Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Labirin Di Balik Peta Kulit Manusia
0
Suka
19
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

“Tersesatlah wahai jiwa yang fana. Dalam kegelapan, kebenaran bertakhta.”

Langkah kaki telanjangku menghantam permukaan aspal yang basah dan dingin. Pasrah, terkoyak tajamnya kerikil dan pecahan kaca, meninggalkan jejak perih yang tak lagi kuhiraukan. Ada ketakutan yang jauh lebih pekat melilit dada, memaksa tungkaiku untuk terus memburu malam.

Sementara itu, nyanyian bernada magis terus bergema bagai bisikan gaib di dalam runguku. Ia datang bergelombang, memilin dinding-dinding otakku hingga rasanya hendak meledak. Bau kemenyan yang menjerat dan aroma amis darah seolah melumuri seluruh pori-pori kulitku.

Pandanganku buram. Bayangan kota meliuk-liuk menjadi samar, menyatukan cahaya lampu dan siluet manusia menjadi gumpalan kabut. Tubuhku limbung, menghantam sesosok pria tinggi hingga bunyi kaleng berdenting jatuh beradu dengan cairan dingin yang memercik ke lenganku.

"Woi, jalan pakai mata, dong!" bentak suara parau itu. Namun, makiannya tenggelam di bawah lengkingan nyanyian terkutuk yang kian nyaring di kepalaku.

Aku kembali limbung, menerobos kerumunan warga dengan sisa tenaga dan keputusasaan. Manikku menangkap tatapan ngeri mereka saat melihat sesosok wanita bertelanjang kaki dengan gaun putih bernoda darah, serta binar mata liar bagai jiwa yang kehilangan arah.

Aku melempar ragaku menyeberangi riaknya jalan raya. Seketika, sepasang pendar kuning yang menyilaukan membelah malam, merobek penglihatanku yang remang. Suara klakson menjerit panjang, berpadu dengan decitan rem yang menggerus aspal. 

Braaak!

Triiiing! Triiiing!

Aku tersentak bangun. Napasku memburu, keringat dingin membasahi pelipis dan seragam dinas yang kukenakan. Tanganku refleks meraba dahi—bekas luka jahitan dari kecelakaan maut tiga tahun lalu itu terasa berdenyut ngilu.

Ponsel di samping laptopku berdering nyaring. Nama Ipda Gusti berkedip di layar. Aku menarik napas panjang untuk menetralkan detak jantung sebelum menggeser ikon hijau.

"Adisti!" Suara Gusti menyeruak dari speaker, terdengar terengah-engah. "Kamu di mana? Tertidur lagi di kantor?"

"Iya, aku baru saja bangun," bisikku sembari mengusap keringat di kening. "Aku mimpi buruk dan mendengar suara aneh itu lagi."

"Lupakan mimpimu dulu, Dis. Kita harus ke kamar mayat," potong Gusti serius. "Korban ketiga ditemukan. Dokter Aris baru saja menemukan petunjuk baru."

"Baik, aku ke sa...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Labirin Di Balik Peta Kulit Manusia
Rosiana Quraisin
Flash
Lukisan Tanpa Nama
Penulis N
Cerpen
Pengertian yang Tak Mudah
Fazil Abdullah
Cerpen
Bronze
Percakapan Orang Mati
Arba Sono
Novel
TINTA HITAM
Rizki Mubarok
Novel
Fraud, Unleash The Truth
Gilang Riyadi
Flash
Lanjutan Si Kerudung Merah
Vika Rahelia
Novel
Bronze
Wentira "Another Story of the Invisible City"
Etzar Diasz
Flash
Kitab Manhyang
Tourtaleslights
Flash
Budi
Rere Valencia
Flash
RUN!
Alviona Himayatunisa
Novel
Bronze
Tuju
EZAZ QI
Novel
Superpower - Your Life Is The Price
Alexander Blue
Cerpen
Bronze
Rawa Bakau dan Misteri Pemburu Biawak
Habel Rajavani
Novel
Gold
Dark Memories
Noura Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Labirin Di Balik Peta Kulit Manusia
Rosiana Quraisin
Novel
Wolf : Si Pencuri
Rosiana Quraisin
Novel
Pengagum Rahasia
Rosiana Quraisin
Novel
Rumah Tanpa Suara
Rosiana Quraisin
Novel
Imperfect Family
Rosiana Quraisin
Skrip Film
Imperfect Family
Rosiana Quraisin
Novel
Monkeys Attack
Rosiana Quraisin