Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Malam itu adalah tanggal tiga belas belas dalam penanggalan Jawa. Di luar jendela rumah mewah yang terletak di sudut kota yang sunyi, langit malam tampak bersih, memamerkan bulatan bulan yang hampir paripurna. Cahayanya yang keperakan tumpah ruah, menembus sela-sela gorden sutra di kamar utama.
Di tengah kamar, Aryo berdiri dengan segelas wiski di tangan kanan, sementara mata serakahnya tak berkedip menatap sosok wanita yang duduk bersila di atas permadani beludru.
Wanita itu bernama Nawang. Parasnya begitu elok, melampaui segala definisi kecantikan wanita bumi. Kulitnya seputih pualam, memancarkan pendar cahaya lembut sewarna perak yang entah bagaimana membuat lampu kamar sedemikian redup tak berarti. Setiap kali tanggal tiga belas tiba, atmosfer di sekitar Nawang selalu berubah. Udara malam yang biasanya gerah seketika menjadi sejuk, membawa aroma wangi bunga wijayakusuma yang mekar di tengah malam.
"Nawang," panggil Aryo, melembutkan suaranya seolah ia adalah pria paling mencintai di dunia. Ia ber...