Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
9
Suka
24,757
Dibaca

Aku ketuk pintu kantornya, dan aku buka tanpa menunggu jawaban karena aku tahu dia sedang mengharapkan kedatanganku. Aku membawa secangkir kopi kesukaannya di tangan kanan, sementara ketiak kiriku mengapit sebuah folder. Aku langsung menghampiri mejanya dan meletakan cangkir kopi itu di samping kanan mejanya. Dia tidak beralih dari laptop dan berkas-berkasnya. Ia tidak hanya sekedar fokus, tapi juga gelisah. Ya, ini bukan presentasi sembarangan; ini bukan negosiasi abal-abal; dia sedang berusaha mengakusisi perusahaan ayahnya sendiri.

“Ini prospectus yang Anda minta, Sir. Juga catatan perubahan dari prospectus sebelumnya, kalau-kalau Anda membutuhkannya,” kataku sambil menyodorkan folder itu.

“Terima kasih!” jawabnya sambil menerima folder itu dengan tangan kiri tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar.

“Gio sudah kirim update di Bursa Efek, saya lampirkan tabelnya, juga proyeksi sampai nanti sore,” ucapku tanpa mengindahkan kurangnya perhatian terhadapku, tapi aku tahu dia memperhatikan. “Yang menurut saya tidak akan banyak perubahan. Para pemegang saham dominan tahu persis dinamika yang terjadi di perusahaan ayah Anda.”

“Apa aku mesti turun ke lantai Bursa?” tanyanya terdengar ragu dan kentara gelisah. Dia tidak seperti biasanya sejak kira-kira sebulan terakhir.

“Sir, Sir, lihat saya,” ucapku, agak datar namun tegas.

Bosku itu mengangkat wajahnya dan menatapku. Jujur, aku selalu merasakan semacam korslet yang tiba-tiba di otakku saat tatapanku beradu dengan mata coklatnya. Tapi kali ini aku harus menahan diriku supaya tidak meleleh, supaya pesanku benar-benar tersampaikan.

“Anda akan baik-baik saja,” ucapku sambil memasang senyum yang aku harap menenangkan dirinya. “Sekarang tarik napas dalam-dalam, lalu minum kopi Anda.”

Kulihat dia mengikuti saranku.

Setelah melihatnya minum kopi, aku undur diri, “Saya ada di ruangan saya bila Anda memerlukan saya.”

Aku melangkah ke pintu namun urung membukanya saat aku dengar, “Aku sepertinya perlu udara segar. Mungkin kita bisa ke lantai Bursa, bagaimana menurutmu?”

Aku berpaling dan melihat dia telah berdiri dan beranjak meninggalkan meja. Seketika mataku terbelalak, namun dengan cepat aku tutup mataku, juga tanpa sadar, tanganku menutup wajahku.

“Ada apa? Kenapa?” tanyanya heran dan terdengar cemas.

“Oh, tidak apa-apa, sepertinya ada bulu mata yang masuk mataku. Sekarang tidak apa-apa,” jawabku sambil melepas tangan dari wajahku dan berpaling ke pintu. Kini aku yang gelisah—benar-benar gelisah!

“Jadi bagaimana? Mau temani aku ke lantai Bursa?”

“Sebaiknya jangan, Sir. Kita tidak punya banyak waktu. Kalau udara segar, Anda bisa ke atap gedung. Mari, saya temani, Sir,” kataku, berusaha setengah mati untuk mengubur sikap canggung karena benakku bak alarm kebaka...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp4.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (7)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
SEMPITERNAL
Anas stasia paskalina sufi mangu
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Komik
My School Life
zara adzkia
Skrip Film
ke.putus.an
Dewi Anjani
Cerpen
Bronze
Pria yang datang setiap pukul tiga sore
Febri Muhamad mughni
Novel
Salmantha (Ketika Cinta Membuktikan Kebenarannya)
Muhammad Arkan
Novel
Risalah Hati
Poetry D. Maria
Novel
Bronze
Suara Puitis Pacar Online-ku
Bulan Separuh
Cerpen
Bronze
PEREMPUAN ASAP
Indah Fai
Novel
Bronze
After Ecstasy
Varenyni
Novel
Jagat~Hilal
Baiq Prajnya Paramitha
Novel
But You
Yaraa
Novel
Floway
Almira Rachma Z
Novel
Bronze
White Nights
Jumel
Novel
school queen
fabian
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Novel
Bronze
Flight of Birds
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sejatinya Indah
DMRamdhan
Skrip Film
Ruang Rahasia Ibu
DMRamdhan
Novel
Bronze
Kecuali Monyet
DMRamdhan
Flash
Bronze
Indah yang Sejati
DMRamdhan
Flash
Bronze
Time Alone
DMRamdhan
Cerpen
Sang Pembisik
DMRamdhan
Novel
Bronze
Layang-Layang Putus Tak Pernah Salah
DMRamdhan
Flash
Bakat
DMRamdhan
Novel
Bronze
Ayat yang Tak Terucap
DMRamdhan
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sepadan
DMRamdhan
Flash
Bronze
Hantu Cilik
DMRamdhan
Novel
Janna dan Pria Bersayap Api
DMRamdhan