Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Aksi
Bronze
Kuroda Keadilan
1
Suka
231
Dibaca

     Sebuah kapal pengangkut barang bernama Alexander Von Humboldt berlayar. Mengarungi seluruh dunia, mengirimkan barang. Gelombang laut yang buas sudah menjadi menu makanan kapal berukuran besar itu setiap saat. Sebentar lagi kapal berlabuh di dermaga Teluk Priya. Di atas kontainer crane, seorang lelaki berpakaian layaknya pesulap di tambah mengenakan jubah berdiri sembari memandangi kapal yang akan berlabuh, wajahnya mulai tersenyum. “Sudah saatnya mereka di berantas, kecoak – kecoak pengganggu itu.” Setelah berbicara sendiri, lelaki itu pergi bergelantungan menggunakan Grappling Hook Gun.

     Satu per satu kontainer di turunkan setelah kapal berhenti di dermaga. Setiap kontainer di periksa lalu barang yang ada di dalamnya di pindahkan kemudian para truk pengangkut membawa barang tersebut untuk di terima oleh pemilik yang memesannya. Arah pengantaran menyebar luas hingga ke daerah Meruak. 

     Beraneka jenis pesanan dari mulai Televisi hingga kosmetik, semuanya mulai di hantarkan termasuk barang misterius yang berhasil di seludupkan. Senjata api, obat-obatan terlarang dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut di antar secara rahasia, tentunya dalam proses pengiriman harus ada sekelompok orang dalam alias komplotan yang bisa untuk di ajak kerja sama atau rekan satu perjuangan yang berhasil menyusup lalu menyamar.

     Di dalam negara Runatara, hal tersebut sudah biasa terjadi dan malah yang menjadi titik berjalannya ekonomi wilayah tersebut adalah para berandalan seperti mereka. Truk pengangkut barang ilegal biasanya akan berkumpul di sebuah pabrik tua yang sudah di tinggalkan dan juga di sanalah semua makhluk yang haus akan kekayaan serta kekuasaan berkumpul.

     Deru mesin tua yang rusak bergema di sudut-sudut pabrik yang remang. Bau besi berkarat dan minyak hangus memenuhi udara. Di tengah ruangan yang penuh dengan palet kayu dan mesin-mesin usang, beberapa orang berkumpul. Pabrik tua yang kosong itu seakan menjadi sedikit hidup. Bukan karena aktivitas pabrik pada umumnya, namun aktivitas yang terjadi di malam itu adalah bisnis gelap.

     Truk-truk pengangkut barang ilegal telah sampai di tujuannya. “Hei! Cepat pindahkan barang ini dengan hati-hati. Kita harus selesa...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Cerpen
Bronze
Kuroda Keadilan
Iman Ali Janovit
Novel
genre random
salman
Flash
Bronze
test2
John Doe1
Flash
Selamatkan Rabit
Sulistiyo Suparno
Flash
Kicau
Seto Yuma
Cerpen
Bronze
Sengkuni
Sri Wintala Achmad
Novel
Rain(a)
Hosilla_ac
Novel
Bronze
Para Joki
Farida Zulkaidah Pane
Novel
Hilang: dalam Mega Mendung
Ikhsannu Hakim
Flash
Bronze
JUSTICE
Shabrina Farha Nisa
Cerpen
Anti Crown
Rexa Strudel
Novel
Gold
Wundersmith
Noura Publishing
Flash
Senandung Kerinduan di Balik Jendela November
Lukitokarya
Flash
First Meeting
Yue Andrian
Flash
Ekspedisi Dendeng Paus
Desy Andriyani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kuroda Keadilan
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Simbol Sakti
Iman Ali Janovit
Novel
Dsintransia
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Empiris Dihadapan Sang Raja Fana
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Penakluk Jiwa Gelisah
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Kristal Takdir
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Pertarungan Demi Sebuah Nasib
Iman Ali Janovit
Cerpen
Lazuardi di Rimba Raya
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Dari Jiwa Yang Kesepian
Iman Ali Janovit
Novel
Bukan Sekolah Biasa
Iman Ali Janovit