiran kota. Bangunannya tiga lantai, cat kremnya sudah mengelupas di banyak sudut, papan namanya setengah pudar: KOS PUTRI RATNA. Meski tampak kumuh, harganya jauh lebih murah dibanding kos-kosan lain yang sempat ia survei. Sebagai mahasiswi baru yang harus menghemat, pilihan ini terasa “masuk akal”, meski hatinya masih diliputi ragu.

“Dina, ya?” Suara serak seorang perempuan paruh baya membuatnya menoleh. Perempuan itu bertubuh agak gemuk, memakai daster bunga-bunga dan sandal jepit. Senyumnya ramah, tapi entah kenapa mata itu terasa… lelah.

“Iya, Bu. Saya yang sudah janjian lewat WA,” jawab Dina, mencoba terdengar ceria. Tangannya dingin memegang gagang koper.

“Masuk dulu. Hati-hati, anak tangganya agak licin kalau habis hujan,” ujar Bu Ratna, sambil melangkah pelan menuju pintu besi yang berderit saat dibuka.

Begitu masuk, aroma apek langsung menyambut. Lorong lantai dasar sempit, hanya cukup untuk dua orang berpapasan. Dindingnya penuh bercak lembap, lampu neon berkedip-kedip. Dina menahan batuk. Ah, mungkin cuma perlu dibersihkan, pikirnya.

Kamar Dina berada di lantai dua. Sambil menaiki tangga besi yang sedikit berkarat, ia sempat melirik ke atas. Lantai tiga tampak gelap. Lampu di sana mati, dan tidak ada suara kehidupan. Hanya bayangan tiang dan dinding kusam.

“Lantai tiga kosong, ya, Bu?” tanyanya iseng.

Bu Ratna berhenti sejenak, tangannya menggenggam pegangan tangga lebih erat. “Iya. Sudah lama nggak dipakai. Bocor di sana-sini. Jangan ke sana dulu, ya. Nanti kalau ada yang rusak, malah baha...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Lorong Kosong di Lantai Tiga
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
NGABEN
Rayasa Kherta
Flash
Bronze
Psikopat
Aiharu Story
Flash
Setelah Aku Mati
Vanillarose
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
Mereka di Sini
Jasma Ryadi
Novel
MISTERI RUMAH BAMBU DI BUKIT WINGIT
Embart nugroho
Novel
Bronze
Ruwatan Misteri
Nurul Adiyanti
Cerpen
Bronze
AUL
Rian Nugraha
Novel
Bronze
Pedalaman Gumantra
Randy Arya
Cerpen
Bronze
Serigala dan Perempuan Naga di Ladang Terlarang
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Ruang X0
Juliana
Novel
Erau: Festival untuk yang Hidup dan Mati"
Muhammad Agra Pratama Putra
Cerpen
Bronze
Tiga Hari Berpetualang di Alam Lain
Siti Nashuha
Cerpen
Bronze
KEDASIH
Alfi Riyatin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Lorong Kosong di Lantai Tiga
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Bayangan di Jendela
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Janur di Bawah Pohon Beringin
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Pintu Kamar Nomor 7
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Bayangan di Benteng Batupasi
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Mantra Pelakor
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Langkah di Balik Anyaman Bambu
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Janji di Stasiun
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Pesan Terakhir
Risti Windri Pabendan
Novel
Bronze
Antara Kamu dan Dia
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Ketemu Mantan di Warteg
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Tau-Tau yang Tersenyum
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Kutukan Danau Matano
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Tangan Hitam dari Hutan Bawakaraeng
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Tiga Detik Terakhir
Risti Windri Pabendan