Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
Kematian Saudara Kembar
1
Suka
4,655
Dibaca

“Pernahkah kau membayangkan bagaimana ekspresi presiden ketika beliau mules, sementara beliau sedang mengadakan rapat dengan para menteri?”

  Santun terbahak-bahak, ia memvisualkan wajah presiden yang berkeringat basah di ruang meeting, tangan memegangi perut sementara pantatnya terkentut-kentut. Ruangan meeting mendadak menjadi berisik karena aroma asing menyelinap masuk.

  “Apakah jika presiden kentut akan mengaku di depan publik? Bagaimana kentutnya seorang presiden?” Santun melengkapi kalimat Sopan. Mereka berdua adalah saudara kembar yang tak bisa dipisahkan di muka bumi ini, Ibunya yang bernama Akhlak telah mengandungnya selama delapan belas bulan, masa kelahiran mereka menjadi momentum yang tak dapat terlupakan.

Malam itu langit dihiasi dengan bulan sabit, jarum jam menunjuk pada angka dua belas, perut Akhlak terasa melilit sementara punggungnya ia ungkap akan jebol, suaminya Terpuji langsung melarikan diri ke rumah sakit. Hari itu, Terpuji sangat khawatir jika Akhlak, wanita y...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp9.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Kematian Saudara Kembar
Titin Widyawati
Cerpen
Lebih Sayang Kucing Daripada Suaminya Sendiri
cahyo laras
Komik
Duta Keadilan Nasib
Nafi'ardhani Firmansyah
Cerpen
Pulang
hyu
Cerpen
Lady Ciprut dan Gendhuk Tini
bomo wicaksono
Cerpen
Dituduh Penculik
cahyo laras
Flash
Undangan Rapat Akbar
Lia Heliana
Flash
Pelan Tapi Party
Lora Arkansas
Flash
Mencari Inspirasi
Noer Eka
Flash
Bronze
Visi, Misi, Diksi, Permisi ....
Sunarti
Cerpen
Pura-Pura Lunas
Iena_Mansur
Cerpen
Bronze
Mampir ke New York
Darryllah Itoe
Flash
Apel untuk Doktor
Adinda Amalia
Flash
Suara Misterius
Saifan Rahmatullah
Cerpen
Dinul Making Love
Annisa Putry
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kematian Saudara Kembar
Titin Widyawati
Flash
Bronze
Musim Baru
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pemuda Pemburu Sunyi, Tiga Kucing dan Seekor Kelabang
Titin Widyawati
Cerpen
Alibi
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pelanggan Terbaik
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Gagal Sembunyi
Titin Widyawati
Cerpen
Maut di Kali Loning
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Bobong dan Negeri Cahaya
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Selimut Tidak Pernah Kering
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pelangi Transparan
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Suara-suara Aneh
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Sabar Kurang Sabar
Titin Widyawati
Cerpen
Dirimu dan Penunggu Hal-Hal Pergi
Titin Widyawati
Cerpen
Kualat
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Payung Hitam
Titin Widyawati