Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Kata-Kata Mutiara
0
Suka
6
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

HARI PERTAMA, Pelarian dan pertemuan pertama.


Suasana di ruang tamu keluarga Purwanto pecah oleh denting kristal yang memekakkan telinga. Vas bunga kristal peninggalan almarhumah ibunya menghantam meja kaca dengan keras, lalu hancur berkeping-keping berserakan di lantai—serupa dengan hancurnya jalinan persaudaraan antara Purwanto dengan kedua adiknya, Purnomo dan Purwanti, yang luluh lantak dalam sekejap.

Di antara serpihan tajam yang berserakan itu, bukan hanya vas bunga kristal dan meja kaca yang pecah, melainkan juga rasa hormat yang terakhir kali mereka miliki sebagai manusia.

"Kamu kan udah dapet jatah tanah di kampung, Mas!" Teriak Purnomo, adik bungsunya, dengan telunjuk gemetar menahan amarah. "Kenapa rumah ini dan agen sembako yang jadi tumpuan hidup kita masih mau kamu kuasai juga?"

“Kamu tega, Mas! Aku nggak pernah ngira kamu punya sifat seburuk ini. Kamu bahkan nggak peduli dengan kondisi bapak yang udah tua dan sakit-sakitan!” Sambung Purwanti, dengan air mata yang tak terbendung lagi.

Wajah Purwanto seketika merah padam. Emosinya memuncak, napasnya memburu, disulut oleh keserakahan yang membutakan hati nuraninya. Ia tak sudi menerima protes sekecil apa pun, apalagi penentangan terbuka dari adik-adiknya yang selama ini ia anggap harus tunduk padanya.

Purwanto membisu. Ia sudah muak dengan serbuan ocehan yang terus keluar dari mulut adik-adiknya. Baginya, warisan itu bukan lagi sebuah berkah, melainkan kutukan yang sanggup mengubah manusia menjadi serigala bagi sesamanya.

Tanpa sepatah kata pun, Purwanto menyambar kunci mobilnya lalu bergegas pergi. Ia butuh pelarian—ke mana pun, asalkan ke tempat di mana teriakan soal warisan tidak lagi mampu menjangkaunya.

Purwanto menempuh perjalanan selama berjam-jam yang t...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp15.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Kata-Kata Mutiara
Setiyarini
Novel
SONGKO
M A R U T A M I
Novel
Melik
Ririn Noverawati
Cerpen
Bronze
Bayangan di Jendela
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Mantan Biduan
Afri Meldam
Skrip Film
NUN MATI
Herman Sim
Flash
Disaat Kau Sendiri
Nurai Husnayah
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bisikan Gaib Dari Ruang Bawah Tanah
umiyati123
Cerpen
Bronze
Kota Mati/ Langit tanpa suara
Novita Ledo
Novel
Bronze
SELAMAT MALAM, KANIA
Rosi Ochiemuh
Novel
Ada Penampakan di Pesantren
Hargo Trapsilo
Novel
Bronze
MUSLIHAT
Rachma Nurlela
Flash
Bronze
Surup
Haru Wandei
Novel
Di Antara Rumah yang Kosong
Imajiner
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kata-Kata Mutiara
Setiyarini
Cerpen
Bronze
KEJUTAN DI MALAM ISTIMEWA
Setiyarini
Cerpen
Bronze
RENCANA TERAKHIR
Setiyarini
Cerpen
Bronze
Pandawa Korporat di antara Sengkuni dan Kurawa
Setiyarini
Flash
Lintah Dayat
Setiyarini