Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
2
Suka
5,675
Dibaca

Rumah Baru dan Bunga Tak Dikenal

Rumah itu, dengan arsitektur kolonial Belanda yang kusam, berdiri di ujung Jalan Kenanga, seolah menjadi penanda batas antara dunia yang dikenal dan yang tidak. Genteng-gentengnya menghitam, lumut tebal merambat di dinding bata merah yang sebagian besar sudah mengelupas, dan jendela-jendela tinggi berjeruji besi berkarat memancarkan tatapan kosong ke arah jalan. Sebuah pohon mangga tua yang rimbun dan beberapa rumpun bambu kuning yang liar memeluknya erat, nyaris menyembunyikannya dari pandangan. Di sinilah Sekar memilih untuk memulai kembali hidupnya, menjauh dari ingar-bingar kota besar dan kenangan pahit yang membuntutinya.

Sekar tiba di desa itu di suatu sore yang lembap, diiringi rintik gerimis yang tipis. Truk pengangkut barangnya tak terlalu penuh, hanya beberapa koper tua, tumpukan buku-buku bersampul lusuh, dan sebuah pot tanaman kecil yang ia genggam erat di pangkuannya. Ia bukan tipikal wanita muda yang ceria. Wajahnya yang oval, dengan tulang pipi tinggi dan bibir tipis, selalu dihiasi ekspresi tenang, nyaris dingin. Namun, mata cokelat gelapnya yang dalam memancarkan kesedihan yang sulit dijelaskan, seolah menyimpan rahasia kelam yang terlalu berat untuk dipikul. Geraknya nyaris tanpa suara, langkahnya ringan seperti embusan angin, seolah ia takut mengganggu keheningan yang telah lama bersemayam di rumah itu.

Beberapa hari pertama Sekar habiskan dalam kesunyian. Ia membersihkan rumah itu dengan telaten, seolah melakukan sebuah ritual penyucian. Debu tebal yang telah menumpuk puluhan tahun disapu bersih, jaring laba-laba yang menggantung seperti tirai usang disingkirkan, dan bau apak lembab yang menusuk hidung perlahan-lahan tergantikan oleh aroma sabun dan disinfektan. Ia mengecat ulang dinding yang kusam dengan warna putih gading, membersihkan jendela-jendela hingga berkilau, dan menata perabotan tua peninggalan bibi buyutnya—sebuah kursi goyang reyot, lemari ukir yang menjulang tinggi, dan meja makan jati yang kokoh—dengan sentuhan minimalis yang justru menambah kesan misterius pada rumah itu. Rumah itu perlahan-lahan hidup kembali, namun tetap memancarkan aura melankolis yang sulit dihilangkan sepenuhnya. Ada bisikan-bisikan tak terdengar yang bersembunyi di balik dinding, bayangan-bayangan yang melintas di ujung mata, seolah rumah itu enggan melepaskan masa lalunya.

Area pekarangan adalah proyek terbesar Sekar. Rumput liar telah menelan sebagian besar lahan, dan tanaman-tanaman merambat menjulur tak beraturan, menyelimuti pagar dan bahkan mencoba mendaki dinding rumah. Dengan sarung tangan kulit dan sekop kecil, Sekar bekerja tanpa lelah. Ia mencabut gulma-gulma membandel, merapikan semak-semak yang rimbun, dan menggali tanah untuk menyiapkan bedengan. Pekerjaan fisik itu seolah memberinya ketenangan, mengalihkan pikirannya dari beban yang tak terlihat.

Di ten...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bayangan Putih
Luca Scofish
Cerpen
Bronze
Telung Dino
Iena_Mansur
Novel
Bronze
Sixth Sense
Lucyana
Cerpen
Bronze
Firasat Mimpi
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
SUMI
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Cerpen
Bronze
Orang yang Sama
Jasma Ryadi
Novel
Dendam Dibayar Dengan Kematian
Theresia erni damayanti
Flash
Hantu di bawah tempat tidur
Bluerianzy
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Novel
POCONG MBAH DARJO (1965)
balakarsa
Novel
Bronze
Dongeng Tengah Malam
Maghfira Izani
Cerpen
SMILE
IS KUN
Flash
Bronze
Noni Menanti Tahun Berganti
Silvarani
Flash
Lorong Tanpa Akhir
Penulis N
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dia Bukan Bayi Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Guru BU Ratmi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Raina
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Saksi Semuanya
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dharmawangsa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kaca Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Melodi Desiran Ombak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Bersama Mereka
Christian Shonda Benyamin