Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Kucing - kucing liar
1
Suka
25,119
Dibaca

Sinopsis

 Kisah jalinan persahabatan Vania dan Ramos diawali dengan ketidaksengajaan. Vania semula tidak mau mengenal Ramos karena rasa yang hilang akibat kelakuan Ramos. Tuhan yang mampu membolak - balikkan hati mengubah segalanya. Justru mereka menjalin persahabatan yang manis. Ketulusan hati Vania yang ingin melihat sahabatnya kembali menemukan cahaya membuatnya tidak terusik dengan suara - suara sumbang tentang Ramos. Dunia malam, minuman haram sudah menjadi hal yang lumrah untuk Ramos. Ucapan yang keluar dari bibir Ramos membuat air mata Vania keluar dari pelupuk matanya,

“Terima kasih, kau sudah mau menjadi teman baikku saat orang - orang jijik padaku.”

Apakah Vania masih memiliki kekuatan untuk terus berjuang mengeluarkan sahabatnya dari jalan kegelapan menuju cahaya? Baca kisah selengkapnya yuk

***

Kucing - kucing liar

 

‘Jangan samakan kepribadianku dengan sikapku. Kepribadianku adalah jati diriku. Sikapku tergantung perlakuanmu kepada...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Kucing - kucing liar
Ratih Setyorini
Novel
Bronze
RASA
kiaqiya
Cerpen
Stasiun Terakhir Sebelum Pagi
Fredhi Lavelle
Novel
Bronze
Falling Amongst The Stars
de Baron Martha
Cerpen
Bronze
Pergilah ke Surga
Rika S. Muliawan
Novel
Bronze
JAPAN
N. Sabrina Putri
Novel
The Morning Sky After Pain
Shavrilla
Cerpen
Padmi
Tika Sofyan
Novel
Dream Changes Me
Auli Inara
Komik
THEY ARE A GIFT
Irul irul
Novel
Dreams List
Shabrina Hanum wajdy
Novel
Oh, Anakku ... BEGO!!!
DMRamdhan
Novel
Pahit Lebih Manis
Yesno S
Skrip Film
Miranda Advertising (Script)
qiararose
Flash
Antara Pelangi dan Matahari
Lita Soerjadinata
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kucing - kucing liar
Ratih Setyorini
Cerpen
Bronze
Mengetuk Pintu Surga
Ratih Setyorini
Novel
Bronze
Mata Jahat
Ratih Setyorini