Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Jejak
1
Suka
4,959
Dibaca

Ari kembali ke taman kota itu seperti seseorang yang berjalan menuju sebuah ruang tempat waktunya pernah berhenti. Taman itu memang bukan tempat yang istimewa bagi sebagian besar orang karena hanya lapangan rumput biasa dengan beberapa bangku tua yang catnya mulai terkelupas, kios es krim yang jarang buka, serta jalur setapak melingkar yang dipenuhi dedaunan kering. Namun baginya, tempat itu adalah sisa kecil dari masa lalu yang masih bisa disentuh menjadi satu-satunya tempat yang tidak berubah ketika segalanya runtuh

Ia menghempaskan tubuh ke bangku kayu yang sudah mulai retak, membiarkan udara sore yang lembap mengisi dadanya. Tidak ada tujuan.maupun alasan lain selain sebuah kebutuhan untuk duduk—hanya itu. Duduk dan membiarkan dunia lewat tanpa menuntut apapun darinya. Di hari-hari seperti ini, rasanya lebih mudah untuk diam daripada menjawab pertanyaan yang terus datang dari orang-orang: “Kau baik-baik saja?” atau “Jika butuh teman cerita, bilang saja.” Padahal mereka tidak pernah mengerti betapa obrolan kecil saja bisa menjadi beban ketika seseorang sedang berusaha memungut pecahan dirinya sendiri.

Sudah tiga minggu sejak kecelakaan di tol 70 itu terjadi, tetapi bagi Ari, waktunya tidak bergerak. Hari-harinya justru terasa seperti satu hari panjang yang tidak kunjung selesai. Kecelakaan itu terjadi pada malam yang seharusnya biasa saja—hanya hujan, lampu-lampu kota yang redup, dan jalan bebas hambatan. Hanya satu malam biasa yang tidak punya tanda apa-apa, kecuali satu hal: pertengkaran yang tidak pernah ingin ia kenang.

Bayangan itu datang lagi, tentang adiknya, Raga, yang pergi dengan wajah kesal setelah pe...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
Asing Lagi
Septia Arya Nugraha
Cerpen
Waktu yang Hilang
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
JANJI YANG KOSONG
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Hangat sebelum Ibu Hilang
nindia
Cerpen
Kamu Gapapa?
Godok
Cerpen
Impian Sang Burung
Celica Yuzi
Cerpen
Bronze
KLUB INSOMNIA
Atis Dee Jay
Cerpen
Ngalor-ngidul Di Tongkrongan
Fann Ardian
Cerpen
Bronze
The Untold Truth
blank_paper
Cerpen
Bronze
Menari Bersama Semesta
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Terlahir Kembali
zain zuha
Cerpen
Bronze
Kena Batunya
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Kerja / Dikerjain?
Rolly Roudell
Cerpen
Di Bawah Langit Jingga Kampung Halaman
Ezra Jo
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
BISU
Muhamad Irfan
Cerpen
Tak Layak
Muhamad Irfan
Novel
Bronze
LUKA BARA
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tak Terdengar
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Terlambat
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan yang Tidak Pernah Pulang
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Pernah Ditaruh di Vas
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
JIKA RUMAH ADALAH LUKA
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan di Meja Sebelah
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tersisa di Gaza
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
24 Jam Yang Menghapusku
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Nyaris
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Satu Kursi yang Kosong
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tanpa Balasan
Muhamad Irfan