Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
KUE CUCUR DAN GADIS SUTRA HIJAU
0
Suka
99
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Bab 1: Pesona Sutra Hijau dan Getar Sekeping Cucur

-----------------------------------------------------------------

Namaku Fajri Nadhiri. Masih sendiri, belum mempunyai isteri maupun kekasih hati.

Aku bukan seorang bangsawan termashur, bukan pula pengusaha sukses yang termashur. Aku hanyalah seorang lelaki sederhana dengan satu kegemaran yang menurutku sangat mulia: berburu kuliner kue cucur.

Kalau orang lain mengoleksi jam tangan mewah impor, aku mengoleksi pengalaman mencicipi jajanan pasar. Kalau orang lain gemar nongkrong di kafe berpendingin udara dengan kopi seharga cicilan panci kompor, aku jauh lebih bahagia duduk di warung bambu sederhana sambil memandangi minyak panas di wajan dapur.

Menurutku, makanan tradisional itu punya jiwa dan budi pekerti luhur. Dan sore itu, aku menemukan sesuatu yang membuat jiwaku tidak hanya bergetar, tapi nyaris copot dan terbentur.

Bukan semata-mata karena kue cucurnya. Melainkan karena seorang gadis cantik mempesona.

Sore itu aku sedang duduk di warung jajanan tradisional Mang Gofur yang sudah kesohor di seantero kampung Nyiur. Di depanku terhidang sepiring cenil parutan kelapa bertabur, dua potong getuk lindri, dan tiga keping kue cucur warna cokelat keemasan yang baru saja diangkat dari penggorengan dapur.

Aku sedang asyik memegang kue cucur pertama ketika sekelebat bayangan anggun melangkah masuk melintasi teras warung Mang Gofur.

Aku hampir tersedak ludah sendiri. Nafasku meluncur tertahan di kerongkongan. Astaga naga penunggu sumur!

Gadis itu luar biasa cantik. Bukan cantik dempulan bedak setebal kasur, melainkan kecantikan alami yang menyejukkan pandangan, anggun laksana bangsawan zaman Mataram yang baru saja turun dari kereta kencana mutiara bertabur. Ia mengenakan setelan pakaian mewah berbahan sutra lembut berwarna hijau daun kayu Simpur. Kain sutra itu berkilau halus, meliuk lembut mengikuti gerak langkahnya yang tertata amat teratur.

Rambutnya disanggul modern dengan selipan melati wangi, dan bibirnya melengkungkan senyum tipis ketika ia memilih duduk di salah satu meja kayu jati yang berjarak hanya tiga langkah dari posisiku.

Aku sampai lupa mengunyah cenil. Tanganku membeku memegang kue cucur yang masih hangat berminyak. Mulutku menganga lebar seperti goa penampung lumpur. Mataku terpaku tanpa mampu berkedip secara teratur.

Pelayan warung—si Joko yang badannya tambun dan jalannya mirip kura-kura terbentur—segera datang membawakan sepiring cucur pesanan sang nona sutra hijau.

Gadis itu mengambil sekeping kue cucur dengan jemari lentik yang tampak putih bersih bersinar. Ia tidak langsung melahapnya rakus seperti marmut kelaparan. Tidak! Ia memegang pinggiran berenda yang renyah itu dengan penuh rasa hormat, lalu pelan-pelan menggigit ujungnya yang merekah subur.

Kriuk lembut terdengar. Aku menelan ludah sampai berbunyi gluk di leher.

Entah mengapa cara gadis bersutra hijau itu menyantap kue cucur membuat makanan pasar seharga dua ribu perak itu mendadak tampak seperti jamuan pesta di istana raja-raja luhur!

“Fa...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
KUE CUCUR DAN GADIS SUTRA HIJAU
Amrullah Ibrahim
Flash
Dipaksa KAWIN!
Lebah Bergantung
Flash
RIO
Hans Wysiwyg
Flash
Bronze
Lagu dan Mafia
Rere Valencia
Cerpen
Dravoryans: Kabut Ungu dan Dewa Tai
Darian Reve
Flash
Bronze
Salah Hitung Detak Jantung
Dewi Fortuna
Flash
Bronze
Sang Pembawa Buah Cempedak
Rere Valencia
Flash
Lewat Kuburan
Leni Juliany
Cerpen
Kos-Kosan Nomor 7 Tidak Pernah Sepi
Penulis N
Flash
Kado Ter Epik Untuk Joko
Rainzanov
Flash
Bronze
Taruhan
Faizah Salsabila
Flash
Bronze
Kurir
Bksai
Flash
Mencari Kacamata
Rafael Yanuar
Flash
Kronik Tak Beretika #001--Terjerat Tali Kambing
Ayuning Dian
Flash
Bronze
Generasi Keempat Tukang Sapu Rumah Sakit Jiwa
Silvarani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
KUE CUCUR DAN GADIS SUTRA HIJAU
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
LILLAH
Amrullah Ibrahim
Novel
Denyut Nadi di Rumah Kita
Amrullah Ibrahim
Novel
Tit Tak Sempurna
Amrullah Ibrahim
Novel
Takdir di Balik Cadar dan Jas Mewah
Amrullah Ibrahim
Flash
Raksasa Penunggu Beringin di Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Novel
Meniti Janji Suci
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Goresan Takdir di Jalur Besi
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Puteri Mawar Merah
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
ANGGUR HITAM
Amrullah Ibrahim
Novel
Pengembaraan Cinta Sang Pendekar Langit
Amrullah Ibrahim
Novel
Sastra Tinggi Nan Jenaka
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Bisik Senja di Ruang Kerja
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Ketika Cinta
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
GADIS TALANG AKAR
Amrullah Ibrahim