Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
KOTA HUJAN
0
Suka
2,022
Dibaca

Rintik hujan turun lembut di luar jendela kedai kopi kecil itu. Suara dentingnya di atap seng berpadu dengan aroma kopi yang menenangkan memenuhi udara lembap sore itu. Dira menatap cangkir hitamnya membiarkan uap tipis naik perlahan. Kedai itu tidak besar—hanya lima meja kayu, satu rak buku di pojok, dan temaram lampu gantung yang membuat segala sesuatu tampak lebih lembut dari biasanya. Di sudut dekat jendela, Dira duduk sendiri, ditemani laptop terbuka, namun layar kosong. Ia sudah menatapnya hampir satu jam mencoba menulis sesuatu, tapi tidak ada yang ia temukan.

Di luar, jalan mulai sepi. Payung-payung lewat sesekali. Dira menghela napas, menutup laptopnya, dan memutar sendok di dalam cangkir, mendengarkan suara logam bertemu keramik yang mengisi heningnya sore.

Lalu pintu kedai berdering pelan.

Seorang gadis masuk dengan langkah ragu membawa aroma hujan bersamanya. Rambutnya sedikit basah meneteskan sisa rintik ke lantai kayu. Matanya mencari tempat kosong, dan hanya tersisa satu kursi di sebelah meja Dira. Barista sibuk di belakang, dan beberapa pengunjung tampak tidak ingin diganggu. Gadis itu memandang Dira sebentar.

“Boleh duduk di sini? Semua tempat penuh,” katanya.

Dira mengangguk. “Silakan.”

Ia tersenyum, meletakkan tas kainnya di kursi, lalu duduk sambil mengusap jaketnya yang lembap. Sekilas, Dira melihat wajahnya tenang tapi ada sesuatu di balik tatapannya. Beberapa menit hanya diisi oleh suara hujan dan sendok yang beradu dengan cangkir. Dira kembali membuka laptopnya tapi entah kenapa, kini ia lebih sadar pada keberadaan gadis itu.

“Sering ke sini?” gadis itu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
KOTA HUJAN
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
LANDAK MINI SANG PENOLONG NAN PEMBERANI
Olaf A Gerrits
Cerpen
Sesi
Dina prayudha
Cerpen
Bronze
Cemburu Yang Menggantung di Sudut Jendela
Poloria Sitorus
Cerpen
Bronze
Terpaksa Merampok
Putri Rafi
Cerpen
Cemas
AKKu
Cerpen
Bronze
Takdir Berbalik
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Kala Sepi Melanda
ThidaRak
Cerpen
Bronze
Tangisan Ibu Terhenti
Sepasang Renjana
Cerpen
Bronze
Mawar Putih dan Pria Tanpa Kata
Saifoel Hakim
Cerpen
Hal-Hal yang Tidak Pernah Kupelajari dari Ibu
Tresnaning Diah
Cerpen
Bronze
FIRASAT EMAK
Efi supiyah
Cerpen
Waktu yang Tak Pernah Padam
Meliawati
Cerpen
Tamu yang Tak Pernah Datang
raras
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Tak Terdengar
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
KOTA HUJAN
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
24 Jam Yang Menghapusku
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Satu Kursi yang Kosong
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tersisa di Gaza
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tidak ada Tempat untuk Kita Berteduh
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jaket Merah yang Tak Pernah Dikembalikan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Terlambat
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Pernah Ditaruh di Vas
Muhamad Irfan
Cerpen
BISU
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Nyaris
Muhamad Irfan
Cerpen
Bukan Lagi Kita
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tanpa Balasan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan yang Tidak Pernah Pulang
Muhamad Irfan