Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Religi
Bronze
History of A City
7
Suka
13,556
Dibaca

Aku rasa tidak semua orang bisa belajar tentang arti hidup. Aku cukup heran juga. Bagaimana mungkin orang bisa sulit untuk memaknai hidup padahal mereka hidup! Kita hidup, ya, kan? Jika bisa, akankah ingat kapan persisnya ketika hidup terasa benar-benar bermakna? Aku sendiri mengingatnya—sangat mengingatnya. Persis setelah aku melarikan diri dari kejaran Manaf Si Tukang Roti ketika masih berusia aku sepuluh tahun.

“Tikus keparat! Jangan lari!” begitu teriak Manaf sambil menyeret badan gemuknya seraya melambai-lambaikan pengocok adonan. Aku sempat berhenti berlari sekedar menggoda sekaligus menantangnya, dan aku yakin dia tidak melihat senyum nakalku di balik kain rombeng yang menutupi setengah wajahku.

Memang aku masih bocah, tapi aku cukup tangkas dan cekatan. Dalam waktu singkat aku bisa meloloskan diri bersama sekotak besar kue panggang berhiaskan gula-gula warna-warni yang konon pesanan Pak Gubernur. Aku berlari memasuki bagian kumuh kota, menelusuri gang-gang sempit nan lembab bak labirin yang terbentuk oleh bangunan-bangunan tak teratur yang kian bertumpuk dan berdesak-desakan. Hasil dari apa yang mereka bilang peradaban….

 Aku tahu kemana tujuanku. Labirin itu sudah menjadi lapangan bermainku! Aku tuju gudang tua di dekat pelabuhan yang sudah aku jadikan markas bersama teman-temanku. 

Tapi tentu saja, di kota ini banyak hal yang tidak diduga. Ketika aku mendekati markas kami, sudah terbayang kami akan berpesta kue manis persembahan Pak Gubernur, tapi aku berhenti mendekat ketika aku dengar keributan; suara peluit dan teriakan yang silih berganti dan tumpang tindih. Dengan menyelinap naik ke atap sebuah gudang pelabuhan, aku melihat markas kami tengah dikunjungi berpuluh-puluh penjaga pelabuhan bersenjatakan pentungan dan peluit. Mereka datang bukan karena kue Gubernur yang aku curi, aku bisa yakinkan kamu soal itu, karena beberapa hari kemudian gudang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (12)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Novel
Karena Kita Tak Butuh Dua Kaki ke Surga
Vina Marlina
Flash
Bronze
Eksotermik Api Tak Berlaku untuk Ibrahim
Silvarani
Cerpen
Kebiasaan Lama Gak Ada Matinya
DMRamdhan
Novel
Gold
Sedang Tuhan pun Cemburu
Mizan Publishing
Novel
Gold
Psikologi Kebahagiaan
Noura Publishing
Flash
Jiwa Dalam Kegelapan
Dita Xian
Novel
Gold
Tuhan, Maaf, Kami Belum Bersyukur
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Perempuan Suamiku
Noura Publishing
Novel
Bronze
Di Tepian Pasifik
Akhmad Zamroni
Novel
Bronze
Butiran Tasbih Arini
Diyah Ayu NH
Flash
Bronze
Ramadhan Sederhana
Budi Sunarko
Novel
Gold
Sukses di Usia Muda, Harga Mati
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Mata Jahat
Ratih Setyorini
Cerpen
Bronze
Tentang Tumpangan
Ninik Sirtufi Rahayu
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Cerpen
Kebiasaan Lama Gak Ada Matinya
DMRamdhan
Flash
Bronze
Cermin Waktu
DMRamdhan
Novel
Janna dan Pria Bersayap Api
DMRamdhan
Flash
Bersalah
DMRamdhan
Novel
Bronze
FATEBENDER
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sejatinya Keindahan
DMRamdhan
Flash
Bronze
Glitch
DMRamdhan
Flash
Bronze
L'esprit de L'escalier
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Flash
Bronze
Indah yang Sejati
DMRamdhan
Novel
Bronze
Kecuali Monyet
DMRamdhan
Skrip Film
Ruang Rahasia Ibu
DMRamdhan
Flash
Bakat
DMRamdhan
Novel
Bronze
Layang-Layang Putus Tak Pernah Salah
DMRamdhan