Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Kehilangan Keduanya
0
Suka
57
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Semua memang serba kebetulan dan tidak ada yang bisa menghalagi takdir yang sudah di tentukan oleh sang maha kuasa mengenai jodoh, kelahiran dan juga maut, maka dari itu sebagai manusia hanya berusaha agar semua takdir yang tuhan kasih ke kita tidak berubah seperti apa yang sudah di takdirkan walaupun memang memiliki akhir yang sama akan tetapi setidaknya kita bisa berusaha untuk mencapai semua itu walaupun memang tuhan sudah kasih akhir yang memang sudah di tentukan. Berbicara tentang cinta memang tidak akan ada habiskan maka dari itu kisah Haruka Ichikan yang akan menjadi kisah yang memang dimana sebuah pertemanan dapat memunculkan rasa suka walaupun sudah pasti hasilnya akan sesakit dimana kita patah hati, namun kisah ini akan mengajarkan kita berlapang dada dalam menjalani kisah yang memang sudah di tentukan akhirnya.

Haruka Ichika siswa yang sebentar lagi akan lulus berusaha mengabaikan apa yang namanya percintaan walaupun teman-teman sekelasnya sudah merasakan namanya cinta akan tetapi Haruka tidak mau ambil pusing dan hanya bisa bersikap biasa saja dalam menyikapi apa yang memang sudah di alami pada masa-masa SMA sekarang. Justru yang ingin ia rasakan adalah menikmati rasa persahabatan yang sudah ia dambakan selama ini, Haruka memang tipikal orang nya yang tipe pemilih apalagi soal teman ia selalu berpikir dulu sebelum berteman dengan seseorang maka dari itu ia jarang ada yang mau di ajak berkumpul ia selalu menolak, bukan apa-apa. Hanya saja alasan klise yaitu “Yasudah nanti aja,” dan “Gue duluan ya.” Alasan itu memang sudah menjadi makanan teman-teman sekalas Haruka sehari-hari tidak jarang ada seseorang yang mau berteman dengannya Cuma pas ada dibutuhkan saja.

Namun untung saja ada seseorang mau di ajak bicara oleh Haruka baik dalam keadaan senang, sedih, suka maupun duka walaupun bukan cewek akan tetapi bagi Haruka mau cewek atau cowok sama saja yang penting ada yang mendengarkan cerita nya saja sudah untung banget. Nama cowok itu adalah Ryo Yoshizawa, bukan hanya satu cowok melainkan ada satu cowok lagi namun ia selalu ada dan kelihatan batang hidungnya kala ada kegiatan keorganisasian baik OSIS dan Pramuka. Dan sekarang kebetulan masih ada kelas dan Haruka siap dengan mengeluarkan barang yang segera ia butuhkan.

“Makin sibuk aja nih Haruka, mentang-mentang sudah jadi anak OSIS sama Pramuka, gue juga anak OSIS gak sibuk-sibuk amat,” ucap Ryo yang langsung datang dan duduk di bangku belakang Haruka.

“Elo ya, Ryo jadi OSIS Cuma nampang nama doang,” ledek Haruka.

Mendengar ledekan Haruka membuat Ryo cemberut dan sedikit merajuk. “Habisnya elo juga sih yang nyeret gue masuk OSIS jadikan gue malah ikut-kutan juga dan gua juga gak bisa apa-apa kali yaudah daripada gue bikin masalah gue diam aja. Dan kata lo juga diam itu emas,”

“Emas pala lo pe’a. Jadi emas itu kalau lo emang gak bisa berkata baik dan gini lo masih bisa berkata baik, tuhkan lo masih bisa gerak. Bantu-bantu gue apa susahnya sih jadi cowok.”

Mulut Haruka memang pedas tapi tetap Ryo sukai akan tetapi semuanya berubah sebal kala Haruka malah membandingkan dirinya dengan salah satu cowok di organisasinya yang merupakan anak kelas sebelas, si cowok yang terlihat kayak anak cupu atau culun dengan bermodal kecerdasan di bawah Haruka dan juga juaranya public speaking, Siapa lagi kalau bukan Hiroki Takahashi---Si Sekretaris OSIS yang murah senyum.

“Tuh lihat, apa lo gak kasihan sama Hiroki, mana tubuhnya kecil kayak lo akan tetapi ia juga melakukan pekerjaan seolah ia kekuatan lebih padahal tugasnya itu cuma duduk di depan komputer doang harusnya lo malu sama tinggi badan lo yang kayak tower,” lanjut Haruka yang mulai membandingkan Ryo dan Hiroki.

