Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Hujan Di Negeri Akar Cahaya
0
Suka
2,766
Dibaca

Judul: “Hujan di Negeri Akar Cahaya”

Di suatu tempat yang tak tertulis di peta dunia, ada negeri yang disebut Akar Cahaya — sebuah tempat di mana pepohonan tak hanya tumbuh ke langit, tetapi juga menancap ke dasar bumi dengan cahaya biru yang berdenyut seperti nadi. Di negeri ini, setiap tetes hujan bukan air, melainkan serpihan cahaya kecil yang menari-nari sebelum jatuh ke tanah dan diserap oleh akar pepohonan.

Bagi penduduk Akar Cahaya, hujan adalah anugerah sekaligus pertanda. Saat hujan turun, dunia mereka mendapatkan energi baru. Namun bila hujan berhenti terlalu lama, cahaya mulai memudar, dan pepohonan kehilangan nyawanya.

Dan di tengah negeri itu, hidup seorang anak laki-laki bernama Ardan.

Ardan adalah anak penjaga sumur cahaya — sumur suci yang menjadi pusat kehidupan seluruh negeri. Setiap hari, ia membantu ayahnya menjaga sumur itu dari makhluk-makhluk gelap yang berusaha mencuri sinarnya. Meski masih berusia lima belas tahun, Ardan dikenal pemberani dan keras kepala. Ia sering kali diam-diam keluar ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Hujan Di Negeri Akar Cahaya
Giovani Vincensius Muliater
Flash
Bebek bertelur emas
Mahmud
Flash
Bronze
Pacar Seorang Pesulap
Afri Meldam
Cerpen
WITNESS
Rudie Chakil
Cerpen
Pengertian yang Tak Mudah
Fazil Abdullah
Novel
Bronze
Love Freak
Faisal Ridha Dmt
Novel
BUNGA TANPA AKAR
Momo hikaru
Cerpen
Bronze
Anindyaguna
Mila Phewhe
Flash
Dukun
Mahmud
Flash
Garis Takdir
MAkbarD
Cerpen
03 Rumah di Keabadian
Bima Kagumi
Flash
Bronze
Gerbang Nasib
Venny P.
Skrip Film
Obsesi Cinta Arwah Di Villa Tua
QKawai
Cerpen
Bronze
Lelaki Yang Tersesat Dalam Imajinasi
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Flash
REMEMBER ME
Ocha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Hujan Di Negeri Akar Cahaya
Giovani Vincensius Muliater