Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Religi
Bronze
History of A City
7
Suka
13,888
Dibaca

Aku rasa tidak semua orang bisa belajar tentang arti hidup. Aku cukup heran juga. Bagaimana mungkin orang bisa sulit untuk memaknai hidup padahal mereka hidup! Kita hidup, ya, kan? Jika bisa, akankah ingat kapan persisnya ketika hidup terasa benar-benar bermakna? Aku sendiri mengingatnya—sangat mengingatnya. Persis setelah aku melarikan diri dari kejaran Manaf Si Tukang Roti ketika masih berusia aku sepuluh tahun.

“Tikus keparat! Jangan lari!” begitu teriak Manaf sambil menyeret badan gemuknya seraya melambai-lambaikan pengocok adonan. Aku sempat berhenti berlari sekedar menggoda sekaligus menantangnya, dan aku yakin dia tidak melihat senyum nakalku di balik kain rombeng yang menutupi setengah wajahku.

Memang aku masih bocah, tapi aku cukup tangkas dan cekatan. Dalam waktu singkat aku bisa meloloskan diri bersama sekotak besar kue panggang berhiaskan gula-gula warna-warni yang konon pesanan Pak Gubernur. Aku berlari memasuki bagian kumuh kota, menelusuri gang-gang sempit nan lembab bak labirin yang terbentuk oleh bangunan-bangunan tak teratur yang kian bertumpuk dan berdesak-desakan. Hasil dari apa yang mereka bilang peradaban….

 Aku tahu kemana tujuanku. Labirin itu sudah menjadi lapangan bermainku! Aku tuju gudang tua di dekat pelabuhan yang sudah aku jadikan markas bersama teman-temanku. 

Tapi tentu saja, di kota ini banyak hal yang tidak diduga. Ketika aku mendekati markas kami, sudah terbayang kami akan berpesta kue manis persembahan Pak Gubernur, tapi aku berhenti mendekat ketika aku dengar keributan; suara peluit dan teriakan yang silih berganti dan tumpang tindih. Dengan menyelinap naik ke atap sebuah gudang pelabuhan, aku melihat markas kami tengah dikunjungi berpuluh-puluh penjaga pelabuhan bersenjatakan pentungan dan peluit. Mereka datang bukan karena kue Gubernur yang aku curi, aku bisa yakinkan kamu soal itu, karena beberapa hari kemudian gudang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (12)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Cerpen
Antara pandangan mata dengan hati yang tak sejalan
Ilham Nursyamsi Ardiansyah
Novel
Anak Diujung Pelukan
Temu Sunyi
Novel
Gold
Jihad Julia
Mizan Publishing
Flash
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
Hans Wysiwyg
Novel
PERNIKAHAN YANG DISAKSIKAN MALAIKAT MAUT
DK Sumirta
Novel
Berpisah Atau Bersatu
Riyaa_2707
Flash
Bronze
Menulis Ulang Posisi Setan di Kehidupan Besar Manusia
Silvarani
Novel
Bronze
SPLASH LOVE IN SEOUL
Puput Sekar K
Cerpen
Bronze
Kekuatan Surat AL-IKHLAS
Rana Kurniawan
Novel
Gold
HIJRAH CINTA
Falcon Publishing
Novel
Gold
Aku Bukan Siti Nurbaya
Mizan Publishing
Flash
Ajari Aku Mencintai-Mu
Rintik Senja
Novel
Bronze
Mengejar Cinta Ustaz Tampan
LeeNaGie
Novel
Bronze
Yabes
Nuel Lubis
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Novel
Bronze
Kecuali Monyet
DMRamdhan
Skrip Film
Ruang Rahasia Ibu
DMRamdhan
Novel
To Protect
DMRamdhan
Flash
Bronze
L'esprit de L'escalier
DMRamdhan
Flash
Bronze
Time Alone
DMRamdhan
Flash
Bronze
Cermin Waktu
DMRamdhan
Flash
Bakat
DMRamdhan
Novel
Bronze
Adolescent Crash
DMRamdhan
Novel
My Fair Rebelle
DMRamdhan
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Novel
Oh, Anakku ... BEGO!!!
DMRamdhan
Novel
Bukan Pacaran Biasa
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sepadan
DMRamdhan