Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Jarum jam bergerak melewati angka delapan. Klakson angkot dan debu jalanan masih terasa melekat di pori-pori kulitku. Aku berdiri di depan pintu rumah dengan napas yang memburu langkah. Kemacetan panjang akibat kecelakaan di perempatan tadi membuatku terjebak dua jam di dalam bus yang pengap.
Sepanjang jalan, kepalaku dipenuhi rasa bersalah. Aku membayangkan anakku kelaparan menungguku pulang. Mungkin kondisinya sedang lemas, memejamkan mata agar waktu berjalan cepat. Pesanku tak dibalas lagi. Panggilan teleponku dibiarkan menggantung olehnya.
Tangan kananku mencengkeram kotak pizza yang mulai mendingin. Aku memaksakan sisa tenaga terakhir untuk membelinya. Berlari kencang,...