“Au ah gue ngambek,”

“Ih gitu aja ambekan.... awas lo ya kalau pulang rengek minta nebeng sama gue,”

Ryo pergi meninggalkan Haruka. Dimana ia merasakan hati sakit kala Haruka selalu membandingkan dirinya dengan Hiroki, kurang apa dirinya di mata seorang Haruka, apakah pengorbanannya ini belum cukup untuk mengungkapkan rasa sayang dan cintanya kepada Haruka. Yap, Ryo suka sama Haruka sudah dari lama semenjak ia pertama kali bertemu dirinya pada saat masuk SMAN dimana kegiatan MPLS di selenggarakan dan pada saat itu dirinya dan juga Haruka dipasangkan bekerja sama sampai akhirnya rasa itu tumbuh dan muncul, namun Ryo pendam selama hampir 3 tahun detik ini juga ia belum bisa menyatakan perasaaannya. Ada beberapa kesempatan dimana Ryo mau menyatakan cinta pada Haruka tapi selalu di hindari, apa memang ia dan juga Haruka tidak berjodoh.

***

“Makasih ya untuk hari ini Haruka. Senang banget di bantuin sama lo,” ucap cowok bermata sipit seperti orang korea.

“Santai aja Hiroki, harusnya gue minta maaf sama lo atas nama Ryo karena harusnya ia bantuin lo. Dasar ambekan tuh anak,” umpat Haruka yang sepertinya di dengar sama Hiroki.

“Gapapa gue tahu Ryo orangnya seperti apa, btw mau pulang bareng gue?” tanyanya.

“Sorry gue gak bisa soalnya gue harus urus si Ryo dulu, gue harus kasih pelajaran sama dia. Sekarang ia lagi ambekan orangnya dan kalau sudah marah bisa berabe soalnya orangnya nekatan, lain kali aja. Bye,”

Lagi-lagi Hiroki di campakan oleh Haruka, asalannya selalu klise yaitu Ryo, Ryo dan Ryo. Hiroki tahu Ryo adalah sahabat dari Haruka sepenting itukah cowok itu bagi Haruka, jelas-jelas ada dirinya yang siap menerima apa adanya. Walaupun ia kenal Haruka dari kecil baru kali ini bisa bersama kembali saat masuk organisasi bareng dalam satu sekolah. Ia kembali bertemu dengan sahabat masa kecilnya itu walaupun berbeda kelas akan tetapi ia masih merasakan masa-masa yang menyenangkan dimana dulu menikmati waktu bersama tanpa ada seseorangpun yang menganggunya hingga suatu ketika orang tua Hiroki memutuskan pindah dan meninggalkan Haruka untuk selamanya.

Awalnya Hiroki akan benar-benar kehilangan Haruka selamanya, akan tetapi setelah kejadian ini Hiroki sadar, bahwa tuhan masih memberikan kesempatan kedua untuk bertemu dan berteman dengan nya lagi walaupun sekarang Haruka berbeda dengan Haruka yang dulu ada di masa lalu.

***

Haruka mencari keberadaan Ryo, ternyata Ryo tidak main-main dengan ucapannya kali ini. Disana Haruka menyesal kenapa ia tidak bisa mengerti dengan apa yang terjadi sahabatnya kali ini, Haruka menyesal dan benar-benar menyesal ia memilih meninggalkan sekolah dengan sepeda kesayangannya dimana sepeda itu sering di gunakan dirinya dan Ryo ka pulang dan berangkat sekolah. Saat Haruka meninggalkan sekolah tanpa ia sadari ada sosok yang mengintipnya dari belakang sampai akhirnya ambruk tidak sadarkan diri.

Haruka sampai di rumah, ia menyimpan sepeda nya sembarangan dan langsung masuk begitu saja. Kebetulan di rumah hanya ada sang kakak---Regiel Furumiya yang sudah ada di dapur yang tengah menyiapkan makan malam, ia sempat mendengar suara tidak biasa dari luar setelah di cek itu adalah adiknya sendiri karena merasa aneh dengan tindakan adiknya itu lalu segera ia meghentika aksinya untuk mengecek keadaan adiknya.

“Haruka sayang kamu kenapa?” tanya sang kakak saat melihat adik nya bete.

“.....”

Haruka diam. Ia diam seribu bahasa, Haruka begitu kesal kenapa semua cowok tidak peka sama cewek, tadi Ryo sekarang kakaknya---Regiel. Kenapa bisa sih, walaupun sebenarnya Hiroki bukan seperti itu orangnya akan tetapi sekarang pikiran Haruka lagi kacau.

“Haruka, cerita sama dong kakak. Kalau kamu gak mau cerita bagaimana kakak bisa peka kalau gini caranya?” tanya Regiel lebih lembut.

“KAKAK!” pecah tangisan Haruka di pelukan kakaknya.

Regiel memeluk adik kesayangannya membiarkan Haruka menangis terlebih dahulu, “Hiks.....Hiks... Kak, Ryo marah sama aku dan sekarang ia malah hilang entah kemana...Hiks....Hiks, kenapa cuma gara-gara Haruka ngebandingin ia sama Hiroki Ryo bisa marah sampai segitunya kalau gini jadinya kan Haruka juga yang takut kak,”

Seketika Regiel terkejut mendengar cerita Haruka, ia bisa menyimpulkan bahwa Ryo sudah mulai suka sama sahabatnya sendiri---adiknya---Haruka. Kalau ia sampai semarah ini benar-benar berati ia sudah patah hati dan mungkin ini akan menjadi hari-hari yang berat bagi Haruka karena mungkin cowok akan berbuat nekat kalau memang hatiny sudah tidak tahan. Regiel tidak bisa menjawab apa-apa ia Cuma bisa memeluk Haruka dan mencari keberadaan Ryo.

