Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Aksi
Bronze
Kuroda Keadilan
1
Suka
1,486
Dibaca

     Sebuah kapal pengangkut barang bernama Alexander Von Humboldt berlayar. Mengarungi seluruh dunia, mengirimkan barang. Gelombang laut yang buas sudah menjadi menu makanan kapal berukuran besar itu setiap saat. Sebentar lagi kapal berlabuh di dermaga Teluk Priya. Di atas kontainer crane, seorang lelaki berpakaian layaknya pesulap di tambah mengenakan jubah berdiri sembari memandangi kapal yang akan berlabuh, wajahnya mulai tersenyum. “Sudah saatnya mereka di berantas, kecoak – kecoak pengganggu itu.” Setelah berbicara sendiri, lelaki itu pergi bergelantungan menggunakan Grappling Hook Gun.

     Satu per satu kontainer di turunkan setelah kapal berhenti di dermaga. Setiap kontainer di periksa lalu barang yang ada di dalamnya di pindahkan kemudian para truk pengangkut membawa barang tersebut untuk di terima oleh pemilik yang memesannya. Arah pengantaran menyebar luas hingga ke daerah Meruak. 

     Beraneka jenis pesanan dari mulai Televisi hingga kosmetik, semuanya mulai di hantarkan termasuk barang misterius yang berhasil di seludupkan. Senjata api, obat-obatan terlarang dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut di antar secara rahasia, tentunya dalam proses pengiriman harus ada sekelompok orang dalam alias komplotan yang bisa untuk di ajak kerja sama atau rekan satu perjuangan yang berhasil menyusup lalu menyamar.

     Di dalam negara Runatara, hal tersebut sudah biasa terjadi dan malah yang menjadi titik berjalannya ekonomi wilayah tersebut adalah para berandalan seperti mereka. Truk pengangkut barang ilegal biasanya akan berkumpul di sebuah pabrik tua yang sudah di tinggalkan dan juga di sanalah semua makhluk yang haus akan kekayaan serta kekuasaan berkumpul.

     Deru mesin tua yang rusak bergema di sudut-sudut pabrik yang remang. Bau besi berkarat dan minyak hangus memenuhi udara. Di tengah ruangan yang penuh dengan palet kayu dan mesin-mesin usang, beberapa orang berkumpul. Pabrik tua yang kosong itu seakan menjadi sedikit hidup. Bukan karena aktivitas pabrik pada umumnya, namun aktivitas yang terjadi di malam itu adalah bisnis gelap.

     Truk-truk pengangkut barang ilegal telah sampai di tujuannya. “Hei! Cepat pindahkan barang ini dengan hati-hati. Kita harus selesa...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Cerpen
Bronze
Kuroda Keadilan
Iman Ali Janovit
Novel
Remarkable
FS Author
Novel
Elang Angkasa: The Beginning
Kingdenie
Cerpen
Manusia Kucing
agung sulistiono
Flash
Kutuk Marani Sunduk
Rainzanov
Novel
Bronze
Kiwi Berlumuran Cokelat Beku
Gia Oro
Novel
MENGAPA HIDUPKU TERPURUK?
Putri Lin Apriani
Novel
Shadow of Treachery
Ang.Rose
Cerpen
Bronze
Aksara dan Visual Dalam Desa
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Protokol Terakhir
Penulis N
Novel
Bronze
Rama's Story : Krisna - Pandawa Pertama
Cancan Ramadhan
Novel
Gold
Wundersmith
Noura Publishing
Flash
Bronze
Suatu Hari Di Kongo
Rere Valencia
Flash
Pergantian Siang dan Malam
Dinda Kusuma Ati
Flash
Bronze
Resiko
DMRamdhan
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kuroda Keadilan
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Lazuardi di Rimba Raya
Iman Ali Janovit
Novel
Delapan dalam Sebelas
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Simbol Sakti
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Kristal Takdir
Iman Ali Janovit
Novel
Bronze
Dsintransia
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Penakluk Jiwa Gelisah
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Pertarungan Demi Sebuah Nasib
Iman Ali Janovit
Novel
Trifecta Of The Abbys
Iman Ali Janovit
Novel
Terbang Di Langit
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Empiris Dihadapan Sang Raja Fana
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Dari Jiwa Yang Kesepian
Iman Ali Janovit
Novel
Witch Drifter
Iman Ali Janovit
Novel
Cincin Kekacauan Tertinggi
Iman Ali Janovit
Novel
Bukan Sekolah Biasa
Iman Ali Janovit