Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
Istriku dan Anjingnya
1
Suka
10,096
Dibaca

BARANGKALI aku memang lelaki yang lemah hati.

Untuk yang ke—aku tak ingat lagi—aku menghubungi nomor telepon mertua. Tapi dari waktu ke waktu, semakin aku mencoba, nada sambung menjadi semakin panjang, seolah si pemilik telepon sedang menimbang antara mau menjawab atau tidak. Ibu mertuaku akhirnya menyahut pada nada sambung ke enam. “Ma, tolong, saya mau bicara dengan dia,” kataku, sudah hampir memelas. Jawaban mertuaku masih sama, “Dia tidak ada di rumah, Hans!” Tapi saat itu, hampir bersamaan, terdengar salak anjing dari latar belakang di tempat mertuaku berada, suara yang kukenali seperti aku mengenal suara tetanggaku sendiri. “Tapi itu anj—Brando, ada di sana! Itu Brando, kan?”

Tidak ada jawaban. “Ma?”

“Sebentar,” kata ibu mertuaku, suaranya muncul di ujung hening, “ada anjing tetangga masuk ke halaman.”

“Tapi, Ma, bukannya itu Brand...”

Tut tut. Sialan. Aku meletakkan gagang telepon setengah membantingnya. Namun tiga atau lima detik kemudian, aku kembali mengangkatnya, menekan redial, karena dari tadi tak ada nomor lain yang kuhubungi. Kali ini, di luar dugaan, mertuaku menjawab pada nada sambung ke dua. “Ma,” kataku, kali ini sudah benar-benar memelas, “tolong, bilang padanya aku mau bicara sebentar. Aku tahu dia ada di sana...”

Mertuaku berdehem, menyebut namaku dengan tegas, lalu menghardik, “Kamu mau tahu yang sebenarnya? Yang sebenarnya, dia tidak mau bicara sama kamu!”

Di suatu tempat di latarbelakang ada guk-guk! yang sama seperti tadi. Aku meremas gagang telepon.

“Cukup menelepon,” kata mertuaku, terdengar letih. “Rosalin mau tenang dulu. Kamu sudah makan?”

Pertanyaan macam apa itu? Aku bisa membuat nasi goreng. Aku bisa membuat telur dadar. Bahkan sebelum menikah, aku biasa melihat ibuku menumis sayur dan jadi bisa sendiri melakukannya. Aku jenis suami yang tak akan kelaparan hanya karena istriku tidak ada di rumah. Kenyataannya, Rosalinlah yang paling sering mengeluh tidak ada makanan. Ada hari ketika aku masih sedang mengajar, sms darinya masuk, bunyinya lebih kurang begini: Yang, s...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Istriku dan Anjingnya
Cicilia Oday
Flash
Keluarga Tahu
Nabiel Yafi'e
Flash
ADA NODA DI MIE MBA AYU
Aston V. Simbolon
Komik
Gold
KOMIK RETJEH
Kwikku Creator
Flash
Iphone & Klepon
I Gede Luwih
Flash
Gabut!!
Aurelia Joelyn Angdri
Flash
Perguruan Silat
Nunik Farida
Cerpen
Akew yang Menyakiti
E. N. Mahera
Flash
Bronze
Salah Kirim Chat
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Siapa??? Rusak Kacamata Nenek
Emma Kulzum
Flash
PETELOT (Jawa)
Call Me W
Flash
Bronze
Untung Tidak Berpikir
Arif Holy
Flash
Menjemput Teman
Saifan Rahmatullah
Cerpen
Testosteron
Ida Ayu Saraswati
Komik
Idol Patah Hati
baerea
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Istriku dan Anjingnya
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Rentang dan Rajut
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Kasus Langka Keluarga Nirgunaman
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Tak Ada yang Sia-sia dalam Hidup Termasuk Menikahi Seekor Babi
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Topeng Keindahan
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Debora
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memberi Makan Anjing Betina
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Bunga Apa yang Kau Masukkan ke Mulutmu?
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kota Mati 2066
Cicilia Oday
Cerpen
Porter Kereta
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memeluk Kaktus
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kucing itu Merebut Kekasih Nina
Cicilia Oday