Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Ibuku
0
Suka
448
Dibaca

Aku selalu selalu memilih duduk di bangku paling belakang. Ya, setidaknya aku merasa aman di sana. Di belakang, orang-orang tidak terlalu memperhatikan bagaimana rambutku yang keriting mengembang seperti sapu ijuk yang terkena hujan. Mereka juga tidak terlalu peduli pada kulitku yang gelap seperti tanah selepas diguyur sore. Setidaknya begitu yang kupikirkan.

Sungguh hari yang panas. Kipas angin di langit-langit hanya, mengaduk udara tanpa benar-benar mengusir gerah. Di depan kelas, Pak Tono sedang men...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Ibuku
Muhamad Irfan
Cerpen
Disowned
Normal Temperature
Cerpen
Refleksi
RD Sinta
Cerpen
Bronze
Pahlawan Tanpa Tanda Apa-apa
Wina Alda
Cerpen
Bronze
Tuleh Laju
Ayu S Sarah
Cerpen
Ay
Ancha Septya
Cerpen
Bronze
OH MY BOSS
ELI WAHYUNI
Cerpen
Bronze
Konten Cinta Tanpa Cinta
Saifoel Hakim
Cerpen
Bronze
Journey
Ika nurpitasari
Cerpen
Janu Kara
RD Sinta
Cerpen
Bronze
By Your Side
Bisma Lucky Narendra
Cerpen
Bronze
INSULIN
Yasin Yusuf
Cerpen
Bronze
Kabut Purba di Lembah Singgalang
Ezra Jo
Cerpen
KABULKU
Racelis Iskandar
Cerpen
Bronze
Si Pendidikan Negeri Sipil Bag-1
spacekantor
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ibuku
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan yang Tidak Pernah Pulang
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Nyaris
Muhamad Irfan
Novel
Bronze
LUKA BARA
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tidak ada Tempat untuk Kita Berteduh
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
JIKA RUMAH ADALAH LUKA
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jejak yang Hilang di Lorong 4
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tersisa di Gaza
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
24 Jam Yang Menghapusku
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan di Meja Sebelah
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tak Terdengar
Muhamad Irfan
Cerpen
BISU
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
KOTA HUJAN
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Pernah Ditaruh di Vas
Muhamad Irfan