Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Kembalinya Sang Penari
1
Suka
11,159
Dibaca

Suara gambang itu muncul lagi. Pelan nan sumbang, tetapi menempel erat di kepala.

Lina terpaku. Ia mengusap lembut bingkai kaca yang membungkus potret masa muda sang nenek, Mak Tjien.

Dalam foto itu, Mak Tjien berdiri tegak mengenakan kebaya encim berwana merah, kain batik bermotif bunga, dan selendang biru terulur di tangan. Semuanya memancar indah, menampilkan kontras yang tajam. Warna-warnanya masih hidup, menolak pudar, seolah waktu pun segan menyentuhnya.

Senyum Mak Tjien menambahkan kesan bercorak: setengah lembut, setengah menantang. Tatapannya seperti menyampaikan keabadian. Mungkin tarian. Mungkin rasa percaya diri.

Lina berdiri, mengambil selendang di dalam lemari. Tangannya mengukur jarak kosong dalam ruang kamar. Perlahan, ia menggerakkan jari-jarinya, meliuk melawan arah putaran jam. Lentur, halus, penuh keyakinan.

Irama perkusi menggema lantang. De...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Black Pearl
Valencia Flavia
Novel
Vengeance
Ria Rahmawati
Skrip Film
Our Bad Memory
Deviannistia Suyonoputri
Flash
Bronze
Rahasia Besar
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Kembalinya Sang Penari
Jasma Ryadi
Novel
W R A P P E D
Anantya Ilma
Novel
Bronze
Orang Lamba
gamblangmas
Flash
Ketika Mendung Bukan Lagi Pertanda Hujan
M Fadly Hasibuan
Flash
Broken
iam_light.blue
Flash
Bronze
Sazadah Terurai Air Mata
Herman Siem
Flash
Bronze
Sahabat Lawan Jenismu
Silvarani
Cerpen
Di Antara Riak Air dan Nyala Api
Ezra Jo
Novel
Most Wanted Koplak
Desi Restiana A
Flash
Bronze
Kencan
Afri Meldam
Skrip Film
Semua Masih Sama
Syeihan Gus Sajad
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kembalinya Sang Penari
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Mana Paket Saya?
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Simetris
Jasma Ryadi
Flash
Surat Untukmu Dariku
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Mereka Bilang Aku Durhaka
Jasma Ryadi
Flash
Dekapan yang Hilang
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Kota Kosong
Jasma Ryadi
Flash
Republik Kucing
Jasma Ryadi
Flash
Di Barisan Belakang
Jasma Ryadi
Novel
Karantina
Jasma Ryadi
Flash
Bu, Mengapa Orang-Orang Mati?
Jasma Ryadi
Flash
Sisa Siang
Jasma Ryadi
Flash
Mawar yang Tak Menyadari Durinya
Jasma Ryadi
Flash
Ombak, Luka, dan Hal-Hal yang Tetap Datang
Jasma Ryadi
Flash
Aroma Pukul Tiga Pagi
Jasma Ryadi