Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
9
Suka
24,759
Dibaca

Aku ketuk pintu kantornya, dan aku buka tanpa menunggu jawaban karena aku tahu dia sedang mengharapkan kedatanganku. Aku membawa secangkir kopi kesukaannya di tangan kanan, sementara ketiak kiriku mengapit sebuah folder. Aku langsung menghampiri mejanya dan meletakan cangkir kopi itu di samping kanan mejanya. Dia tidak beralih dari laptop dan berkas-berkasnya. Ia tidak hanya sekedar fokus, tapi juga gelisah. Ya, ini bukan presentasi sembarangan; ini bukan negosiasi abal-abal; dia sedang berusaha mengakusisi perusahaan ayahnya sendiri.

“Ini prospectus yang Anda minta, Sir. Juga catatan perubahan dari prospectus sebelumnya, kalau-kalau Anda membutuhkannya,” kataku sambil menyodorkan folder itu.

“Terima kasih!” jawabnya sambil menerima folder itu dengan tangan kiri tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar.

“Gio sudah kirim update di Bursa Efek, saya lampirkan tabelnya, juga proyeksi sampai nanti sore,” ucapku tanpa mengindahkan kurangnya perhatian terhadapku, tapi aku tahu dia memperhatikan. “Yang menurut saya tidak akan banyak perubahan. Para pemegang saham dominan tahu persis dinamika yang terjadi di perusahaan ayah Anda.”

“Apa aku mesti turun ke lantai Bursa?” tanyanya terdengar ragu dan kentara gelisah. Dia tidak seperti biasanya sejak kira-kira sebulan terakhir.

“Sir, Sir, lihat saya,” ucapku, agak datar namun tegas.

Bosku itu mengangkat wajahnya dan menatapku. Jujur, aku selalu merasakan semacam korslet yang tiba-tiba di otakku saat tatapanku beradu dengan mata coklatnya. Tapi kali ini aku harus menahan diriku supaya tidak meleleh, supaya pesanku benar-benar tersampaikan.

“Anda akan baik-baik saja,” ucapku sambil memasang senyum yang aku harap menenangkan dirinya. “Sekarang tarik napas dalam-dalam, lalu minum kopi Anda.”

Kulihat dia mengikuti saranku.

Setelah melihatnya minum kopi, aku undur diri, “Saya ada di ruangan saya bila Anda memerlukan saya.”

Aku melangkah ke pintu namun urung membukanya saat aku dengar, “Aku sepertinya perlu udara segar. Mungkin kita bisa ke lantai Bursa, bagaimana menurutmu?”

Aku berpaling dan melihat dia telah berdiri dan beranjak meninggalkan meja. Seketika mataku terbelalak, namun dengan cepat aku tutup mataku, juga tanpa sadar, tanganku menutup wajahku.

“Ada apa? Kenapa?” tanyanya heran dan terdengar cemas.

“Oh, tidak apa-apa, sepertinya ada bulu mata yang masuk mataku. Sekarang tidak apa-apa,” jawabku sambil melepas tangan dari wajahku dan berpaling ke pintu. Kini aku yang gelisah—benar-benar gelisah!

“Jadi bagaimana? Mau temani aku ke lantai Bursa?”

“Sebaiknya jangan, Sir. Kita tidak punya banyak waktu. Kalau udara segar, Anda bisa ke atap gedung. Mari, saya temani, Sir,” kataku, berusaha setengah mati untuk mengubur sikap canggung karena benakku bak alarm kebaka...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp4.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (7)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Pal in Love
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Novel
Panduan Mendekati Gebetan
diffean k.a
Novel
Gold
Cafe Stories
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Pria Pilihan Suamiku
aisakurachan
Novel
40 Hari Terakhir
Nandreans
Flash
Tersesat dalam Kenangan
MONSEUR
Cerpen
Bronze
RENTANG JIWA
Gie_aja
Novel
Penawar Masalah
Nurita
Novel
Resep Cinta Dalam Doa
EdpDian
Novel
Rumit!
Citra
Cerpen
Bronze
Belahan Jiwa
Dewi Fortuna
Novel
Nada & Daniel
Devi Marliza
Novel
Bronze
MY TOXIC WEDDING
Times New Roman
Novel
[2] Bintang Di Langit Abu-Abu
kound
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Novel
Bronze
Kecuali Monyet
DMRamdhan
Flash
Bronze
Resiko
DMRamdhan
Flash
Bronze
Hantu Cilik
DMRamdhan
Cerpen
Kebiasaan Lama Gak Ada Matinya
DMRamdhan
Flash
Cermin Waktu
DMRamdhan
Novel
Janna dan Pria Bersayap Api
DMRamdhan
Skrip Film
Ruang Rahasia Ibu
DMRamdhan
Novel
Bronze
Adolescent Crash
DMRamdhan
Flash
Bakat
DMRamdhan
Flash
Bronze
Time Alone
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sejatinya Keindahan
DMRamdhan
Flash
Bersalah
DMRamdhan
Novel
Bronze
Flight of Birds
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sejatinya Indah
DMRamdhan