Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Kucing itu Merebut Kekasih Nina
4
Suka
10,896
Dibaca

 

SUDAH hampir satu bulan Nina berada di Jakarta. Selama di sana ia tinggal bersama sepupunya di sebuah kos-kosan yang terletak di daerah perkantoran. Di hari-hari pertama Nina merasa kota besar itu menyambutnya dengan dingin dan memberinya perasaan terasing dari sekitar—walaupun itulah yang sedang ia butuhkan. Minggu-minggu pertama ia hampir tidak mengenal siapa pun selain sepupunya seorang; hampir semua penghuni kos yang kebanyakan pegawai kantoran terkesan saling berjarak dan tak repot-repot ingin berkenalan dengannya.

Setiap hari Nina harus melewatkan waktu sendirian selama sepupunya pergi ke kantor. Saat sendiri, ia akan pergi ke balkon utama yang terletak di lantai dua. Saat-saat seperti itu, biasanya seluruh koridor dalam keadaan sepi dan tenang setelah para penghuni kos pergi bekerja. Dari sisi balkon, Nina suka memandang bubungan atap rumah-rumah warga, kios-kios tempat usaha di seberang jalan, dan gedung-gedung pencakar langit yang tampak di kejauhan. Ingatannya akan terbawa pada memori samar kampung halaman serta kehidupan yang sedang coba ia tinggalkan di belakang. Ia memejamkan mata berlama-lama menyimak keheningan di dalam dirinya. Keheningan meresap dan memenuhinya dari kepala hingga rongga dada. Lalu di ujung hening itu ia akan mendengar suara-suara, semula terdengar jauh, lalu meruyak menjadi dengungan. Suara-suara saudara perempuannya, suara-suara saudara laki-lakinya, suara orangtuanya... semakin lama terdengar semakin banyak suara. Di tengah gaduh itu, satu suara yang lebih lemah namun menonjol muncul. Suara seorang pria. Kehadirannya menenggelamkan suara-suara lain di latar belakangan. Nina membuka mata.

Kadang-kadang ia tergoda ingin membenturkan kepala di tembok untuk menghentikan suara-suara itu. Suatu hari ia membeli obat tidur dari apotek di seberang jalan. Satu, dua, tiga butir, ia masih terjaga. Lalu empat, lima butir... Ketika sepupunya pulang, Nina sedang tidur pulas seperti bayi yang kekenyangan disusui. Bibirnya terbuka secelah dan dari sana meluncur dengkuran halus yang hampir terdengar seperti siulan lirih. Itu pertama kali ia mendengkur dalam tidur. Nina tertidur sepanjang malam. Pagi hari ia masih tidur ketika sepupunya hendak pergi bekerja. Sore hari ketika sepupunya pulang, tidurnya masih berlanjut. Si sepupu mulai khawatir. Diam-diam ia menaruh jari di bawah hidung Nina, memeriksa apakah gadis itu masih bernapas. Oh, dia masih bernapas. Si sepupu mengawasi Nina tidur sambil bertanya-tanya apa yang ada di dalam kepala gadis itu. Apakah dia baik-baik saja? Tengah malam Nina akhirnya terbangun. Dalam waktu lama ia hanya bergeming di sisi tempat tidur sepupunya. Wajahnya pucat dan lesu. Sepupunya masih terjaga di sampingnya, sedang menekuri majalah. Setelah beberapa saat, si sepupu akhirnya menoleh ke arahnya;

Nina sedang memandangi tembok di seberang. Tatapan mata kosong menerawang.

“Kamu baik-baik saja?” tanya sepupunya.

Nina mengerjap dan menyentuh dahinya dengan punggung tangan. “Jam berapa sekarang?”

“Sebelas lewat.”

Ia menoleh, “Malam? Sebelas malam? Rasanya seperti aku sudah tertid...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Kucing itu Merebut Kekasih Nina
Cicilia Oday
Cerpen
WITNESS
Rudie Chakil
Cerpen
Bronze
Terlambat
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Ramalan Ghina
Hekto Kopter
Cerpen
Last Saturday
Elkanara K.
Cerpen
Perempuan Setengah Gila
Sofa Nurul
Flash
Bronze
Truth Or Dare
heriwidianto
Flash
Penghuni Baru (Part II)
Cassandra Reina
Cerpen
Bronze
SiAlan
Moment
Cerpen
Bronze
Rumah dari Yang Mulia
Aruna Mufida
Cerpen
Bronze
Ingin Mati saat Rekreasi
Arba Sono
Cerpen
Bocah Merah (Mari bermain)
A.F Huda
Novel
Skandal Nirmala
Pink Coral
Cerpen
Bronze
Obrolan Tengah Malam
Arcadio Buendia
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kucing itu Merebut Kekasih Nina
Cicilia Oday
Cerpen
Porter Kereta
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Tak Ada yang Sia-sia dalam Hidup Termasuk Menikahi Seekor Babi
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memberi Makan Anjing Betina
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Bunga Apa yang Kau Masukkan ke Mulutmu?
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memeluk Kaktus
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Rentang dan Rajut
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kota Mati 2066
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Topeng Keindahan
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Istriku dan Anjingnya
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Debora
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Kasus Langka Keluarga Nirgunaman
Cicilia Oday