Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Lorong Kosong di Lantai Tiga
1
Suka
8,130
Dibaca

Hujan baru saja reda ketika Dina menurunkan kopernya di depan sebuah bangunan kos tua di pinggiran kota. Bangunannya tiga lantai, cat kremnya sudah mengelupas di banyak sudut, papan namanya setengah pudar: KOS PUTRI RATNA. Meski tampak kumuh, harganya jauh lebih murah dibanding kos-kosan lain yang sempat ia survei. Sebagai mahasiswi baru yang harus menghemat, pilihan ini terasa “masuk akal”, meski hatinya masih diliputi ragu.

“Dina, ya?” Suara serak seorang perempuan paruh baya membuatnya menoleh. Perempuan itu bertubuh agak gemuk, memakai daster bunga-bunga dan sandal jepit. Senyumnya ramah, tapi entah kenapa mata itu terasa… lelah.

“Iya, Bu. Saya yang sudah janjian lewat WA,” jawab Dina, mencoba terdengar ceria. Tangannya dingin memegang gagang koper.

“Masuk dulu. Hati-hati, anak tangganya agak licin kalau habis hujan,” ujar Bu Ratna, sambil melangkah pelan menuju pintu besi yang berderit saat dibuka.

Begitu masuk, aroma apek langsung menyambut. Lorong lantai dasar sempit, hanya cukup untuk dua orang berpapasan. Dindingnya penuh bercak lembap, lampu neon berkedip-kedip. Dina menahan batuk. Ah, mungkin cuma perlu dibersihkan, pikirnya.

Kamar Dina berada di lantai dua. Sambil menaiki tangga besi yang sedikit berkarat, ia sempat melirik ke atas. Lantai tiga tampak gelap. Lampu di sana mati, dan tidak ada suara kehidupan. Hanya bayangan tiang dan dinding kusam.

“Lantai tiga kosong, ya, Bu?” tanyanya iseng.

Bu Ratna berhenti sejenak, tangannya menggenggam pegangan tangga lebih erat. “Iya. Sudah lama nggak dipakai. Bocor di sana-sini. Jangan ke sana dulu, ya. Nanti kalau ada yang rusak, malah baha...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Lorong Kosong di Lantai Tiga
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Lonceng Berdentang
Christian Shonda Benyamin
Flash
Sentuhan di Mushola Teluk Betung
Amrullah Ibrahim
Skrip Film
ADARUSA
Nicko Falih Al Furqon
Cerpen
Dendam Arwah
Amelia Purnomo
Flash
JAGACHANDRA SUMANJO
Priy Ant
Novel
MISTERI RUMAH BAMBU DI BUKIT WINGIT
Embart nugroho
Novel
Desa Misterius di Pedalaman Kalimantan
Achmad Benbela
Novel
Bronze
Pancajiwa
Nikodemus Yudho Sulistyo
Flash
Bronze
The Ghost
mahes.varaa
Novel
Kabar Duka
Maureen Fatma
Novel
Shafa & Kuntilanak Jahil
Putri Utama
Novel
Bronze
Sesal
an sanaz
Novel
Deal with The Devil
bileikha
Flash
Berita Kematian
Ahmad R. Madani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Lorong Kosong di Lantai Tiga
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Hujan dan Payung Satu-satunya
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Mantra Pelakor
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Kurir vs Emak-emak
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Salah Kirim Chat
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Panggilan Telepon Tengah Malam
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Tau-Tau yang Tersenyum
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Malam Terakhir di Rumah Tua
Risti Windri Pabendan
Skrip Film
Tongkonan Terakhir
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Chat yang Tak Pernah Terkirim
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
HP Jatuh di WC
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Detik Terakhir
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Hujan di Balkon
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Tukang Parkir Gaib
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Kutukan Danau Matano
Risti Windri Pabendan