Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Religi
Bronze
History of A City
7
Suka
10,113
Dibaca

Aku rasa tidak semua orang bisa belajar tentang arti hidup. Aku cukup heran juga. Bagaimana mungkin orang bisa sulit untuk memaknai hidup padahal mereka hidup! Kita hidup, ya, kan? Jika bisa, akankah ingat kapan persisnya ketika hidup terasa benar-benar bermakna? Aku sendiri mengingatnya—sangat mengingatnya. Persis setelah aku melarikan diri dari kejaran Manaf Si Tukang Roti ketika masih berusia aku sepuluh tahun.

“Tikus keparat! Jangan lari!” begitu teriak Manaf sambil menyeret badan gemuknya seraya melambai-lambaikan pengocok adonan. Aku sempat berhenti berlari sekedar menggoda sekaligus menantangnya, dan aku yakin dia tidak melihat senyum nakalku di balik kain rombeng yang menutupi setengah wajahku.

Memang aku masih bocah, tapi aku cukup tangkas dan cekatan. Dalam waktu singkat aku bisa meloloskan diri bersama sekotak besar kue panggang berhiaskan gula-gula warna-warni yang konon pesanan Pak Gubernur. Aku berlari memasuki bagian kumuh kota, menelusuri gang-gang sempit nan lembab bak labirin yang terbentuk oleh bangunan-bangunan tak teratur yang kian bertumpuk dan berdesak-desakan. Hasil dari apa yang mereka bilang peradaban….

 Aku tahu kemana tujuanku. Labirin itu sudah menjadi lapangan bermainku! Aku tuju gudang tua di dekat pelabuhan yang sudah aku jadikan markas bersama teman-temanku. 

Tapi tentu saja, di kota ini banyak hal yang tidak diduga. Ketika aku mendekati markas kami, sudah terbayang kami akan berpesta kue manis persembahan Pak Gubernur, tapi aku berhenti mendekat ketika aku dengar keributan; suara peluit dan teriakan yang silih berganti dan tumpang tindih. Dengan menyelinap naik ke atap sebuah gudang pelabuhan, aku melihat markas kami tengah dikunjungi berpuluh-puluh penjaga pelabuhan bersenjatakan pentungan dan peluit. Mereka datang bukan karena kue Gubernur yang aku curi, aku bisa yakinkan kamu soal itu, karena beberapa hari kemudian gudang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (12)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Novel
Bronze
Humairahku dan Ranah Minang
Salfia afriadi
Novel
Gold
Membela Islam, Membela Kemanusiaan
Mizan Publishing
Novel
Gold
Islam Itu Ramah Bukan Marah
Noura Publishing
Novel
Bronze
Ada surga di Ma'had
fitrihaida
Novel
Keluarga Suci Sang Nabi Saw
Rida Fitria
Novel
Bronze
Ajari Aku Syahadat Cinta
Imajinasiku
Novel
DIA YANG TAK TERLIHAT
Nurul Uktafianis
Novel
Gold
Jangan Khawatir, Allah Bersamamu
Bentang Pustaka
Flash
WARNA RAMADAN
Mae Takata
Novel
Bronze
Godaan Sang Mantan
Biru Tosca
Novel
Bronze
Kelana
ahmad kholil | @KholilAhmad
Novel
Gold
Cinta Dalam Diam
Coconut Books
Novel
Bronze
Dari Syukur Hingga Syakur
Sukma El-Qatrunnada
Novel
Bersua di Jannah-Nya
Rahmah Athaillah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Novel
Bronze
My Fair Rebelle
DMRamdhan
Novel
Bronze
Flight of Birds
DMRamdhan
Novel
Bronze
FATEBENDER
DMRamdhan
Novel
Bronze
Ayat yang Tak Terucap
DMRamdhan
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan
Flash
Bronze
Glitch
DMRamdhan
Novel
Bronze
Kecuali Monyet
DMRamdhan
Novel
Janna dan Pria Bersayap Api
DMRamdhan
Flash
Bronze
Cermin Waktu
DMRamdhan
Novel
To Protect
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Novel
Bukan Pacaran Biasa
DMRamdhan
Flash
Bersalah
DMRamdhan
Flash
Bronze
Time Alone
DMRamdhan