Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Lelaki Bermata Teduh
1
Suka
8,715
Dibaca

LELAKI BERMATA TEDUH

PART-2

By: Munkhayati

 

Harusnya barusan mandi pagi badan sehat seger, tapi ini malah terasa pegel-pegel lungkrah, loyo.  Mungkin bener kata ibu aku harus segera ke tukang urut barangkali saja ada otot yang geser posisinya atau tegang, terus menjadi penyebab setelah kemarin nyungsep di jalan Kampung Opak. Untung matic masih bisa diajak kompromi mengantarku hingga ke sekolah, telat sih, dan mesti laporan ke Guru Piket, biasalah diinterogasi mungkin tampangku pembohong yang mengada-ada alasan, Lihat dong  jari-jari tanganku yang terluka, ini fakta ....euy! Lecet-lecetnya sampai sekarang belum mengering masih memerah oleh betadin. Butuh waktu untuk regenerasi jaringan epidermis yang terkoyak rusak oleh benda keras. Stang mot...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Blaming The Victim
Dewi Fortuna
Cerpen
Bronze
Senja
Bisma Lucky Narendra
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
Bronze
Selimut Tidak Pernah Kering
Titin Widyawati
Cerpen
Pending Apologize (Sintas Universe)
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
Arini
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Wanita Pembatik
Nabilla Shafira
Cerpen
Bronze
Rencana Lain
Munkhayati
Cerpen
DUA PULUH HARI YANG TERLEWAT
ibupertiwi
Cerpen
Dalam Sepasang Langkah
Puan Maha Rana
Cerpen
Bronze
Restaurant Jang Kie
Muram Batu
Cerpen
Raenna
Hilda Pratiwi
Cerpen
Nala
Shofi
Cerpen
Bronze
Saya ingin pulang
Andi Bayu Putra
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Salahkah Rinduku
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Rencana Lain
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Nak, Ijinkan Aku Bahagia
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Secarik Kertas dengan Selarik Kalimat
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Rindu yang Terburu
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Di Antara Dua Perempuan
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Warisan yang Terlupa
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Sebuah Komitmen
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Ketika Senja Membawa Cinta
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Nak, Ijinkan Aku Bahagia
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Nak, Ijinkan Aku Bahagia
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Mimpi Kang Muchtar
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-5
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Nak, Ijinkan Aku Bahagia
Munkhayati