Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
1
Suka
7,121
Dibaca

Reno, Vina, Andi, dan Dewi berdiri di gerbang pendakian Gunung Rawa. Udara dingin dan segar mengisi paru-paru mereka, mengusir sisa-sisa kantuk dari perjalanan dini hari. Di tangan Reno, tergenggam erat sebuah peta lusuh yang sudah menguning—warisan dari kakeknya, seorang pendaki legendaris yang konon pernah menjelajahi setiap jengkal pegunungan ini. Peta itu adalah kunci menuju Curug Seribu, air terjun mitos yang dijaga oleh arwah kuno.

“Serius, cuma pake peta ini?” tanya Dewi, suaranya terdengar cemas. Ia menggosok-gosokkan kedua tangannya, mungkin bukan karena dingin, tapi karena keraguan yang mulai merayap. “Kata orang, gunung ini angker banget.”

Andi tertawa, mencoba mencairkan suasana. “Angker-angkeran apaan sih? Itu cuma cerita buat nakut-nakutin. Kita kan mau cari air terjun, bukan hantu.”

Vina menatap Reno, matanya memancarkan kepercayaan penuh. “Tenang, Dewi. Reno tahu apa yang dia lakukan. Kita aman kok.”

Reno tersenyum, mengangguk yakin. “Ini petanya kakek. Dia bilang, Curug Seribu itu tempat paling indah yang pernah dia lihat. Kita harus ke sana.”

Mereka pun memulai langkah, menyusuri jalan setapak yang mulanya jelas dan lebar. Pohon-pohon menjulang tinggi, menaungi mereka dari terik matahari. Suara alam berpadu harmonis: kicauan burung, gemericik air sungai, dan gesekan daun-daun kering yang terinjak. Semangat petualangan membara, mengalahkan sedikit rasa takut yang mungkin ada. Reno memimpin di depan, dengan Vina tepat di belakangnya. Andi dan Dewi menyusul di belakang, mengobrol ringan.

Seiring waktu, jalan setapak mulai mengecil dan vegetasi semakin lebat. Andi, yang biasanya paling ceria, mulai menjadi pendiam. Beberapa kali, matanya melirik ke balik pohon-pohon besar, seolah-olah ada sesuatu yang mengawasinya.

“Di sana itu apa?” gumam Andi, menunjuk ke arah semak-semak. “Kayak ada yang lewat.”

Dewi menoleh, matanya melebar. “Mana? Jangan nakut-nakutin!”

Andi menggeleng. “Nggak, bukan nakut-nakutin. Gue beneran lihat. Kayak bayangan hitam.”

Reno dan Vina menoleh. “Mungkin itu cuma monyet atau binatang lain, Ndin,” kata Vina, mencoba menenangkan.

Namun, Andi menggeleng lagi. Ia mengendus udara, keningnya berkerut. “Kalian nyium bau busuk nggak? Bau bangkai, tapi aneh.”

Reno mengabaikannya, terlalu fokus dengan peta di tangannya. “Nggak, gue nggak ci...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Novel
SONGKO
M A R U T A M I
Novel
NAPAS TERAKHIR
Maria Merianti Boru Malau
Novel
Malam Takziah
Marion Drossi
Cerpen
Bronze
Iblis dan Tom Walker Washington Irving penerjemah : Ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
29 (Dua Puluh Sembilan)
Sri Winarti
Novel
Senandung Rumah Tua
riwidy
Cerpen
Bronze
Dia Bukan Bayi Ku
Christian Shonda Benyamin
Komik
Antu Ayek
Mariel Botarino
Flash
Anona
winda nurdiana
Novel
Akhir Bulan Yang Menyeramkan
Atika Salsabila Zahra
Novel
Bronze
Pedalaman Gumantra
Randy Arya
Cerpen
Bronze
Kacamata Paman
Christian Shonda Benyamin
Komik
Bronze
Hu-man: The Perfect Child
morningmoonmoon.id
Novel
Gold
AGNOSIA
Mizan Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dia Bukan Bayi Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kacamata Paman
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ujung Koridor
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Raina
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hidup Di Dunia Lain
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siapa Tamu Rumahku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Cermin Kedua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Melodi Desiran Ombak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tak Ada Percaya Pada Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siaran Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Yakin Ini Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Boneka Bobo
Christian Shonda Benyamin