Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Ketika Hati Menemukan Rumahnya
0
Suka
197
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Sketsa Hati di Antara Dingin dan Takdir

Permenungan Eksistensial Tentang Luka, Benteng Jiwa, dan Ketukan Ilahi

---o0o---

Kutipan: "Benteng yang paling sulit dihancurkan bukanlah yang terbuat dari granit dan baja, melainkan benteng kebisuan yang dibangun oleh hati yang pernah dihancurkan atas nama cinta."

Manusia sering kali keliru menafsirkan ketangguhan. Kita mengira bahwa kesanggupan menahan tatapan tanpa berkedip, kekebalan dari getar asmara, dan kepiawaian menyembunyikan kerapuhan di balik setelan jas mahal adalah puncak kedewasaan. Namun di hadapan sunyi, ketika lampu-lampu pencakar langit ibu kota mulai padam satu demi satu dan yang tersisa hanyalah dengung pendingin ruangan serta helaan napas sendiri, kita terpaksa mengakui kebenaran yang pahit: benteng yang paling kokoh sesungguhnya adalah penjara yang kita bangun dengan tangan kita sendiri.

Kisah ini adalah dokumentasi batin tentang Shalih al-Ghanim, seorang pemuda berusia dua puluh tujuh tahun yang memegang kendali atas imperium bisnis bernilai triliunan rupiah. Di mata khalayak ramai, ia adalah potret kesempurnaan duniawi: rupawan, berpendidikan tinggi dari universitas terkemuka luar negeri, teguh dalam ketaatan syariat, dan pewaris tunggal dari marga terpandang Ghanim. Namun di balik dinding kehormatan itu, bersemayam sebuah julukan yang melekat bagai cap besi membara: pria berdarah dingin. Ia adalah sosok yang mematikan denyut afeksi, menutup rapat pintu bagi perempuan mana pun, akibat puing-puing pengkhianatan masa remaja yang belum tuntas dibersihkan dari relung jiwanya.

Sampai suatu ketika, garis takdir mempertemukannya dengan Walida Nissa. Gadis itu tidak datang dengan gemerlap kemewahan atau rayuan yang memikat panca indra. Ia melangkah masuk sebagai sekretaris baru di jajaran direksi, membawa kesantunan yang bersahaja, profesionalisme tanpa pretensi, dan keteduhan seorang Muslimah yang menundukkan pandangan. Melalui gesekan rutinitas kerja, lembaran map berisi angka-angka tender, dan aroma kopi hitam tanpa gula di bawah denting rintik hujan malam, es yang membeku selama satu dekade mulai retak.

Bukan sekadar romansa picisan, ini adalah perjalanan spiritual tentang rekonsiliasi dengan masa lalu, intrik kekuasaan yang menguji integritas, fitnah yang menuntut pembuktian keluhuran budi, serta pemahaman bahwa cinta yang diridhai Sang Pencipta tidak pernah datang untuk memporak-porandakan tatanan, melainkan menata kembali jiwa yang sempat berantakan.

--------------------------------------------------------

Bab I: Benteng Es di Menara Sudirman

Takhta Ghanim Capital, Bayang-Bayang Luka SMA, dan Sunyi Sang Pewaris

---o0o---

Kutipan: "Patah hati masa SMA mengajarkanku satu dalil kejam: kebaikan yang diserahkan tanpa tameng hanya akan menjadi umpan bagi mereka yang gemar mempermainkan ketulusan."

Lantai empat puluh Menara Ghanim menjulang angkuh menembus kabut tipis yang menyelimuti Jakarta di pagi hari. Dari balik kaca setinggi empat meter yang membentang dari lantai hingga langit-langit ruang kerjaku, hiruk-pikuk Jalan Jenderal Sudirman tampak seperti barisan semut mekanis yang bergerak lambat tanpa jiwa. Di meja m...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
Ketika Hati Menemukan Rumahnya
Amrullah Ibrahim
Novel
Past and Future
Lydia
Novel
In Seoul
NessaCha
Novel
Our First Romance
Arisyifa Siregar
Novel
(Masih) Sempat Memiliki
perempuansenja_wp
Flash
Unexpected You
Farah
Novel
Bronze
Menghitung Hari Dalam Isolasi
Rahellya
Novel
Bronze
PERTAMA
Dunia Gerhana
Novel
The Law Of Psychology
Pramdigdya Sasliandri Priantama
Novel
Lara Kama; Kisah Anggrek Bulan dan Tuan Sepatu Cokelat
Dhea FB
Novel
Bronze
Resep Cinta Miri
Mozze Satrio
Flash
Bronze
Ditemani Pagi (Membicarakan Adam 2)
Silvarani
Flash
Titik Nadir
Lisnawati
Cerpen
Bronze
THE LAST DAY I LOVED YOU
muhamad zaid
Cerpen
Lima Syarat Surga Jalur VIP
Muhammad Sapril
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ketika Hati Menemukan Rumahnya
Amrullah Ibrahim
Novel
ARGANATA : SANG PEWARIS
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Nafas di Balik Kabut
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 5: PENDEKAR TERATAI EMAS
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
SERI 8: KEMELUT TERATAI BIRU
Amrullah Ibrahim
Flash
Celana Melorot Misterius di Rumah Sakit Tua Palembang
Amrullah Ibrahim
Flash
Tanduk Misterius di Bawah Rumah Wak Dijah
Amrullah Ibrahim
Novel
Kembara Rasa
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Arkan Al Ghazi & Portal Cahaya Abadi
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
SAHABAT YANG BERUJUNG CINTA
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Ketika Cinta
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Penyamaran Bara
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pernikahan via Perjodohan
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Puteri Mawar Merah
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
LILLAH
Amrullah Ibrahim