Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Letter in October.
0
Suka
20,058
Dibaca

Hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan raga membuat orang-orang yang berkumpul di depan sebuah warung makan sederhana tampak betah berlama-lama. Mereka duduk di satu tempat yang sama sembari dengan fokus mendengarkan berita terkini mengenai gembar-gembor pemerintah pusat untuk menggulingkan kekuatan organisasi berpaham kiri dari negara Indonesia.

Seorang ibu yang tengah membersihkan mangkuk pun tampak begitu fokus mendengarkan hingga keningnya yang halus terlihat berkerut. Bapak-bapak yang tengah duduk berkumpul sembari menyesap secangkir kopi pun ikut mengerutkan kening saat berita dari radio itu sampai ke telinga mereka.

"Sejak proses pengangkatan mayat-mayat jenderal besar itu ramai diperbincangkan, orang-orang mulai semakin berani dan gencar untuk membasmi komunis."

Tiga orang bapak-bapak yang mendengar opini rekan mereka itu mengangguk tegas yang menandakan bahwa mereka sepaham dengan pendapat pria bercelana hitam dengan sarung coklat tersampir di pundak kirinya itu.

"Itu tragedi naas yang menyisakan duka mendalam. Ternyata benar ada saudara kita sendiri yang tega melakukan itu pada jenderal besar yang sudah berjasa besar bagi negara."

"Bukankah mereka yang seperti itu sama saja dengan penjajah? Lalu apa arti merdeka jika masih ada oknum berani bertindak di bawah payung ideologi yang tak sesuai Pancasila seperti Cakrabirawa? Dunia memang sudah gila."

Helaan napas salah seorang pria yang memakai kopyah hitam membuat rekan-rekannya turut merasa lesu seketika.

Sebagai negara yang belum terlalu lama merasakan kemerdekaan, peristiwa yang disebut oleh Soeharto sebagai gerakan 30 September yang didalangi oleh PKI membuat luka dalam hati rakyat Indonesia seperti tersiram garam. Belum selesai duka akan penjajahan dar...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
Letter in October.
Adelia Indah Junianti
Flash
Kalau saat itu aku tidak diam. . .
lidia afrianti
Novel
Bukan Perawan
Isdamaya Seka
Novel
Gold
The Portrait of a Lady
Mizan Publishing
Novel
Love Troublemaker
Maudia Pwk
Cerpen
Selamat Tinggal Cinta
Dara Kirana
Novel
Terpaksa Meninggalkan Masa Lalu
Naily Infiroha
Novel
Dia Yang Tidak Mencintaiku
Kamalsyah Indra
Cerpen
Sebuah Janji
Intan Andaru
Cerpen
Bronze
Takdir di Ujung Waktu
mareta amelia
Cerpen
Janji Desember
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
KISAH TAK TERLUPA
Linda Fadilah
Novel
Radevarsa
Biru
Cerpen
Sebuah Nama, Abram
Ovianty
Komik
Ruang Hampa
Jacqueline Jesseline
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Letter in October.
Adelia Indah Junianti