Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Aku datang lebih awal dari jadwal kedatanganmu di Bandara Soekarno-Hatta. Bukan karena takut macet di jalan atau takut kau menungguku, tetapi karena aku tidak sabar bertemu denganmu. Sudah dua tahun yang lalu sejak kita berpisah di bandara JFK. Saat itu aku tidak dapat membendung air mataku yang tumpah tanpa malu-malu. Ya, karena aku memang tidak ingin berpisah darimu, tetapi apa daya aku harus pulang ke Jakarta.
Kulihat jam sekali lagi. Aku rasa pesawatmu terlambat. Harusnya sekarang sudah mendarat. Kuseruput kopi pahit yang sudah dingin. Sudah seperti apakah dirimu, Raka? Sudah setahun lebih kau tidak memberi kabar, tiba-tiba seminggu yang lalu kau bilang lewat email akan pulang ke Jakarta untuk beberapa minggu. Tentu saja aku gembira. Kita adalah sahabat. Memang tidak lebih dari itu. Tapi yang kau tidak tahu,...