Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Labirin Sembilan Nyawa
0
Suka
11
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Suasana semakin panas di dalam dinginnya malam yang kian mencekam. Vila di tengah hutan pinus masih hidup dengan teriakan puluhan manusia dan gaduh musik disko. Minuman beralkohol dituang berkali-kali ke dalam barisan gelas kaca, lalu diangkat setinggi-tingginya untuk bersulang. Di sudut ruang, Karina melipat wajahnya, sama sekali tidak menikmati acara reuni kuliahnya tersebut. Tentu saja, karena bertemu dengan mantan kekasihnya, Yogi, yang terus membicarakan alasan mereka berpisah.

“Lo kenapa sih cemberut mulu, Rin?” tanya Zahra, memberikan segelas jus. “Apa karena Yogi? Lo jadi BT gitu?” Zahra bertanya karena Karina tak menjawab pertanyaan sebelumnya.

“Pulang yuk, Zah. Gue udah nggak mood di sini,” kata Karina sambil mengambil gelas dari tangan Zahra lalu meneguknya sekaligus.

“Mau pulang naik apa jam segini? Kocak.” Zahra menjawab. “Ga tau deh. Tapi gue pengen balik sekarang. Kenapa acara begini mesti diadain dua malem sih? Harusnya semalem cukup.” Karina terus menggerutu.

Wahyu dan Aryo  baru saja meninggalkan kerumunan untuk menghampiri Karina dan Zahra. “Ada yang mau pulang bareng gue nggak? Capek banget gue rasanya pengen balik. Dua hari teriak-teriak.” Kebetulan, keinginan Karina langsung terjawab oleh Wahyu.

“Gue ikut ya!” Maura menyambar pembicaraan mereka entah kapan datang.

“Ya udah, ayo! Kalian siap-siap, gue tunggu di mobil sepuluh menit lagi.” Kata Wahyu, segera naik ke lantai dua untuk bersiap-siap.

Sepuluh menit kemudian, Wahyu dan Aryo sudah berada di mobil, disusul Karina dan Zahra. Kemudian Maura juga datang bersama Adit untuk ikut pulang bersama mereka.

“Eh, kalian mau ke mana?” Farhan menghampiri mereka dalam keadaan setengah sadar karena pengaruh alkohol.

“Kita mau balik, Han. Besok gue harus kerja soalnya,” jawab Aryo, semakin gelisah.

“Gue ikut, gue ikut. Bentar. Jangan tinggalin gue. Bentar.” Dengan suara kurang jelas, Farhan bergegas berlari sempoyongan untuk mengambil barang-barangnya.

“Rin, lo mau ke man...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Labirin Sembilan Nyawa
Mochamad Rozikin
Cerpen
Bronze
UTI PUTRI & BANJIR YANG MENENGGELAMKAN IBUKOTA
Sri Wintala Achmad
Skrip Film
Guzel: Skenario
Webi Okto Satria
Flash
Bronze
Lambat Bukan Berarti Tak Berguna
Syafira Muna
Flash
Balas Dendamku Pada Dunia
Tazkia Irsyad
Flash
Perahu Langit
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
RENCANA TERAKHIR
Setiyarini
Novel
BIMBO
nuralitayu
Novel
Bronze
Blood Moon
Maghfira Izani
Cerpen
Kelam
Rairaa
Novel
Hening Arwah
Penulis N
Cerpen
Bronze
KAMU HARUS CANTIK
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Bronze
GELAR SRIGALA
rahmunisa estefadila Komalienda
Skrip Film
PARACOSM - Script
nonakwon
Flash
Orang - Orang Hilang
Akara Drawya
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Labirin Sembilan Nyawa
Mochamad Rozikin
Cerpen
Surat Yang Tak Pernah Selesai Ditulis
Mochamad Rozikin
Cerpen
Yang Kau Tinggalkan Saat Pergi
Mochamad Rozikin
Cerpen
Tumbuh dari Patahan
Mochamad Rozikin
Novel
THE WAY HOME
Mochamad Rozikin
Cerpen
Rangkaian Duka Cita
Mochamad Rozikin
Novel
Juli Selepas Senja
Mochamad Rozikin
Cerpen
Perayaan Paling Sunyi
Mochamad Rozikin
Cerpen
Di Antara Luka Kehilangan
Mochamad Rozikin
Novel
Biru
Mochamad Rozikin
Cerpen
Yang Kubawa ke Mandalika
Mochamad Rozikin
Cerpen
Luka-luka Yang Disembuhkan Dari Perjalanan
Mochamad Rozikin
Cerpen
Yang Kutinggalkan di Mengwi
Mochamad Rozikin