Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
KENANGAN INDAH SEMASA SMA
0
Suka
57
Dibaca

Ketika Cinta Lama Menemukan Jalannya Kembali

“Ada cinta yang tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali, dengan hati yang lebih dewasa dan perasaan yang jauh lebih dalam.”

PROLOGSurat yang Tidak Pernah Terkirim

Malam itu hujan turun perlahan di kota yang telah lama kutinggalkan.

Aku duduk di dekat jendela kamar, memandangi titik-titik air yang berkejaran di kaca. Di atas meja, secangkir kopi mulai dingin. Sebuah buku catatan lama terbuka di hadapanku, memperlihatkan tulisan tangan yang sudah tidak asing lagi.

Tulisan itu milikku.

Namun, isi halaman tersebut bukan tentang pekerjaan, bukan tentang rencana masa depan, dan bukan pula tentang kehidupan yang sedang kujalani.

Itu adalah catatan masa SMA.

Catatan tentang seorang gadis bernama Susilawati.

Aku menyentuh halaman yang menguning itu dengan ujung jari. Di sana tertulis sebuah kalimat yang pernah kutulis bertahun-tahun lalu:

"Susi, kalau suatu hari nanti kita bertemu kembali, aku ingin mengatakan sesuatu yang dulu tidak pernah sanggup kukatakan."

Aku tersenyum getir.

Bertahun-tahun telah berlalu sejak aku menulis kalimat itu. Masa SMA telah menjadi bagian dari masa lalu. Sekolah tempat kami belajar mungkin telah berubah. Teman-teman kami telah menempuh kehidupan masing-masing. Dan Susilawati...

Aku tidak tahu di mana ia berada.

Aku tidak tahu apakah ia masih mengingatku.

Aku tidak tahu apakah kenangan tentang perjalanan pagi dan sore kami masih tersimpan di dalam hatinya.

Tetapi malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku merasa bahwa masa lalu sedang mengetuk pintu kehidupanku.

Ponselku yang terletak di samping buku tiba-tiba bergetar.

Sebuah pesan masuk dari grup alumni SMA.

Fardhan: Teman-teman, jangan lupa reuni SMA bulan depan. Kita adakan di sekolah lama. Semoga semuanya bisa hadir.

Aku membaca pesan itu sambil tersenyum.

Reuni.

Sekolah lama.

Teman-teman yang telah lama tidak kutemui.

Dan mungkin...

Susilawati.

Aku tidak tahu apakah ia akan datang.

Namun, malam itu, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, aku kembali memikirkan sebuah nama dengan perasaan yang sama seperti dulu.

Susilawati.

Gadis yang pernah menjadi bagian terindah dari masa SMA-ku.

Gadis yang kusukai dalam diam.

Gadis yang tidak pernah mendengar kata cinta dariku.

Aku menutup buku catatan itu perlahan.

Di luar, hujan masih turun.

Dan di dalam hati, sebuah harapan kecil mulai tumbuh.

Mungkin, setelah bertahun-tahun, takdir akan mempertemukan kami kembali.

---

BAB I - PUTIH ABU-ABU DAN AWAL SEBUAH RASA

1.1 Namaku Yafiq Al-Ghifari

Namaku Yafiq Al-Ghifari.

Aku adalah seorang siswa SMA jurusan IPA yang sangat menyukai pelajaran Biologi.

Sejak kecil, aku selalu tertarik pada kehidupan. Aku senang memperhatikan tumbuhan yang tumbuh di halaman rumah, mengamati serangga yang berjalan di atas daun, dan membaca buku tentang tubuh manusia.

Bagiku, Biologi bukan sekadar pelajaran yang harus dipahami demi mendapatkan nilai bagus.

Biologi adalah ilmu yang membuatku semakin kagum kepada Sang Pencipta.

Aku senang mengetahui bagaimana jantung memompa darah, bagaimana tumbuhan melakukan fotosintesis, dan bagaimana setiap makhluk hidup memiliki keunikan masing-masing.

Guru Biologi kami, Pak Rahman, sering mengatakan bahwa aku memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

"Yafiq, kamu ini kalau sudah belajar Biologi, lupa waktu," katanya suatu hari.

Aku tertawa.

"Karena menarik, Pak."

"Bagus. Pertahankan. Tapi jangan sampai pelajaran lain ditinggalkan."

"Siap, Pak."

Aku memang bukan siswa yang selalu mendapatkan nilai tertinggi di semua pelajaran. Namun, aku berusaha menjadi siswa yang baik, menghargai guru, dan membantu teman ketika mereka membutuhkan.

Teman-temanku mengenalku sebagai seseorang yang cukup pendiam, tetapi mudah diajak berteman.

Mereka juga sering bercanda tentang penampilanku.

"Yafiq, kalau kamu terus senyum begitu, banyak yang jatuh cinta nanti," kata Kamil, salah seorang sahabatku.

Aku hanya tertawa.

"Jangan mengada-ada."

"Serius. Wajahmu tampan, orangnya baik. Tinggal berani bicara sama perempuan."

Fardhan yang duduk di sebelahnya ikut tertawa.

"Nah, itu masalahnya. Yafiq kalau soal Biologi bisa menjelaskan panjang lebar. Tapi kalau soal cinta, satu kalimat saja susah."

Yafiq yang lain? Tidak. Aku hanya bisa menggeleng.

Mereka benar.

Aku memang sulit memberikan kata cinta kepada seorang gadis.

Bukan karena aku tidak pernah memiliki perasaan.

Justru sebaliknya.

Aku pernah menyukai seseorang.

Seseorang yang membuat hari-hari SMA-ku terasa jauh lebih indah.

Namanya Susilawati.

1.2 Pertemuan yang Sede...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Di Balik Bangau Kertas
Larasatiameera
Novel
Gold
Anne of Avonlea
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Diary Bertali Luka.
Herniyanah
Cerpen
Bronze
KENANGAN INDAH SEMASA SMA
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Antara Aku, Kamu, dan Corona
Mery Nurfa Dilla
Novel
Bronze
End in lovE
Rian Widagdo
Novel
Dear, Sweet Hurt
Lovaerina
Skrip Film
Pergilah Puan Tanah ini telah Bertuan (Script Version)
Rana Aksa
Cerpen
Bronze
Perwakilan rindu di pelupuk mata
penulis kacangan
Novel
Burn Out
Siti Soleha
Novel
Pernikahan Tanpa Cinta
NURJANNA
Flash
SURAT UNTUK NEPTUNUS
M Fadly Hasibuan
Flash
Bronze
HANYA DIRIMU
Andaray
Cerpen
Bronze
APAKAH DIA ANAKKU?
Yantie Wahazz
Novel
Bronze
Neighbor's Secret
Husni Magz
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
KENANGAN INDAH SEMASA SMA
Amrullah Ibrahim
Novel
Cerita LUCU
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Denol dan Es Cendol, Anak Juragan Jengkol
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pulang Menuju Pelukan
Amrullah Ibrahim
Komik
Jingga di Langit Senja
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Rindu di Bukit Rendingan
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Deru Bara di Dada Gita
Amrullah Ibrahim
Novel
Tit Tak Sempurna
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
GADIS PEMETIK MANGGA
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Sang Kembang Desa
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Nafas di Balik Kabut
Amrullah Ibrahim
Novel
Dua Sujud Satu Muara
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
TERATAI BERDARAH DI RAWA MUSI
Amrullah Ibrahim
Novel
Cinta Yang Kembali Kepada-Nya
Amrullah Ibrahim
Flash
Tawa Misterius di Tepi Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim