Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Jejak
1
Suka
2,228
Dibaca

Ari kembali ke taman kota itu seperti seseorang yang berjalan menuju sebuah ruang tempat waktunya pernah berhenti. Taman itu memang bukan tempat yang istimewa bagi sebagian besar orang karena hanya lapangan rumput biasa dengan beberapa bangku tua yang catnya mulai terkelupas, kios es krim yang jarang buka, serta jalur setapak melingkar yang dipenuhi dedaunan kering. Namun baginya, tempat itu adalah sisa kecil dari masa lalu yang masih bisa disentuh menjadi satu-satunya tempat yang tidak berubah ketika segalanya runtuh

Ia menghempaskan tubuh ke bangku kayu yang sudah mulai retak, membiarkan udara sore yang lembap mengisi dadanya. Tidak ada tujuan.maupun alasan lain selain sebuah kebutuhan untuk duduk—hanya itu. Duduk dan membiarkan dunia lewat tanpa menuntut apapun darinya. Di hari-hari seperti ini, rasanya lebih mudah untuk diam daripada menjawab pertanyaan yang terus datang dari orang-orang: “Kau baik-baik saja?” atau “Jika butuh teman cerita, bilang saja.” Padahal mereka tidak pernah mengerti betapa obrolan kecil saja bisa menjadi beban ketika seseorang sedang berusaha memungut pecahan dirinya sendiri.

Sudah tiga minggu sejak kecelakaan di tol 70 itu terjadi, tetapi bagi Ari, waktunya tidak bergerak. Hari-harinya justru terasa seperti satu hari panjang yang tidak kunjung selesai. Kecelakaan itu terjadi pada malam yang seharusnya biasa saja—hanya hujan, lampu-lampu kota yang redup, dan jalan bebas hambatan. Hanya satu malam biasa yang tidak punya tanda apa-apa, kecuali satu hal: pertengkaran yang tidak pernah ingin ia kenang.

Bayangan itu datang lagi, tentang adiknya, Raga, yang pergi dengan wajah kesal setelah pe...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Sejakartanya Jakarta
Muram Batu
Cerpen
FISIKA oh FISIKA
Rian Widagdo
Cerpen
Bronze
RANTAU RAMADHAN PERTAMA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Langkah baru di ujung jalan
vilah sari
Cerpen
Dua Wanita yang Berteduh
anjel
Cerpen
Bronze
Sepatuku Bukan Sepatumu, Sepatumu Bukan Sepatuku
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Guru Honorer Gaji 300k Menghadapi Hidup
Yovinus
Cerpen
Ichie si anak malas
Syifa ai anisa
Cerpen
Tidak Ada Doa Panjang Umur
Yutanis
Cerpen
Indahnya Surga di Telapak Kaki Ibu
LISANDA
Cerpen
Bronze
NAMA BAYIKU CORDELIA
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Manusia Robot: Dibalik Topeng Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Cemas
AKKu
Cerpen
Bolehkah Aku Hidup Di Belakang Gigimu?
Sabrina Sabila Dwi Hikmah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
BISU
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Pernah Ditaruh di Vas
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tak Terdengar
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Nyaris
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Satu Kursi yang Kosong
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tidak ada Tempat untuk Kita Berteduh
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tersisa di Gaza
Muhamad Irfan
Cerpen
Bukan Lagi Kita
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tanpa Balasan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
KOTA HUJAN
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
24 Jam Yang Menghapusku
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan yang Tidak Pernah Pulang
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Terlambat
Muhamad Irfan
Cerpen
Sepotong Roti Hangat di Ujung Hujan
Muhamad Irfan