Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Religi
Bronze
History of A City
7
Suka
10,476
Dibaca

Aku rasa tidak semua orang bisa belajar tentang arti hidup. Aku cukup heran juga. Bagaimana mungkin orang bisa sulit untuk memaknai hidup padahal mereka hidup! Kita hidup, ya, kan? Jika bisa, akankah ingat kapan persisnya ketika hidup terasa benar-benar bermakna? Aku sendiri mengingatnya—sangat mengingatnya. Persis setelah aku melarikan diri dari kejaran Manaf Si Tukang Roti ketika masih berusia aku sepuluh tahun.

“Tikus keparat! Jangan lari!” begitu teriak Manaf sambil menyeret badan gemuknya seraya melambai-lambaikan pengocok adonan. Aku sempat berhenti berlari sekedar menggoda sekaligus menantangnya, dan aku yakin dia tidak melihat senyum nakalku di balik kain rombeng yang menutupi setengah wajahku.

Memang aku masih bocah, tapi aku cukup tangkas dan cekatan. Dalam waktu singkat aku bisa meloloskan diri bersama sekotak besar kue panggang berhiaskan gula-gula warna-warni yang konon pesanan Pak Gubernur. Aku berlari memasuki bagian kumuh kota, menelusuri gang-gang sempit nan lembab bak labirin yang terbentuk oleh bangunan-bangunan tak teratur yang kian bertumpuk dan berdesak-desakan. Hasil dari apa yang mereka bilang peradaban….

 Aku tahu kemana tujuanku. Labirin itu sudah menjadi lapangan bermainku! Aku tuju gudang tua di dekat pelabuhan yang sudah aku jadikan markas bersama teman-temanku. 

Tapi tentu saja, di kota ini banyak hal yang tidak diduga. Ketika aku mendekati markas kami, sudah terbayang kami akan berpesta kue manis persembahan Pak Gubernur, tapi aku berhenti mendekat ketika aku dengar keributan; suara peluit dan teriakan yang silih berganti dan tumpang tindih. Dengan menyelinap naik ke atap sebuah gudang pelabuhan, aku melihat markas kami tengah dikunjungi berpuluh-puluh penjaga pelabuhan bersenjatakan pentungan dan peluit. Mereka datang bukan karena kue Gubernur yang aku curi, aku bisa yakinkan kamu soal itu, karena beberapa hari kemudian gudang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (12)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Novel
Jangan Panggil Aku Lonte
Ahmad Junaedi
Novel
Bronze
Promise You
Elisa Fitria
Novel
Mujarabat
M Musa Al Hasyim
Novel
Bronze
Jingga Ambang
Gia Oro
Novel
Bronze
Hujan di Ujung Waktu
Yudha Prisnanto
Novel
Gold
195 Pesan Cinta Rasulullah untuk Wanita
Noura Publishing
Novel
Gold
Merajut Rahmat Cinta
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Perempuan Suamiku
Noura Publishing
Novel
Gold
Muda Mulia
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Dan Malaikat pun Tertawa
Refy
Novel
Bronze
A Miracle (Luka Hati Faris)
Zainur Rifky
Novel
Teman Tapi Setan
Titin Hartini
Novel
Bukan Insan yang Baik
Wafiqah
Cerpen
Bronze
Jejak Sujud dan Lantunan Doa Anak-anak Surau
Ron Nee Soo
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Novel
Bronze
Adolescent Crash
DMRamdhan
Flash
Bronze
L'esprit de L'escalier
DMRamdhan
Flash
Bronze
Resiko
DMRamdhan
Flash
Bronze
Glitch
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sepadan
DMRamdhan
Novel
Bronze
Flight of Birds
DMRamdhan
Skrip Film
Ruang Rahasia Ibu
DMRamdhan
Flash
Bersalah
DMRamdhan
Novel
Bronze
Ayat yang Tak Terucap
DMRamdhan
Novel
Bronze
Kecuali Monyet
DMRamdhan
Flash
Sejatinya Indah
DMRamdhan
Flash
Bronze
Time Alone
DMRamdhan
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan
Flash
Cermin Waktu
DMRamdhan