Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Ibuku
0
Suka
1,728
Dibaca

Aku selalu selalu memilih duduk di bangku paling belakang. Ya, setidaknya aku merasa aman di sana. Di belakang, orang-orang tidak terlalu memperhatikan bagaimana rambutku yang keriting mengembang seperti sapu ijuk yang terkena hujan. Mereka juga tidak terlalu peduli pada kulitku yang gelap seperti tanah selepas diguyur sore. Setidaknya begitu yang kupikirkan.

Sungguh hari yang panas. Kipas angin di langit-langit hanya, mengaduk udara tanpa benar-benar mengusir gerah. Di depan kelas, Pak Tono sedang men...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Ibuku
Muhamad Irfan
Cerpen
Disowned
Normal Temperature
Cerpen
Harapan
Cassandra Reina
Cerpen
Bronze
Iri sama Tetangga
Selvi Rain
Cerpen
Bronze
Pembaca Baju
Ferdiagus Rudi Junaedi
Cerpen
Bronze
Donat
Titin Widyawati
Cerpen
Puasa
Muhammad Adli Zulkifli
Cerpen
Bronze
Dari 0 Hingga 0
Monacino
Cerpen
Bronze
Secarik Kertas dengan Selarik Kalimat
Munkhayati
Cerpen
Reruntuhan Malam
Cléa Rivenhart
Cerpen
Asing Lagi
Septia Arya Nugraha
Cerpen
UITDF
Hary Silvia
Cerpen
Bronze
ANTIMA
glowedy
Cerpen
MINE & YOURS
Racelis Iskandar
Cerpen
Bronze
Saling Merindu
Dewi Fortuna
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ibuku
Muhamad Irfan
Novel
Bronze
LUKA BARA
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tersisa di Gaza
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
JIKA RUMAH ADALAH LUKA
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Satu Kursi yang Kosong
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jejak
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Nyaris
Muhamad Irfan
Cerpen
BISU
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tanpa Balasan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bukan Lagi Kita
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tidak ada Tempat untuk Kita Berteduh
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Terlambat
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tak Terdengar
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan yang Tidak Pernah Pulang
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jaket Merah yang Tak Pernah Dikembalikan
Muhamad Irfan