Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Lampion merah bergoyang pelan diterpa angin sore. Di halaman proyek yang masih setengah jadi itu, aroma cat baru bercampur dengan bau semen basah. Sebuah rumah dua lantai berdiri dalam keadaan telanjang. Rumah itu masih memiliki rangka atap yang terbuka seperti tulang rusuk raksasa. Khrisna menatapnya dengan tangan bersedekap, matanya mengikuti garis kuda-kuda baja ringan yang baru dipasang.
“Sudutnya jangan sampai lari,” kata Khrisna tenang.
Di bawahnya, Tarmin yang berdiri di atas perancah menjawab, “Nanti saya kerjakan. Ini sudah saya kunci semaksimal mungkin.”
Khrisna mengangguk. Baginya, kuda-kuda itu bukan sekadar struktur. Itu adalah filosofi. Filosofi yang pernah dia...