Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
Istriku dan Anjingnya
1
Suka
10,776
Dibaca

BARANGKALI aku memang lelaki yang lemah hati.

Untuk yang ke—aku tak ingat lagi—aku menghubungi nomor telepon mertua. Tapi dari waktu ke waktu, semakin aku mencoba, nada sambung menjadi semakin panjang, seolah si pemilik telepon sedang menimbang antara mau menjawab atau tidak. Ibu mertuaku akhirnya menyahut pada nada sambung ke enam. “Ma, tolong, saya mau bicara dengan dia,” kataku, sudah hampir memelas. Jawaban mertuaku masih sama, “Dia tidak ada di rumah, Hans!” Tapi saat itu, hampir bersamaan, terdengar salak anjing dari latar belakang di tempat mertuaku berada, suara yang kukenali seperti aku mengenal suara tetanggaku sendiri. “Tapi itu anj—Brando, ada di sana! Itu Brando, kan?”

Tidak ada jawaban. “Ma?”

“Sebentar,” kata ibu mertuaku, suaranya muncul di ujung hening, “ada anjing tetangga masuk ke halaman.”

“Tapi, Ma, bukannya itu Brand...”

Tut tut. Sialan. Aku meletakkan gagang telepon setengah membantingnya. Namun tiga atau lima detik kemudian, aku kembali mengangkatnya, menekan redial, karena dari tadi tak ada nomor lain yang kuhubungi. Kali ini, di luar dugaan, mertuaku menjawab pada nada sambung ke dua. “Ma,” kataku, kali ini sudah benar-benar memelas, “tolong, bilang padanya aku mau bicara sebentar. Aku tahu dia ada di sana...”

Mertuaku berdehem, menyebut namaku dengan tegas, lalu menghardik, “Kamu mau tahu yang sebenarnya? Yang sebenarnya, dia tidak mau bicara sama kamu!”

Di suatu tempat di latarbelakang ada guk-guk! yang sama seperti tadi. Aku meremas gagang telepon.

“Cukup menelepon,” kata mertuaku, terdengar letih. “Rosalin mau tenang dulu. Kamu sudah makan?”

Pertanyaan macam apa itu? Aku bisa membuat nasi goreng. Aku bisa membuat telur dadar. Bahkan sebelum menikah, aku biasa melihat ibuku menumis sayur dan jadi bisa sendiri melakukannya. Aku jenis suami yang tak akan kelaparan hanya karena istriku tidak ada di rumah. Kenyataannya, Rosalinlah yang paling sering mengeluh tidak ada makanan. Ada hari ketika aku masih sedang mengajar, sms darinya masuk, bunyinya lebih kurang begini: Yang, s...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Istriku dan Anjingnya
Cicilia Oday
Flash
Bronze
Demit Go Away!
Bronzeapple
Komik
Bronze
hana and the gals
adamas
Komik
Pabo Comic
moris avisena
Flash
Bronze
Kurir vs Emak-emak
Risti Windri Pabendan
Komik
Sebutir Manusia
Sukriyadi
Cerpen
Bronze
Dravoryans: Kebangkitan Dewi Salju dan Kubis Penempel Wajah
Darian Reve
Cerpen
Renang Yang Tidak Menyenangkan
cahyo laras
Flash
Kucing Rese!
Tri Wulandari
Cerpen
Strange Day
129_
Flash
Ngidam
Innuri Sulamono
Komik
Anak rantau
Fajar gunawan
Cerpen
Bronze
Heri si Porter yang Tidak Pernah Bersekolah di Hogwarts
Rio Astiawan
Flash
TERLALU CANTIK SAMPAI TAKUT AIR
Flora Darma Xu
Cerpen
Bronze
Mengarang Itu Tidak Gampang, Tuan
Habel Rajavani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Istriku dan Anjingnya
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Debora
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kucing itu Merebut Kekasih Nina
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Kasus Langka Keluarga Nirgunaman
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memeluk Kaktus
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Bunga Apa yang Kau Masukkan ke Mulutmu?
Cicilia Oday
Cerpen
Porter Kereta
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memberi Makan Anjing Betina
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Topeng Keindahan
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Tak Ada yang Sia-sia dalam Hidup Termasuk Menikahi Seekor Babi
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kota Mati 2066
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Rentang dan Rajut
Cicilia Oday