Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Ibuku Bukan Wanita Malam
0
Suka
1,587
Dibaca

Fajar masih enggan menyapa, namun suara azan Subuh telah memecah keheningan yang dingin, merayapi setiap sudut rumah. Di antara selimut mimpi yang tebal, Marina Fardina bergerak gelisah. Bukan dingin yang menusuk tulangnya, melainkan bayangan yang terus menari di pelupuk matanya—bayangan masa lalu yang tak pernah benar-benar pergi. Sambil menarik napas dalam, ia bangkit dari sisi Fariz, suaminya, yang masih terlelap. Sebuah kewajiban suci memanggilnya, juga sebuah harapan kecil yang selalu ia simpan: mendekatkan diri pada Kiky.

Ia berjalan hati-hati menapaki lantai kayu yang terasa dingin, aroma kopi pagi belum menyebar, hanya semilir wangi melati yang samar dari halaman belakang. Tujuan Marina adalah kamar Kiky, anak sulung Fariz dari pernikahan sebelumnya. Setiap langkahnya terasa berat, diiringi degupan jantung yang tak beraturan. Hubungan mereka, selama lima tahun terakhir, bak gumpalan benang kusut yang tak kunjung terurai. Kiky, dengan segala amarah dan kekecewaannya atas kepergian ibu kandungnya, tak pernah sekalipun menerima kehadiran Marina.

Marina mengetuk pintu kamar Kiky pelan, seraya berdeham, mencoba mengumpulkan keberanian yang kerap kali luruh di hadapan remaja berandal tersebut. "Kiky... Nak, bangunlah. Sudah Subuh," ucapnya lembut, suaranya seperti embusan angin pagi yang malu-malu. Tak ada respons. Hanya keheningan yang lebih pekat, diselingi dengkuran halus dari dalam kamar.

Ia mencoba lagi, kali ini sedikit lebih keras. "Kiky... waktu shalat Subuh tidak lama lagi, Nak."

Tiba-tiba, suara kasur berderit, lalu pintu terbuka kasar, menghentak daunnya membentur dinding dengan keras. Sosok Kiky muncul di ambang pintu, rambutnya acak-acakan, matanya merah dan bengkak seperti orang y...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Ibuku Bukan Wanita Malam
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Waktu
precious
Cerpen
Serigala yang Terpisah dari Kawanan
awod
Cerpen
Bronze
CHARLIE
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
1: Kopi dan Para Pemikir
Nana Mangoenmihardjo
Cerpen
Api Luka Dan Kesuksesan
LISANDA
Cerpen
CURHAT CUCU
Kiki Isbianto
Cerpen
KISAH DI BALIK HUJAN
Penulis N
Cerpen
Tamu yang Tak Pernah Datang
Ida Ayu Saraswati
Cerpen
Pendusta Nggak Enakan
bismikaaaaa
Cerpen
Menulis Haiku
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
Singa yang Tak Bisa Menggonggong
Ilham, S.S.
Cerpen
He's not just a green flag but teal green
Firlia Prames Widari
Cerpen
Bronze
Di Titik Aku Memaafkan Diriku Sendiri
Etaryas
Cerpen
Bronze
Yang tak pernah sampai
Kai Skala
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ibuku Bukan Wanita Malam
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAPA UNTUK SONI DAN RANIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
TERTAWAN SANG KETOS
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RENDANG UNTUK IBU MERTUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERLIAN YANG TERCAMPAK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KASIH TERPAUT DI DERMAGA CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PATAH HATI DI UJUNG ADAT
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
ANTARA ANDIKA, ANNISA DAN AMALIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Lukisan Luka Ciwidey
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RAHIM TERLARANG
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
GADIS TOMBOY TER DE BEST
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PETAKA BONEKA TERKUTUK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PELANGI USAI BADAI
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
GEMA HATI SANG IBU KEDUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RESEP KEDUA AYU
ari prasetyaningrum