Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Lembar Catatan dari Pelabuhan Sunyi
0
Suka
2,648
Dibaca

Kau, yang membaca ini.

Mungkin kau sedang bersembunyi. Mungkin kau sedang menunggu mati. Mungkin kau sedang mencari satu alasan untuk tetap bertahan.

Aku tidak tahu siapa kau. Aku tidak tahu namamu mungkin namamu sudah dihapus, seperti namaku. Tapi aku tahu kau ada. Dan selama kau ada, masih ada yang bisa kau lakukan.

Ambil apa yang kau butuh. Tinggalkan sisanya. Tapi jangan biarkan mereka menghapusmu sepenuhnya.

  —Seorang Silombra, Pelabuhan Sunyi

Aku sudah menulis selama aku masih ingat.

Bukan karena aku ingin. Tapi karena aku takut bahwa suatu hari, tidak ada yang akan mengingat apa yang terjadi di sini. Tidak ada yang akan mengingat nama-nama yang hilang. Tidak ada yang akan mengingat pengetahuan yang mati bersama mereka yang memilikinya.

Aku tidak punya nama. Aku tidak punya Tassex. Aku tidak punya apa pun yang bisa mereka gunakan untuk mengidentifikasiku. Tapi aku punya ingatan. Dan ingatan, di negeri ini, adalah dokumen paling berbahaya yang bisa kau miliki.

Mereka menyebutku Silombra. Hantu Administratif. Manusia yang ada secara biologis bernapas, berdarah, bisa mati kelaparan seperti manusia lain tapi tidak ada secara sistem. Tidak tercatat. Tidak diakui. Tidak dihitung dalam sensus mana pun, tidak berhak atas jatah mana pun, tidak punya nama yang bisa dipanggil di depan pengadilan mana pun karena secara hukum, nama itu tidak eksis.

Aku adalah salah satu dari ribuan.

Aku tidak tahu kapan tepatnya aku menjadi Silombra. Mungkin sejak aku lahir. Mungkin sejak aku tiba di pelabuhan ini. Mungkin sejak suatu hari, tanpa peringatan, namaku dihapus dari daftar dan tidak ada yang bertanya mengapa. Yang aku tahu: suatu pagi aku bangun dan menyadari bahwa aku tidak lagi dianggap ada oleh siapa pun yang berkuasa.

Dan aku juga menyadari bahwa banyak dari kita begitu banyak dari kita hidup dalam kondisi yang sama. Kita adalah bayang-bayang yang bergerak di antara dermaga dan gudang, bekerja tanpa upah, makan tanpa izin, tidur tanpa tempat yang benar-benar milik kita. Kita ada, tapi kita tidak ada. Kita hidup, tapi kita mati berkali-kali setiap hari.

Orang-orang yang punya nama tidak melihat kita. Mereka berjalan melewati kita seperti melewati tiang-tiang dermaga. Mereka tidak menyapa, tidak menegur, tidak mengakui bahwa kita adalah manusia seperti mereka. Dan setelah beberapa waktu, kita mulai meragukan diri kita sendiri. Mungkin kita memang tidak ada. Mungkin kita hanyalah hantu yang belum sadar bahwa mereka sudah mati.

Tapi kemudian seseorang mengajarimu sesuatu. Seorang perempuan tua mengajarimu membuat air jernih dari comberan. Seorang nelayan tua mengajarimu memilah ikan busuk dari yang masih layak. Seorang perajin anyaman mengajarimu bahwa daun pisang bisa menjadi bahasa. Seorang akuntan yang dipecat mengajarimu bahwa angka-angka bisa menjadi senjata.

Dan kau menyadari: mereka tidak bisa menghapusmu sepenuhnya. Selama kau masih tahu sesuatu yang tidak mereka tahu, kau masih ada. Selama kau masih bisa mengajar orang lain, kau masih hidup.

Itulah sebabnya aku menulis buku ini.

