Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Kepalan tangan lelakiku ini besar. Sebuah cincin perak dengan kepala bergambar kapak melingkari jari manisnya. Ia membuka telapak tangan kirinya lalu mengepalkannya.
“Sof,” aku tak tahu ia berbisik atau setengah berteriak.
Dunia di balik mataku serasa bergoncang hebat. Satu kali. Lalu sekali lagi. Bibirku berdesis tak kuat menahan nyeri. Aku memejamkan mata. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Ketika membuka lagi mataku, pandangan dari mata sebelah kanan terasa lebih sempit daripada yang kiri
“Jadi, Sof,” Zonky, nama priaku itu, berkata dengan nada bertanya. “Apa ya yang kamu lihat dari diri laki-laki seperti Pak Patris?”
Aku terdiam sesaat. Nafasku memburu. Otakku berusaha merangkai kata tapi rasa nyeri di mata dan pipiku mencegah sarafnya untuk berpikir jernih.
“Sof . . . Softie, jawab dong. J...