Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Kata Terlarang
0
Suka
9,269
Dibaca

Bab 1 – Novel Berjudul “Kata Terlarang”

Udara malam Makassar terasa lembap dan berat, serupa gumpalan kabut yang menyelimuti kota. Di dalam apartemen minimalisnya yang tenang, Aidan Prasetya mengamati layar laptop dengan kepuasan samar. Novel horor terbarunya, "Kata Terlarang," baru saja diterbitkan. Sebuah karya yang ia tulis dalam kondisi seperti kesurupan, sebuah pengalaman aneh yang kini hanya menyisakan samar-samar ingatan. Ia membelai sampul digital bukunya, desainnya sederhana namun memiliki daya tarik yang mengganggu—sebuah simbol yang samar, seperti mata yang selalu mengawasi. Aidan tidak tahu, bahwa di setiap jalinan kata yang ia rajut, ada benang tak kasat mata yang akan menjerat pikiran pembacanya, mengikis kewarasan mereka perlahan, persis seperti rayap yang menggerogoti fondasi rumah.

Novel itu memang unik. Bukan sekadar kisah horor biasa. Aidan telah menumpahkan seluruh imajinasinya, menggali ketakutan-ketakutan primordial dan menyajikannya dalam prosa yang menghipnotis. Ia ingat bagaimana ia menghabiskan 17 hari tanpa henti, hampir tanpa tidur, tanpa makan, hanya menulis. Jari-jarinya menari di atas keyboard, kata-kata mengalir deras seolah didiktekan oleh entitas lain. Saat itu, ia merasa terhubung dengan sesuatu yang kuno, sebuah sumur inspirasi yang tak pernah ia ketahui keberadaannya. Kini, melihat hasil karyanya yang terbit, ada rasa bangga bercampur kekosongan aneh.

Minggu-minggu pertama setelah peluncuran, respons publik cukup baik. Pembaca memuji gaya tulisnya yang atmosferik, pembangunan ketegangan yang lambat namun mematikan, dan karakter-karakter yang memuakkan namun begitu nyata. Pujian berdatangan, mengalir seperti madu ke telinga Aidan. Ia membaca setiap ulasan, tersenyum kecil melihat bagaimana karyanya menyentuh saraf ketakutan orang. Namun, di antara pujian itu, mulai muncul nada-nada yang ganjil.

"Setelah membaca 'Kata Terlarang' sampai halaman terakhir, saya merasa sangat gelisah," tulis seorang pembaca di forum daring. "Ada rasa cemas berlebihan yang tidak bisa saya hilangkan. Seperti ada yang mengawasi dari sudut pandang saya." Komentar itu awalnya dianggap sebagai respons umum terhadap novel horor yang efektif. Aidan hanya mengangguk, menganggapnya sebagai tanda bahwa novelnya berhasil memicu emosi.

Namun, komentar-komentar serupa mulai menumpuk.

"Saya mulai mendengar bisikan-bisikan aneh saat merenung, terutama di malam hari," tulis pembaca lain. "Suara itu seperti menggumamkan potongan-potongan kalimat dari buku itu. Saya bahkan mencoba tidak memikirkan novelnya, tapi bisikan itu tetap ada. Ini gila."

Aidan mulai merasa tak nyaman. Bisikan? Ia sendiri tidak pernah mengalaminya saat menulis. Ia hanya merasakan dorongan tak tertahankan untuk terus mengetik.

Kemudian, muncul laporan tentang mimpi buruk. Bukan sekadar mimpi buruk biasa. Para pembaca menceritakan mimpi yang terasa sangat nyata, terlalu nyata untuk sekadar ilusi tidur. Mereka melihat sosok-sosok mengerikan dari novel, terkadang hanya bayangan samar, terkadang detail wajah yang menjijikkan, muncul di lingkungan mereka sendiri. Rumah mereka, kamar tidur mereka, bahkan wajah orang-orang terdekat mereka, semuanya bisa berubah menjadi lanska...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Kata Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Novel
MAKOM KERAMAT SYEH SIRNA JAYA
Rana Kurniawan
Flash
Bronze
Liturgi Daging Yang Bernyanyi
Nguyen Rakai Pikatan
Novel
BADAL
Purwati Ningsih
Flash
Pelukan Tanah Basah
Jasma Ryadi
Novel
PERHIASAN TERKUTUK
Endah Wahyuningtyas
Flash
Bronze
CCTV & Videocall
Rere Valencia
Flash
Pendosa
Keita Puspa
Flash
Dari Dimensi Lain
bomo wicaksono
Novel
Gold
AGNOSIA
Mizan Publishing
Novel
Gold
Hilang
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Sazadah Hitam
Paul Siem
Cerpen
Bronze
Perpustakaan Sekolah
SUWANDY
Flash
Bronze
Jaga Malam
Fidiya Sharadeba
Cerpen
Bronze
Ilmu Batin
syaifulloh
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kata Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tak Ada Percaya Pada Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kakek Memanggil
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pusaka Naga Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
#fyp Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sisi Lain
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teman Kamar Yang Kasat Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
19:00
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Boneka Bobo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arah Kompas
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suwanita
Christian Shonda Benyamin