Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Religi
Bronze
Kiblat Di Tanah Tak Bertuan
1
Suka
2,471
Dibaca

Dusty Creek, Arizona – 1875.

​Debu merah beterbangan setiap kali angin kering menyapu jalanan utama kota yang seolah sedang menunggu kematiannya sendiri. Di depan The Rusty Spur Saloon, papan kayu berderit memuakkan, senada dengan suasana hati Elias Thorne. Ia duduk di pojok remang kedai, memutar-mutar gelas wiski kelimanya hari itu.

​Elias bukan sekadar koboi. Di balik rompi kulitnya yang kusam, tersemat lencana perak berbentuk bintang: U.S. Marshal. Namun, bintang itu sudah kehilangan kilaunya, sama seperti mata Elias yang cekung dan merah.

​"Marshal, ada kiriman dari pusat," suara barkeeper memecah lamunan Elias. "Seorang tahanan. Katanya dia gila, atau mungkin penyihir. Mereka menemukannya di gurun, bicara pada pasir."

​Elias mendengus, suaranya parau sepert...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Bronze
Kiblat Di Tanah Tak Bertuan
Nour araa
Novel
GOKS TEACHER
Siti yunia safitri
Novel
Bronze
TENTANG MEREKA
JOSÉPH AL-IQBAL
Novel
LE SOLEIL DE MA VIE
Ravistara
Novel
Bronze
Godaan Sang Mantan
Biru Tosca
Flash
Dosa dari Surga
Gita Oktavia
Novel
Gold
Sebab Bahagia Itu Mudah
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Rubah Muda dan Ibunya
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Aku Memilih Hijrah
Ellesss
Novel
Gold
Mediating Islam (Indonesian Edition)
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Doa di sebuah Kampus
Lora Arkansas
Novel
Bronze
BORASPATI
Marfenas Marolop Sihombing
Novel
Menjemput Bidadari
Be Maryam
Flash
Bronze
Kapan Kalian Berdamai?
Nuel Lubis
Novel
Gold
Islam Itu Ramah Bukan Marah
Noura Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kiblat Di Tanah Tak Bertuan
Nour araa
Novel
Turned Back : The Crusader
Nour araa
Cerpen
Di Bawah Hujan Andalusia
Nour araa
Cerpen
Bronze
Cahaya antara Hebrides
Nour araa
Cerpen
Bronze
Cahaya Munchen : Ketika Hidayah Menemukan Rumahnya
Nour araa