Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
0
Suka
5,250
Dibaca

Lagu dari Tanah yang Terkubur

Debu jalanan adalah teman setia Raga selama tiga hari terakhir. Setiap kali ban mobilnya berputar, ia merasa seolah menggulirkan lembaran baru dalam hidupnya. Jakarta, dengan segala hiruk pikuknya, terasa seperti kenangan yang memudar. Yang ada kini hanyalah bentangan sawah hijau, bukit-bukit yang diselimuti kabut tipis, dan pohon-pohon rindang yang menjulang seperti penjaga gerbang. Ia sedang menuju Desa Lengang, sebuah nama yang dipilihnya entah karena kebetulan atau takdir, untuk mencari apa yang selama ini hilang darinya: inspirasi.

Raga adalah seorang penulis, atau setidaknya ia pernah begitu. Novel terakhirnya jeblok di pasaran, dan kritik pedas dari para pembaca seolah menancap di benaknya seperti paku berkarat. Ia butuh sesuatu yang baru, sesuatu yang mentah, sesuatu yang bisa merobek buntu kreatifnya hingga tak bersisa. Seorang teman lama yang kebetulan seorang etnografer, pernah bercerita tentang desa-desa terpencil di pelosok Jawa yang masih kental dengan mistisisme. Desa Lengang, menurut petunjuk dari internet dan beberapa peta tua, adalah salah satunya. Terpencil, damai, dan katanya, memiliki cerita-cerita rakyat yang belum terjamah modernitas. Sempurna.

Matahari mulai condong ke barat saat mobil Raga akhirnya memasuki jalan setapak berkerikil yang diyakini sebagai gerbang Desa Lengang. Udara seketika berubah, menjadi lebih dingin dan membawa aroma tanah basah bercampur dedaunan kering. Rumah-rumah penduduk masih jarang terlihat, didominasi oleh anyaman bambu dan kayu, dengan atap genting yang diselimuti lumut. Jauh dari hiruk pikuk kota, Desa Lengang benar-benar sepi. Bahkan, saking sepinya, tak ada satu pun anak-anak yang berlarian di jalan. Hanya beberapa warga tua yang terlihat duduk di beranda, menatap kosong ke arah jalan.

Ia sudah menyewa sebuah rumah kecil, lumayan tua tapi bersih, lewat seorang kenalan di kota kabupaten. Saat tiba, kunci sudah digantung di pintu. Rumah itu terletak di pinggir desa, menghadap langsung ke deretan sawah yang membentang luas. Pemandangan yang menenangkan, pikir Raga. Ia mengeluarkan koper dan tas punggung, menata barang seadanya, lalu menyeduh kopi instan di dapur kecil. Langit mulai meredup, menyisakan semburat jingga di ufuk barat.

Malam datang dengan cepat di Desa Lengang. Begitu matahari tenggelam sempurna, udara menjadi sangat dingin dan kegelapan merayap dengan cepat. Tidak ada lampu jalan, hanya cahaya remang dari lentera minyak di beberapa rumah. Raga menyalakan lilin dan duduk di teras, mencoba menikmati ketenangan yang langka ini. Ia mengeluarkan buku catatan kecilnya, mencoba menangkap ide-ide yang mungkin muncul. Namun, tak ada yang datang. Pikirannya masih dipenuhi bayangan kegagalan masa lalu.

Tepat ketika ia hendak menyerah dan masuk ke dalam, sebuah suara terdengar.

Awalnya hanya lirih, seperti bisikan angin yang melewati dedaunan. Namun perla...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
TUYUL
Sri Wintala Achmad
Flash
Ulat Bulu!
Carolina Ratri
Novel
Bronze
Rahasia Kematian
Herman Sim
Cerpen
Bronze
Rahasia Hamidah
Jariah Publishing
Komik
Bronze
GENITRI
Aitzuga
Flash
Jatuh
Dark Specialist
Novel
KISAH GADIS BISU DAN TULI
Aydhaa Aydhaa
Novel
Bilfagil
Faiz el Faza
Cerpen
Bronze
MANGSA PERTAMA
Darryllah Itoe
Flash
Bronze
DITEROR MAHKLUK MISTERIUS
Shofiatul hasanah
Novel
Gold
Spooky Stories: Cursed Room
Noura Publishing
Novel
Bronze
ATM Antrian Tengah Malam
Herman Sim
Flash
Bronze
1000 SUARA
Alvin Suhadi
Novel
Terror Mannequin
Devi Sri Mulyani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Luka Di Kota Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Senja
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dinding Tertawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Insomnia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dia Bukan Bayi Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Terompet
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kereta Cepat Whoosh
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teman Kamar Yang Kasat Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rantai Pemicu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Gema Yang Membeku
Christian Shonda Benyamin