Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
His Humor Vitreous P.2
0
Suka
15,171
Dibaca

Ryu sengaja meninggalkan Nonna hanya berdua dengan Joshua di apartemennya. Dalam kegelisahannya, Ryu menggigit kuku ibu jarinya, merapal serangkaian kata-kata seolah itu mantra untuk menguatkannya, meredam api yang bergemuruh di hati dan pikirannya.

"Non, aku percaya sama kamu, please kali ini tetap disisi aku," kata Ryu lirih.

Duduk di balkon apartemen miliknya yang masih berada di tower yang sama dengan apartemen biasa tempatnya tinggal bersama Nonna, kegelisahan Ryu terbaca oleh Gabriel, salah satu orang kepercayaannya selain Joshua.

"Ryu, haruskah gue nyalain cctv buat lihat kondisi di sana?" tanya Gabriel yang juga sahabat masa kecilnya.

"No, don't do it. Gue percaya sama Nonna dan Joshua," jawab Ryu mencegah.

"Gue bicara kali ini sebagai sahabat lo dan gue benci liat lo begini. Sikap lo enggak nunjukin itu. Am I wrong?" tanya Gabriel.

"Iel, stop," kata Ryu sambil meletakkan jari di depan mulutnya sendiri, meminta Gabriel berhenti bicara.

Saat suara ponselnya berdering dan memecah kesunyian, Ryu segera bergegas diikuti Gabriel dibelakangnya.

Gabriel paham betul, satu hal yang bisa membuat Ryu sepanik ini hanya satu orang, satu nama, Nonna.

Setelah tiba di apartemen tempat tinggalnya, Ryu segera berlari ke kamar dan dunianya terasa runtuh saat melihat Joshua duduk di sisi Nonna, menatap dan menggenggam tangan Nonna yang tertidur lelap.

Bukan marah atau kesal pada Joshua, karena kekhawatiran Ryu atas kondisi Nonna menjadi hal yang utama saat ini.

"Dia kenapa sampai begini lagi? Kalian bicara apa? Aku sudah bilang, ingatan dia baru kembali, jangan maksa dia buat mengingat hal yang menyakitkan Josh," kata Ryu dengan suara rendahnya.

Joshua beranjak dari sisi Nonna dan membiarkan Ryu yang kini duduk di sana menggantikannya.

"It's all my fault," kata Joshua.

"Dokter udah periksa kondisinya, benar dugaan kamu, dia terlalu syok dan tadi tiba-tiba pingsan," jelas Joshua.

Gabriel yang hanya duduk di sofa depan tv melihat sosok Joshua keluar dari kamar. Entah takdir seperti apa yang kini mengikat mereka bertiga, Gabriel benar-benar tak bisa memahaminya.

Sebagai orang yang sama-sama bekerja untuk Ryu dan sama-sama berstatus sebagai sahabat, Gabriel memang lebih lama mengenal Ryu dibanding Joshua. Bagaimana Joshua hadir dalam kehidupan Ryu dan Nonna juga Gabriel tahu, bagaimana hancurnya Ryu saat Nonna dulu menikah dengan Joshua, Gabri...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Sweet Misfortune
Mizan Publishing
Novel
Sang Abdi Ndalem
Elin Khanin
Cerpen
Bronze
Ada Cinta antara Pekayon dan London
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
His Humor Vitreous P.2
Tantan
Novel
Gold
Beautiful Temptation
Bentang Pustaka
Flash
Bronze
Merindumu
sri asrinti
Novel
Assalamualaikum 서울
SweetSeptember
Komik
Bronze
The World You See
Ibadurrohman Hafidh
Novel
Bronze
Nona Barshop
CeritaAin.
Novel
Bronze
Yang Kepergiannya Seolah Demi Kebaikan
Nu
Novel
Aku Bukan Boneka
Onja Mada Sinaga
Novel
Resep Hati Sang Dokter Logika
Brigitta Diara
Flash
Lima Permintaan
Varenyni
Novel
Bronze
BUKAN CEO MURAHAN (M.MANIS.S)
TUDI NURYANTO
Flash
SISA- Bertemu Kembali
Ayuningti
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
His Humor Vitreous P.2
Tantan
Cerpen
His Humor Vitreous- Side story of Joshua
Tantan
Cerpen
Bronze
Sleeping Under the Rain
Tantan
Novel
Gading
Tantan
Skrip Film
Paus dan Kucing
Tantan
Cerpen
Bronze
Ice Americano, Please
Tantan
Cerpen
Bronze
Levanter
Tantan
Cerpen
Bronze
Phoebe
Tantan
Cerpen
His Humor Vitreous
Tantan
Cerpen
Bronze
Her Prayer
Tantan
Cerpen
Tetanggaku Alien
Tantan
Cerpen
Bronze
Matcha & You
Tantan
Cerpen
Bronze
Levanter 2
Tantan