Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
0
Suka
9,338
Dibaca

Lagu dari Tanah yang Terkubur

Debu jalanan adalah teman setia Raga selama tiga hari terakhir. Setiap kali ban mobilnya berputar, ia merasa seolah menggulirkan lembaran baru dalam hidupnya. Jakarta, dengan segala hiruk pikuknya, terasa seperti kenangan yang memudar. Yang ada kini hanyalah bentangan sawah hijau, bukit-bukit yang diselimuti kabut tipis, dan pohon-pohon rindang yang menjulang seperti penjaga gerbang. Ia sedang menuju Desa Lengang, sebuah nama yang dipilihnya entah karena kebetulan atau takdir, untuk mencari apa yang selama ini hilang darinya: inspirasi.

Raga adalah seorang penulis, atau setidaknya ia pernah begitu. Novel terakhirnya jeblok di pasaran, dan kritik pedas dari para pembaca seolah menancap di benaknya seperti paku berkarat. Ia butuh sesuatu yang baru, sesuatu yang mentah, sesuatu yang bisa merobek buntu kreatifnya hingga tak bersisa. Seorang teman lama yang kebetulan seorang etnografer, pernah bercerita tentang desa-desa terpencil di pelosok Jawa yang masih kental dengan mistisisme. Desa Lengang, menurut petunjuk dari internet dan beberapa peta tua, adalah salah satunya. Terpencil, damai, dan katanya, memiliki cerita-cerita rakyat yang belum terjamah modernitas. Sempurna.

Matahari mulai condong ke barat saat mobil Raga akhirnya memasuki jalan setapak berkerikil yang diyakini sebagai gerbang Desa Lengang. Udara seketika berubah, menjadi lebih dingin dan membawa aroma tanah basah bercampur dedaunan kering. Rumah-rumah penduduk masih jarang terlihat, didominasi oleh anyaman bambu dan kayu, dengan atap genting yang diselimuti lumut. Jauh dari hiruk pikuk kota, Desa Lengang benar-benar sepi. Bahkan, saking sepinya, tak ada satu pun anak-anak yang berlarian di jalan. Hanya beberapa warga tua yang terlihat duduk di beranda, menatap kosong ke arah jalan.

Ia sudah menyewa sebuah rumah kecil, lumayan tua tapi bersih, lewat seorang kenalan di kota kabupaten. Saat tiba, kunci sudah digantung di pintu. Rumah itu terletak di pinggir desa, menghadap langsung ke deretan sawah yang membentang luas. Pemandangan yang menenangkan, pikir Raga. Ia mengeluarkan koper dan tas punggung, menata barang seadanya, lalu menyeduh kopi instan di dapur kecil. Langit mulai meredup, menyisakan semburat jingga di ufuk barat.

Malam datang dengan cepat di Desa Lengang. Begitu matahari tenggelam sempurna, udara menjadi sangat dingin dan kegelapan merayap dengan cepat. Tidak ada lampu jalan, hanya cahaya remang dari lentera minyak di beberapa rumah. Raga menyalakan lilin dan duduk di teras, mencoba menikmati ketenangan yang langka ini. Ia mengeluarkan buku catatan kecilnya, mencoba menangkap ide-ide yang mungkin muncul. Namun, tak ada yang datang. Pikirannya masih dipenuhi bayangan kegagalan masa lalu.

Tepat ketika ia hendak menyerah dan masuk ke dalam, sebuah suara terdengar.

Awalnya hanya lirih, seperti bisikan angin yang melewati dedaunan. Namun perla...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Novel
WARISAN DEBORAH
Frasyahira
Novel
LOST
Imelda A. Sanjaya
Cerpen
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
Christian Shonda Benyamin
Novel
Perjanjian Ketiga
bomo wicaksono
Flash
LEMBUR
Destiara Kim
Novel
Bronze
Sixth Sense
Lucyana
Cerpen
Bronze
SUMUR TUA
Arina Maulidia
Flash
Siaran Langsung
heriwidianto
Novel
Gold
The Motion of Puppets
Mizan Publishing
Novel
Pengantin
Nisri M Syah
Skrip Film
Bangkit Setelah Tujuh Hari di Kubur
Rana Kurniawan
Novel
Lita Perempuan Iblis
Mohamad Novianto
Cerpen
Bronze
Arah Kompas
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kembalinya Puyang
Maulana Hasan
Flash
Tumbal Tambal
SURIYANA
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arah Kompas
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panti Jompo Harum Melati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pusaka Naga Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Cermin Yang Tersisa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jurnal Kosong
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kabut Asap Pelabuhan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rig Minyak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Di Bawah Ancaman Mereka
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rantai Pemicu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Petak Umpet Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kakek Memanggil
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sahabat Ku Maafkan Aku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Streamer Yang Tragis
Christian Shonda Benyamin