Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Suasana semakin panas di dalam dinginnya malam yang kian mencekam. Vila di tengah hutan pinus masih hidup dengan teriakan puluhan manusia dan gaduh musik disko. Minuman beralkohol dituang berkali-kali ke dalam barisan gelas kaca, lalu diangkat setinggi-tingginya untuk bersulang. Di sudut ruang, Karina melipat wajahnya, sama sekali tidak menikmati acara reuni kuliahnya tersebut. Tentu saja, karena bertemu dengan mantan kekasihnya, Yogi, yang terus membicarakan alasan mereka berpisah.
“Lo kenapa sih cemberut mulu, Rin?” tanya Zahra, memberikan segelas jus. “Apa karena Yogi? Lo jadi BT gitu?” Zahra bertanya karena Karina tak menjawab pertanyaan sebelumnya.
“Pulang yuk, Zah. Gue udah nggak mood di sini,” kata Karina sambil mengambil gelas dari tangan Zahra lalu meneguknya sekaligus.
“Mau pulang naik apa jam segini? Kocak.” Zahra menjawab. “Ga tau deh. Tapi gue pengen balik sekarang. Kenapa acara begini mesti diadain dua malem sih? Harusnya semalem cukup.” Karina terus menggerutu.
Wahyu dan Aryo baru saja meninggalkan kerumunan untuk menghampiri Karina dan Zahra. “Ada yang mau pulang bareng gue nggak? Capek banget gue rasanya pengen balik. Dua hari teriak-teriak.” Kebetulan, keinginan Karina langsung terjawab oleh Wahyu.
“Gue ikut ya!” Maura menyambar pembicaraan mereka entah kapan datang.
“Ya udah, ayo! Kalian siap-siap, gue tunggu di mobil sepuluh menit lagi.” Kata Wahyu, segera naik ke lantai dua untuk bersiap-siap.
Sepuluh menit kemudian, Wahyu dan Aryo sudah berada di mobil, disusul Karina dan Zahra. Kemudian Maura juga datang bersama Adit untuk ikut pulang bersama mereka.
“Eh, kalian mau ke mana?” Farhan menghampiri mereka dalam keadaan setengah sadar karena pengaruh alkohol.
“Kita mau balik, Han. Besok gue harus kerja soalnya,” jawab Aryo, semakin gelisah.
“Gue ikut, gue ikut. Bentar. Jangan tinggalin gue. Bentar.” Dengan suara kurang jelas, Farhan bergegas berlari sempoyongan untuk mengambil barang-barangnya.
“Rin, lo mau ke man...