Bukan untuk mereka yang punya nama mereka sudah memiliki segalanya. Buku ini untukmu, yang mungkin tidak punya nama, yang mungkin sedang kehilangan namamu, yang mungkin sedang mencari cara untuk bertahan di antara sistem yang tidak mengakui keberadaanmu.

Aku tidak bisa mengubah dunia. Aku tidak bisa mengalahkan Kartel. Aku tidak bisa membebaskan semua Silombra di Pelabuhan Sunyi. Tapi aku bisa mencatat. Aku bisa menuliskan apa yang aku ketahui, apa yang aku pelajari, apa yang diajarkan oleh orang-orang yang sudah mati sebelum aku. Dan dengan begitu, pengetahuan ini tidak akan mati bersama mereka. Dan dengan begitu, kau siapa pun kau akan memiliki sesuatu untuk dipegang ketika segalanya terasa gelap.

Ini adalah catatanku untukmu.

Air. Ikan. Garam. Anyaman.

Empat hal yang membuatku tetap hidup. Empat hal yang, jika kau pelajari, mungkin juga akan membuatmu tetap hidup.

Ambil apa yang kau butuh. Tinggalkan sisanya.

Tapi jangan biarkan mereka menghapusmu sepenuhnya.


Kau, yang membaca ini.

Aku tidak tahu apakah kau akan selamat. Aku tidak tahu apakah kau akan berhasil keluar dari pelabuhan ini, dari sistem ini, dari hidup yang tidak mengakui keberadaanmu. Tapi aku tahu satu hal: selama kau masih membaca, selama kau masih belajar, selama kau masih mencari kau belum mati. Dan selama kau belum mati, masih ada yang bisa kau lakukan.

Ini adalah pesan terakhirku untukmu:

Jangan berhenti bertanya. Jangan berhenti mencatat. Jangan berhenti mengingat bahwa k...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Lembar Catatan dari Pelabuhan Sunyi
Tourtaleslights
Cerpen
Anak Asrama Gokil
Sky Melankolia
Cerpen
Tentang Teman dan Waktu
Aura R
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Sejakartanya Jakarta
Muram Batu
Cerpen
Serigala Itu Anjing Juga
ZuUu~
Cerpen
Bubur Kacang Hijau
Rizky Anna
Cerpen
Bronze
Menggapai Asa di Tengah Samudera
Anggrek Handayani
Cerpen
Icak-icak
Pipo Vernandes
Cerpen
Bronze
KASIH SEMUSIM LALU
ari prasetyaningrum
Cerpen
Buruk Cermin Muka Dibelah
hyu
Cerpen
Bronze
Pov Dodi : Mengejar Cinta Mbak Nisa
mhd yasir ramadhan
Cerpen
Bronze
Keflavik 2020: Cinta, Curhat dan Cokelat
Rosa L.
Cerpen
Way Back Home
kholifatussaadah
Cerpen
Bronze
Berjalan Menuju Merdeka
ardhirahma
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Lembar Catatan dari Pelabuhan Sunyi
Tourtaleslights
Flash
SIMPUL YANG KUAT
Tourtaleslights
Novel
Warisan Tanah Keluarga
Tourtaleslights
Flash
RACUN DATANG BERTAHAN
Tourtaleslights
Cerpen
Terra Valley Rise of The Golem Empire
Tourtaleslights
Flash
NODA KACA RETAK
Tourtaleslights
Cerpen
17 Tahun Budak Cinta III
Tourtaleslights
Flash
KESUNYIAN YANG MEMEKAKKAN
Tourtaleslights
Flash
Jembatan Negeri Rasa
Tourtaleslights
Novel
SILOMBRA: Catatan Pelabuhan Sunyi
Tourtaleslights
Cerpen
KAMUS 50 ISTILAH INTI VOLUME I
Tourtaleslights
Flash
HANTU DI LUMBUNG
Tourtaleslights
Flash
DENGUNG YANG TAK PERNAH TIDUR
Tourtaleslights
Flash
Kitab Manhyang
Tourtaleslights
Skrip Film
MALAM SEBELUM PANGGILAN
Tourtaleslights