Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Levanter
0
Suka
1,499
Dibaca

Page 1

"Plaaaak!" kepala Lilac menunduk mendapat tamparan keras dari Asya, kakak tingkatnya di kampus. Sambil memegang pipinya yang panas, Lilac tersenyum dan mengangkat wajahnya, menyingkirkan helaian rambut yang menutup wajah dan mengenai bibirnya.

"Udah?" tanya Lilac menatap nyalang Asya.

Asya sudah mengangkat tangan untuk menampar Lilac lagi, sebelum tangannya dihentikan cengkeram erat tangan pria dengan urat-urat menonjol yang menandakan betapa kerasnya genggaman itu mencegah Asya.

Tatapan tajam Neo membuat nyali Asya menciut. Pria dengan mata sipit, berkulit putih dengan tindik di ujung pelipis itu seolah ingin menguliti Asya ditempat, tak peduli bisik-bisik mahasiswa lain di kantin fakultas komunikasi siang itu.

Neo membanting tangan Asya hingga membuat Asya meringis kesakitan.

"Neo, kamu belain jalang ini?" tanya Asya.

Mantan kekasih Neo itu seolah tak terima ketika tahu pria yang menjadi idola di kampusnya itu tiba-tiba mengakhiri hubungan mereka dan kini mengumumkan hubungan baru dengan adik tingkat mereka, mahasiswi pindahan. Asya yang terbiasa mendapat pujian, merasa hal itu seperti hinaan, karena dia harus kalah dari anak baru.

Asya lupa bahwa Lilac tak kalah menarik dibanding dirinya. Memiliki wajah campuran membuat Lilac mempesona.

"Udah?" tanya Neo dingin, yang disadari Asya bahwa ini pertanda buruk karena Neo tak lagi menatapnya penuh cinta seperti dulu.

Tak mendapat jawaban dari Asya, Neo menarik tangan Lilac untuk meninggalkan kantin dan berhenti menjadi tontonan gratis mahasiswa yang sedang makan siang.

Dikenal sebagai model yang sedang naik daun, memang sosok Neo tidak bisa dilepaskan begitu saja. Tubuh tinggi dan terpahat sempurna, seolah Tuhan sedang sangat bahagia ketika menciptakan Neo. Semua kesempurnaan ada pada dirinya. Nilai terbaik di jurusan Arsitektur, meskipun tak ada yang tahu siapa orangtua Neo, tapi dengan melihat mobil atau barang-barang yang menempel di tubuhnya, semua tahu bahwa dia terlahir sebagai anak keluarga kaya.

"Coba bilang, kenapa bisa ditampar Asya?" tanya Neo lembut.

Mengamati wajah Neo yang jelas jauh berbeda dibanding saat berhadapan dengan Asya, sebenarnya dalam hati Lilac timbul rasa takut, takut kelak sosok itu akan muncul di hadapannya.

"Kamu sebenernya udah beres belum sih hubungannya sama Asya?" tanya Lilac dengan suara tegasnya.

"Udah, kalau belum selesai enggak mungkin aku sama kamu," jawab Neo singkat sambil memutar tubuhnya untu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp7.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Awan Tanpa Rupa
ANCALASENJA
Cerpen
Bronze
Levanter
Tantan
Novel
Letter
Langit_Berlari
Novel
Becoming a Mother to Myself
Pens_Aether
Komik
Bronze
Happiness
Moh yoga
Skrip Film
ALBIRU (skrip)
Ratna Arifian
Skrip Film
K: Kisah, Cinta & Kita
Vivin Aprilia
Flash
SI JOMBLO PUNYA SUARA
Mega Puji Indrawati
Flash
Anonim di Argo Parahyangan
Cheri Nanas
Flash
Bronze
Kolak Labu
AndikaP
Cerpen
SEKOLAH NERAKA
Naftalia Sastra
Skrip Film
Ayahku Tak Punya Mobil
Resti Dahlan
Skrip Film
HAPPINESS IN THE LITTLE THINGS
Reiga Sanskara
Flash
Sebelas-Duabelas
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
senja di ujung senja
susi purwaningsih
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Levanter
Tantan
Cerpen
His Humor Vitreous
Tantan
Skrip Film
Paus dan Kucing
Tantan
Cerpen
Tetanggaku Alien
Tantan
Cerpen
Bronze
Ice Americano, Please
Tantan
Cerpen
Bronze
Phoebe
Tantan
Cerpen
Bronze
Her Prayer
Tantan
Cerpen
Bronze
Sleeping Under the Rain
Tantan
Cerpen
Bronze
His Humor Vitreous P.2
Tantan
Cerpen
His Humor Vitreous- Side story of Joshua
Tantan
Cerpen
Bronze
Levanter 2
Tantan
Novel
Gading
Tantan