Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
2
Suka
9,564
Dibaca

Rumah Baru dan Bunga Tak Dikenal

Rumah itu, dengan arsitektur kolonial Belanda yang kusam, berdiri di ujung Jalan Kenanga, seolah menjadi penanda batas antara dunia yang dikenal dan yang tidak. Genteng-gentengnya menghitam, lumut tebal merambat di dinding bata merah yang sebagian besar sudah mengelupas, dan jendela-jendela tinggi berjeruji besi berkarat memancarkan tatapan kosong ke arah jalan. Sebuah pohon mangga tua yang rimbun dan beberapa rumpun bambu kuning yang liar memeluknya erat, nyaris menyembunyikannya dari pandangan. Di sinilah Sekar memilih untuk memulai kembali hidupnya, menjauh dari ingar-bingar kota besar dan kenangan pahit yang membuntutinya.

Sekar tiba di desa itu di suatu sore yang lembap, diiringi rintik gerimis yang tipis. Truk pengangkut barangnya tak terlalu penuh, hanya beberapa koper tua, tumpukan buku-buku bersampul lusuh, dan sebuah pot tanaman kecil yang ia genggam erat di pangkuannya. Ia bukan tipikal wanita muda yang ceria. Wajahnya yang oval, dengan tulang pipi tinggi dan bibir tipis, selalu dihiasi ekspresi tenang, nyaris dingin. Namun, mata cokelat gelapnya yang dalam memancarkan kesedihan yang sulit dijelaskan, seolah menyimpan rahasia kelam yang terlalu berat untuk dipikul. Geraknya nyaris tanpa suara, langkahnya ringan seperti embusan angin, seolah ia takut mengganggu keheningan yang telah lama bersemayam di rumah itu.

Beberapa hari pertama Sekar habiskan dalam kesunyian. Ia membersihkan rumah itu dengan telaten, seolah melakukan sebuah ritual penyucian. Debu tebal yang telah menumpuk puluhan tahun disapu bersih, jaring laba-laba yang menggantung seperti tirai usang disingkirkan, dan bau apak lembab yang menusuk hidung perlahan-lahan tergantikan oleh aroma sabun dan disinfektan. Ia mengecat ulang dinding yang kusam dengan warna putih gading, membersihkan jendela-jendela hingga berkilau, dan menata perabotan tua peninggalan bibi buyutnya—sebuah kursi goyang reyot, lemari ukir yang menjulang tinggi, dan meja makan jati yang kokoh—dengan sentuhan minimalis yang justru menambah kesan misterius pada rumah itu. Rumah itu perlahan-lahan hidup kembali, namun tetap memancarkan aura melankolis yang sulit dihilangkan sepenuhnya. Ada bisikan-bisikan tak terdengar yang bersembunyi di balik dinding, bayangan-bayangan yang melintas di ujung mata, seolah rumah itu enggan melepaskan masa lalunya.

Area pekarangan adalah proyek terbesar Sekar. Rumput liar telah menelan sebagian besar lahan, dan tanaman-tanaman merambat menjulur tak beraturan, menyelimuti pagar dan bahkan mencoba mendaki dinding rumah. Dengan sarung tangan kulit dan sekop kecil, Sekar bekerja tanpa lelah. Ia mencabut gulma-gulma membandel, merapikan semak-semak yang rimbun, dan menggali tanah untuk menyiapkan bedengan. Pekerjaan fisik itu seolah memberinya ketenangan, mengalihkan pikirannya dari beban yang tak terlihat.

Di ten...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
The Photographer
Wira karmayudha
Flash
ANGGORO KASIH
Endah Wahyuningtyas
Cerpen
Numpang Ke Kamar Mandi
Amelia Purnomo
Novel
Bronze
RUANG TANPA SUARA
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
MISTERI PETI KACA
Eddy Cahyo Tutuko
Flash
Goodbye Goodbye
Rifin Raditya
Cerpen
Bronze
Arwah di Sungai Sa'dan'
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Gue Engga Peduli
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
Reuni di Pulau Sembah
Langit Berawan
Novel
Love Language: Ngerujak Setan
Nurul Adiyanti
Cerpen
Bronze
Bayangan di Jendela
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Malam di Sungai Lamandau
Risti Windri Pabendan
Flash
TETANGGA BARU
ni ketut yuni suastini
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Elara
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Kaktus Berdarah Seri 04
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pusaka Naga Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Yamero
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Imajiner Yang Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Petak Umpet Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Cermin Kedua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Labirin Jiwa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jalan Buntu 404
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mereka Nyata Dan Bercerita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin