Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Jatuh Cinta di Antrian Bakso
0
Suka
12,380
Dibaca

Jatuh Cinta di Antrian Bakso

Sore di desa Sukamukti selalu punya cara sendiri untuk menenangkan hati. Angin membawa aroma tanah basah, anak-anak berlarian di jalan tanah, dan suara gerobak bakso yang digedor pelan—“Baksooo… panas…!”—jadi musik latar yang menandai waktu pulang kerja.

Rian menuruni jalan setapak dengan baju lusuh penuh debu bengkel. Seharian dia memperbaiki motor warga, dan perutnya sudah memprotes sejak setengah jam lalu. Begitu melihat ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
EMMA
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Jatuh Cinta di Antrian Bakso
Wahyu Hidayat
Novel
AS NIGHT FALL BY
Arisyifa Siregar
Novel
The Last Rain: When The Rain Blesses Us
Ayri
Novel
Gold
Anyelir Untuk Alyssa
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Cinta di Negeri Putih
ANDI RIRIN NOVIARTI
Novel
Gold
Mansfield Park
Mizan Publishing
Novel
Rumah
SavieL
Komik
Bronze
Experience
Nova ari ismawan
Novel
Bronze
Cintaku di Kampus Cemara
Syarif Hidayat
Novel
Rewrite the Memories
Sekar Setyaningrum
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Unexpected You
Farah
Cerpen
Bronze
Akhirnya Kamu Sadar Juga, Kak!
Nuel Lubis
Novel
Dear F, Thanks You.
Rara Rahmadani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Jatuh Cinta di Antrian Bakso
Wahyu Hidayat
Novel
Bronze
Sampai Tua Kita Bersama
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Saldo Kosong Hati Pun Hampa
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Pelukan Terakhir Ibu
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Kau Ajariku Arti Pulang
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Naga dan Nasi Goreng
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Sisa Kopi di Gelas Plastik
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Ruang nomor 404
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Satu Hari Tanpa Ponsel
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Harga Sebuah Kejujuran
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Jackpot yang Menghancurkan
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Di Antara Cahaya dan Luka
Wahyu Hidayat