Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Jejak
1
Suka
5,240
Dibaca

Ari kembali ke taman kota itu seperti seseorang yang berjalan menuju sebuah ruang tempat waktunya pernah berhenti. Taman itu memang bukan tempat yang istimewa bagi sebagian besar orang karena hanya lapangan rumput biasa dengan beberapa bangku tua yang catnya mulai terkelupas, kios es krim yang jarang buka, serta jalur setapak melingkar yang dipenuhi dedaunan kering. Namun baginya, tempat itu adalah sisa kecil dari masa lalu yang masih bisa disentuh menjadi satu-satunya tempat yang tidak berubah ketika segalanya runtuh

Ia menghempaskan tubuh ke bangku kayu yang sudah mulai retak, membiarkan udara sore yang lembap mengisi dadanya. Tidak ada tujuan.maupun alasan lain selain sebuah kebutuhan untuk duduk—hanya itu. Duduk dan membiarkan dunia lewat tanpa menuntut apapun darinya. Di hari-hari seperti ini, rasanya lebih mudah untuk diam daripada menjawab pertanyaan yang terus datang dari orang-orang: “Kau baik-baik saja?” atau “Jika butuh teman cerita, bilang saja.” Padahal mereka tidak pernah mengerti betapa obrolan kecil saja bisa menjadi beban ketika seseorang sedang berusaha memungut pecahan dirinya sendiri.

Sudah tiga minggu sejak kecelakaan di tol 70 itu terjadi, tetapi bagi Ari, waktunya tidak bergerak. Hari-harinya justru terasa seperti satu hari panjang yang tidak kunjung selesai. Kecelakaan itu terjadi pada malam yang seharusnya biasa saja—hanya hujan, lampu-lampu kota yang redup, dan jalan bebas hambatan. Hanya satu malam biasa yang tidak punya tanda apa-apa, kecuali satu hal: pertengkaran yang tidak pernah ingin ia kenang.

Bayangan itu datang lagi, tentang adiknya, Raga, yang pergi dengan wajah kesal setelah pe...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
Gubuk Kecil di Kota Kuning
Rafael Yanuar
Cerpen
MENUJU JALAN SETAPAK
Septia Arya Nugraha
Cerpen
Peran
Adrikni LR
Cerpen
Catatan Masa Percobaan
RA Senja
Cerpen
Cewek itu Gula
Astromancer
Cerpen
Bronze
Sore Hari Setelah Ibu Tiada
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Lentera Pecah
Alya Nazira
Cerpen
Must be number one
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
ᏢᎯᏁᎠᎯ 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐬 𝐉𝐞𝐚𝐥𝐨𝐮𝐬
Langitttmallam
Cerpen
Bronze
Looking Back on the Things I've Done, I was Trying to be Someone
kndln
Cerpen
Bronze
KEPINGAN KACA
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
Sepatuku Bukan Sepatumu, Sepatumu Bukan Sepatuku
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Gema yang Tertinggal di Ayunan Kayu
Ezra Jo
Cerpen
Bronze
Being a Foster Family - Love, Care, and Commitment
Foster care Gold Coast
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Novel
Bronze
LUKA BARA
Muhamad Irfan
Cerpen
BISU
Muhamad Irfan
Cerpen
Sepotong Roti Hangat di Ujung Hujan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jejak yang Hilang di Lorong 4
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Terlambat
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Satu Kursi yang Kosong
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tersisa di Gaza
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tak Terdengar
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan yang Tidak Pernah Pulang
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Ibuku
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jaket Merah yang Tak Pernah Dikembalikan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Nyaris
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Pernah Ditaruh di Vas
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
JIKA RUMAH ADALAH LUKA
Muhamad Irfan