Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Insomnia
0
Suka
6,724
Dibaca

Antara Terjaga dan Gila

Bab 1 – Malam yang Tak Pernah Berakhir

Arvan adalah cerminan dari kegelapan yang tak diundang. Pada usianya yang ke-23, ia seharusnya berada di puncak energi, menjelajahi dunia dengan semangat seorang pemuda. Namun, bagi Arvan, setiap hari terasa seperti pertarungan sengit melawan musuh tak kasat mata: insomnia kronis. Sudah dua bulan berlalu sejak malam terakhir ia merasakan nikmatnya tidur pulas, tidur yang menghapus lelah, tidur yang menyegarkan pikiran. Kini, ia hanya mampu mereguk remah-remah istirahat, total satu atau dua jam sehari, sebuah fragmen waktu yang terlalu singkat untuk memulihkan kerusakan yang terjadi pada jiwanya.

Awalnya, Arvan mencoba melawannya. Ia mengikuti saran-saran umum: minum teh herbal, mandi air hangat, mematikan semua perangkat elektronik jauh sebelum tidur. Semua sia-sia. Malam-malamnya dipenuhi kegelisahan, pikiran yang berputar tanpa henti, dan sensasi bahwa waktu telah melambat, setiap detiknya terasa seperti berjam-jam. Dinding kamarnya, yang dulunya memberinya rasa aman, kini terasa seperti penjara yang memerangkapnya dalam siksaan tanpa akhir.

Gejala-gejala awal muncul dengan lembut, seolah-olah dunia mencoba memberinya sinyal. Pertama adalah suara tawa yang samar, terkadang seperti tawa anak kecil, terkadang seperti tawa cekikikan seorang wanita, selalu muncul dari sudut-sudut ruangan yang gelap. Arvan akan menoleh cepat, mencarinya, tetapi hanya ada kehampaan. Lalu, bisikan-bisikan mulai menyusup, desiran tak berarti yang terkadang terdengar seperti namanya dipanggil, terkadang seperti kalimat yang terpotong-potong. Ia mengira itu hanya kelelahan, produk dari otaknya yang terlalu banyak bekerja dan terlalu sedikit istirahat. Namun, bisikan itu semakin jelas, semakin mendesak, seolah-olah ada seseorang yang berbicara di dekat telinganya, tepat di ambang kesadaran.

Kemudian, datanglah bayangan hitam. Mereka muncul di sudut matanya, sekilas wujud yang melintas cepat saat ia berbalik, atau sesaat menempel di dinding saat cahaya remang-remang menembus jendela. Bentuknya tak jelas, hanya gumpalan gelap yang menyerupai siluet manusia, tetapi selalu menghilang begitu ia mencoba fokus padanya. Arvan mulai mencatat semua ini dalam jurnal kecilnya, sebuah buku bersampul kulit tua yang diberikan ayahnya saat ia masih kecil. Awalnya, jurnal itu berisi coretan ide-ide cemerlang, rencana masa depan, dan pengamatan dunia. Kini, jurnal itu menjadi saksi bisu kemerosotan mentalnya, sebuah catatan kronologis tentang pergeseran persepsinya.

"Malam ke-58. Bisikan di dinding semakin keras. Seperti nyanyian. Atau ratapan?" tulisnya dengan tangan gemetar. "Melihat sosok hitam lagi, di ambang pintu kamar mandi. Apakah aku mulai gila?"

Arvan adalah pemuda yang pendiam, cerdas, dengan mata yang selalu memancarkan rasa ingin tahu yang dalam. Ia adalah mahasiswa berprestasi di bidang arsitektur, dikenal karena ketelitian dan imajinasinya yang tak terbatas. Namun, insomnia telah menggerogoti semua itu. Lingkaran hitam di bawah matanya semakin pekat, kulitnya pucat, dan tubuhnya kurus. Ia menjadi makin tertutup, menarik diri dari teman-teman dan keluarganya. Interaksi sosial terasa seperti beban berat, energi yang harus ia paksakan untuk dikeluarkan. Ia seringkali kehilangan fokus di kelas, pikirannya melayang-layang di antara halusinasi dan kenyataan yang samar.

Pada tahap ini, Arvan masih mampu membedakan. Ia tahu bahwa suara-suara itu mungkin hanya ilusi pendengaran, dan bayangan itu mungkin hanya fatamorgana visual akiba...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Insomnia
Christian Shonda Benyamin
Komik
Bronze
Perjalanan Dua Dunia
Maria Nur Karimah
Cerpen
PEMBELI TERAKHIR
Freya
Novel
Gold
Fantasteen Diary of March
Mizan Publishing
Novel
Gold
Fantasteen Scary Knock! Knock!
Mizan Publishing
Skrip Film
Lucid Dream
Silah Fauzun Akbar
Cerpen
Bronze
#fyp Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Flash
Lukisan Rendra
Rafael Yanuar
Cerpen
Kuliah malam
Dzakiyah Azzahra
Novel
siAnak Indigo
syifa siswanto
Cerpen
Bronze
Kata Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Ingot
Linggarjati Bratawati
Skrip Film
Hidup Dengan Mayat
Herman Siem
Novel
Bronze
LEUMPEUH YUNI (Ketika Tubuh Manusia Disalahgunakan)
Papp Tedd
Novel
WARALIT
Nia
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Insomnia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
#fyp Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kata Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teman Kamar Yang Kasat Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mereka Nyata Dan Bercerita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penunggang Kuda Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Keabadian
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Kaktus Berdarah Seri 04
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
19:00
Christian Shonda Benyamin