Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Ijinkan Aku Bisa Mendengar Lagi
Raika berusaha menembus kerumunan wartawan yang masih ingin mewancarainya. Dibantu oleh Roy, sang manajer yang berusaha melindungi Raika dari kejaran para pewarta itu.
“Mba Raika, satu pertanyaan saja. Apakah benar anda menyiram es kopi susu lebih dulu ke muka Princess Riana?!” teriak salah satu wartawan.
Raika tidak menjawab. Dan ia terus saja berjalan menuju mobilnya. Akhirnya Raika dan Roy berhasil juga masuk ke dalam mobil. Beberapa wartawan masih memaksa dengan mengetuk-ngetuk kaca mobil.
“Pak Noto, hayu jalan saja,” ujar Roy menepuk pundak supir Raika.
Pak Noto mengangguk dan menjalankan mobil pelan.
Raika merebahkan punggungnya.
“Wartawan-wartawan menyebalkan! Tidak tahu diri!” jerit Raika.
Roy menghela nafas.
“Lain kali, kamu musti hati-hati dalam bersikap. Kalau kamu ga menyerang Princess Riana di Café Lunar, ga akan terjadi seperti ini,” ujar Roy menasehati.
“Dia yang mulai lebih dulu. Lagaknya sombong. Jelas-jelas film terakhirnya jeblok, masih bisa blagu,” gerutu Raika.
“Iya..tapi..,” belum sempat Roy melanjutkan, Raika sudah memotong.
“Kamu tahu kan dia menghina mama aku, Roy. Dia menghina keluarga aku!”jerit Raika. Mata beningnya mulai tergenang.
...