***

Hari- hari berikutnya Haruka menjalani kegiatan sendiri, walaupun sedikit demi sedikit sudah terbiasa akan tetapi sosok Ryo membuat dirinya sulit melupakan, bukan hanya itu ia malah mendapati Hiroki--- sahabat masa lalunya malah sering bersama seseorang walaupun di dalam kegiatan mereka saling bersama akan tetapi di luar Hiroki malah bersama seseorang yang sudah bukan lagi rahasia umum ialah Arisa Mei--- anak pramuka yang kebetulan teman dalam organisasi, ternyata hubungan mereka sudah berjalan satu tahun. Dan terus apa yang ia perlakukan selama ini sama dirinya, cuma pemberi harapan palsu atau pelampiasan semata. Disana Haruka sangat terpukul dimana ia baru saja kehilangan sahabatnya dan sekarang ia malah kehilangan orang yang selama ini ia suka. Yap, selama ini Haruka suka sama Hiroki tapi ia terlalu gengsi untuk di ungkapkan dan hanya ia utarakan kepada Ryo sebagai bentuk ungkapan yang tersampaikan. Dan memang sekarang ia benar-benar kehilangan keduanya.

Dan sekarang yang ia harapkan adalah sosok Ryo, ia tidak peduli orang-orang yang simpatik kepadanya, yang sekarang Haruka inginkan adalah Ryo. Ia memilih bolos untuk mencari Hiroki sampai akhirnya langkah menuju loker yang sering di pakai oleh siswa-siswi disini dan saat ia mengecek punya dirinya dan melihat sebuah ponsel, ponsel itu milik Ryo dan langsung penasaran ia menyetel bagian yang sudah tersedia disana.

“Hai Haruka.....ini gue Ryo. Maaf banget sudah bikin lo khawatir dan cemas hingga lo ngadu sama kakak lo soal tindakan gue tempo lalu....Jujur gue marah sama lo karena elo selalu ngebandingin gue sama Hiroki. GUE CEMBURU HARUKA....GUE ITU SUKA SAMA LO.... Tapi kayaknya lo suka sama Hiroki yang notabene sahabat masa kecil lo. Yap, Friendzone memang menyakitkan dan gue tahu diri kok, maka dari itu gue mau mengucapkan selamat tinggal sama lo karena gue sudah tidak ada disini lagi. Makasih sudah jadi sahabat gue, makasih sudah tadi TTS lo alias teman tapi sayang, semoga lo bahagia selalu dan PLEASE, JANGAN CARI GUE....GUE MAU MOVE ON DARI LO BAIK GUE ATAUPUN ELO HARUS BISA BERLAPANG DADA KARENA KALAU MEMANG JODOH KITA PASTI BERTEMU LAGI, sekian dari gue buat lo HARUKA ICHIKA dari RYO YOSHIZAWA[.]

TAMAT

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Silent Love
Zaky Uzumo
Novel
Bronze
Spill the Tea?
Ralali Sinaw
Novel
Bronze
Felicity
agsa
Novel
A Good Father
Lilian
Novel
Bronze
Toxic Relationship
Yayah Rokayh
Novel
Qodrat Merancang Tuhan Karyawala
Lilis Alfina Suryaningsih
Novel
Bronze
FAKE LOVE
Cici. Su
Flash
Kalau Jalanan Bisa Menangis...
Shabrina Farha Nisa
Cerpen
WAKTU
Armando Gultom
Cerpen
INNOCENT
Momo hikaru
Cerpen
Kehilangan Keduanya
Lilis Alfina Suryaningsih
Novel
Bronze
Tiga Cinta
silvi budiyanti
Novel
SOSIOPAT
imam muhtar
Skrip Film
Endless
Sanhyua
Flash
Bronze
janji suci
Okhie vellino erianto
Rekomendasi
Novel
Qodrat Merancang Tuhan Karyawala
Lilis Alfina Suryaningsih
Cerpen
Kehilangan Keduanya
Lilis Alfina Suryaningsih
Cerpen
Bronze
Temu Sahabat Kecil Lewat Layar Gengam
Lilis Alfina Suryaningsih
Cerpen
JOMLO ABADI
Lilis Alfina Suryaningsih
Cerpen
Bronze
Sembunyi dibalikata Baik-baik Saja
Lilis Alfina Suryaningsih
Novel
ANDHIRA REI
Lilis Alfina Suryaningsih
Novel
RYDER UNTUK ARTHUR
Lilis Alfina Suryaningsih
Novel
Anak-anak Tanpa Cinta
Lilis Alfina Suryaningsih
Skrip Film
Hello, Brother!
Lilis Alfina Suryaningsih
Cerpen
Bronze
(Bukan) Si Pahit Delta
Lilis Alfina Suryaningsih
Cerpen
Bronze
3 Hari Sebelum Tanggal 6
Lilis Alfina Suryaningsih