Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
Kematian Saudara Kembar
1
Suka
3,186
Dibaca

“Pernahkah kau membayangkan bagaimana ekspresi presiden ketika beliau mules, sementara beliau sedang mengadakan rapat dengan para menteri?”

  Santun terbahak-bahak, ia memvisualkan wajah presiden yang berkeringat basah di ruang meeting, tangan memegangi perut sementara pantatnya terkentut-kentut. Ruangan meeting mendadak menjadi berisik karena aroma asing menyelinap masuk.

  “Apakah jika presiden kentut akan mengaku di depan publik? Bagaimana kentutnya seorang presiden?” Santun melengkapi kalimat Sopan. Mereka berdua adalah saudara kembar yang tak bisa dipisahkan di muka bumi ini, Ibunya yang bernama Akhlak telah mengandungnya selama delapan belas bulan, masa kelahiran mereka menjadi momentum yang tak dapat terlupakan.

Malam itu langit dihiasi dengan bulan sabit, jarum jam menunjuk pada angka dua belas, perut Akhlak terasa melilit sementara punggungnya ia ungkap akan jebol, suaminya Terpuji langsung melarikan diri ke rumah sakit. Hari itu, Terpuji sangat khawatir jika Akhlak, wanita y...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp9.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Kematian Saudara Kembar
Titin Widyawati
Cerpen
LITTLE UNA
I | N
Cerpen
Pak Tua Penunjuk Jalan
zain zuha
Cerpen
Dukun Dadakan dari Depok
Penulis N
Komik
Ubi Depresi
nanda putri diasshifatul karimah
Komik
Gold
Benyamin Biang Kerok
Kwikku Creator
Cerpen
Harmoni di Balik Pagar
Lukitokarya
Flash
AWAS ADA ORANG
Tirani K. C.
Flash
KUE 1.. 2.. 3..
Kiki Isbianto
Flash
PETELOT (PENSIL / INDO)
Call Me W
Flash
Bronze
Taruhan
Faizah Salsabila
Flash
Bronze
Kiri, Bang!
Reyan Bewinda
Flash
Mencari Kacamata
Rafael Yanuar
Flash
Bronze
Siap, Noted, Pak!
Reyan Bewinda
Flash
Nyai Roro Kidul-Chan - Legend of South Sea
Donquixote
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kematian Saudara Kembar
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Berkah
Titin Widyawati
Novel
Bronze
Hari-Hari Berat
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pemuda Pemburu Sunyi, Tiga Kucing dan Seekor Kelabang
Titin Widyawati
Flash
Sebuah Jalan
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Lampu
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Dikejar-kejar Polisi
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Takdir Mati
Titin Widyawati
Flash
Bronze
Musim Baru
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Bunga Busuk yang Mekar di Bibirmu
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Lelaki Kenangan dan Kupu-Kupu di Lampu Merah
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Surat
Titin Widyawati
Novel
Badai Indah
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Atap
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pelangi Transparan
Titin Widyawati